Berbagai hasil survei sejumlah lembaga riset menunjukkan elektabilitas Anies Rasyid Baswedan makin tertinggal dari dua pesaingnya yakni Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto. Menyikapi ini Presiden PKS Ahmad Syaikhu menanggapinya dengan santai.
Ia menyebut, kondisi itu bukan hanya dikarenakan belum dideklarasikannya Cawapres, tetapi bisa dipengaruhi banyak hal. "Namanya survei biasa kalau naik turun, masalah banyak faktor, bukan satu faktor saja," Kata Syaikhu di Jakarta, Sabtu (26/8).
Sementara itu Partai Demokart mendesak Anies Baswedan segera mengumumkan nama bakal calon wakil presiden yang akan mendampinginya dalam Pemilu 2024. Politisi Partai Demokrat Syarief Hasan mengatakan pengumuman nawa cawapres semakin genting di tengah elektabilitas Anies yang mandek.
Hasil survei Litbang Kompas pada pada periode 27 Juli sampai 7 Agustus 2023, misalnya. Elektabilitas Anies hanya 19,2%. Sementara itu elektabilitas Ganjar Pranowo 34% dan Prabowo Subianto 31,3%.
“Demokrat prihatin karena elektabiliats Anies cenderung menurun. Dan saya melihat perbedaan antara Demokrat dan anggota koalisi semakin tajam. Dan tentunya tidak bagus buat koalisi. Sesuai komitmen semula seharusnya Anies mengambil sikap untuk mendeklarasikan pasangannya yang diinginkan. Dan kami serahkan sepenuhnya kepada Anies,”Ucap Syarief di Jakarta, kemarin.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Ketika Gaji Hanya Singgah, Anak Muda Makin Belajar Menjaga Nilai Uang
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Sinopsis My Dearest Assassin, Film Thailand Penuh Aksi dan Romansa yang Tayang di Netflix
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati