Pakar Politik Perundang-undangan 2Indos Khalid Akbar menyoroti cukup prematurnya kelaharian duet Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Cak Imin) di Pilpres 2024.
Dirinya mengatakan hal tersebut dapat saja berubah khususnya karena tak ada ikatan hukum dari deklarasi pasangan tersebut. Ini mengingat belum terjadinya pendaftaran pasangan calon presiden maupun calon wakil presiden di Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Khalid menyebutkan bahwa dinamika koalisi perubahan bisa menjadi pembelajaran politik yang berharga dimana tak ada yang pasti dalam politik sebelum resmi terdaftar dalam KPU. Selain itu, Cak imin yang menjadi duet mantan menteri pendidikan tersebut dalam sorotan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Baru-baru ini lembaga tersebut memberikan sinyal bahwa pihaknya akan memeriksa sejumlah saksi maupun pejabat yang kemungkinan terlibat dugaan korupsi dalam pengadaan sistem proteksi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Lingkungan Kemenaker 2012. Kementerian tersebut pada waktu itu dipimpin oleh Cak Imin.
"Bisa saja kan, yang mendaftar di KPU nanti sebagai Cawapres Anies Baswedan bukanlah Cak Imin. Yang baru saja mendeklarasikan diri sebagai pasangan capres-cawapres yang digelar tanpa kehadiran PKS. Sebab adanya sinyal kuat KPK akan melakukan penyidikan dugaan korupsi pengadaan sistem proteksi tenaga kerja Indonesia di lingkungan Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) tahun 2012 lalu kepada Cak Imin," ungkapnya dilansir Senin (4/9).
Oleh karenanya, tidak ada yang tidak mungkin dalam politik menurut Khalid. Ia mengatakan banyak aspek yang menjadi perhatian sejumlah elite dalam melakukan keputusan politis, tak perlu selalu ideologis. Ini terlihat dari bagaimana sejumlah manuver dari Partai NasDem. Mulai dari penunjukkan luar kader hingga manuver politik mengejutkan.
"Peta Politik bisa sekejab berubah, bermungkinan juga, koalisi Anies Baswedan yang telah diceraikan oleh Partai Demokrat tersebut secara radikal mendaftarkan Gibran Rangkabuming yang memiliki elektabilitas Cawapres Teratas oleh lembaga-lembaga survei pada akhir-akhir ini sebagai bakal calon Wakil Presiden yang mendampingi Anies Baswedan di KPU nantinya. Jika salah satu pasangan calon berurusan dengan permasalahan hukum," jelasnya.
Selain itu, perubahan koalisi ataupun masuknya partai-partai baru dalam koalisi sah saja dan tidak melanggar hukum. Ini mungkin bisa menjadi perhatian pemerintah untuk kedepannya membuat aturan agar kedepannya Partai Politik yang sudah menyatakan berkoalisi dengan menunjukkan Piagam Kesepakatan Bersama ke seluruh rakyat Indonesia tidak keluar dari Koalisi karena hasrat kekuasaan kader partainya tidak diakomodir oleh koalisi.
:Komitmen Politik bisa saja berubah, jadi tidak perlu dibesar-besarkan dan didramatisir. Jika ada perbedaan pendapat yang berujung pada pecahnya Koalisi," tegasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Hasil Spanyol vs Arab Saudi: Matador Tanduk Elang Hijau, Lamine Yamal Sejajar Pele
-
Argentina Lawan Austria di Dallas, Kota Terkutuk buat Maradona
-
Pemain Bongkar Borok PSSI-nya Tunisia Usai Tersingkir dari Piala Dunia 2026
-
Jepang Juara Piala Dunia 2026? Deretan Rekor Samurai Biru Usai Tebas Tunisia
-
Frenkie de Jong Dihujani Kritik Usai Belanda Menang 5-1 Van Dijk Pasang Badan
-
Latihan Timnas Belanda Memanas, Eks Striker Manchester United Hajar Rekan Sampai Cedera
-
Aksi Bersih-bersih Suporter Jepang Dianggap Munafik, Hajime Moriyasu Sampai Buka Suara
-
Baru 25 Menit Spanyol Pesta Gol ke Gawang Arab Saudi, Mikel Oyarzabal Borong Gol
-
Nagelsmann Jadi Bahan Omongan Gegara Pakai Jam Tangan Mewah Saat Jerman Tekuk Pantai Gading
-
Lautan Manusia di PRJ! Kembang Api Hiasi Langit Jakarta Sambut HUT ke-499