News / Nasional
Rabu, 06 Mei 2026 | 15:44 WIB
Kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026 (Instagram/kai121_)
Baca 10 detik
  • PT KAI menangani dampak insiden Stasiun Bekasi Timur per 6 Mei 2026 terhadap 107 penumpang yang terdampak.
  • KAI menyediakan layanan pengobatan intensif, penggantian biaya medis, serta pendampingan trauma healing bagi seluruh korban insiden.
  • Petugas mengamankan 118 barang milik penumpang dan membuka posko layanan pendampingan hingga tanggal 11 Mei 2026.

Suara.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyampaikan kabar terkini terkait penanganan penumpang KRL Commuter Line yang terdampak insiden di Stasiun Bekasi Timur hingga Rabu (6/5/2026).

Data terbaru mencatat, 90 penumpang telah diperbolehkan kembali ke kediaman masing-masing setelah mendapatkan penanganan.

Kendati demikian, masih ada 17 pelanggan yang harus menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan kondisi para penumpang secara berkala.

“Kami terus berkoordinasi dengan rumah sakit, keluarga, serta pihak terkait agar proses pendampingan berjalan dengan baik. Fokus kami saat ini memastikan pelanggan yang masih menjalani perawatan mendapatkan dukungan yang dibutuhkan, sementara pelanggan yang telah kembali ke rumah juga tetap kami dampingi sesuai kebutuhan,” ujar Anne dalam keterangan tertulis yang diterima Suara.com hari ini.

Operator kereta api milik negara ini juga memfasilitasi layanan klaim atau reimbursement biaya bagi pelanggan yang menjalani pengobatan secara mandiri.

Para pelanggan cukup melampirkan bukti perjalanan, identitas, kuitansi medis, hingga resume medis untuk memproses pengajuan dana tersebut.

Proses koordinasi dengan pihak asuransi diperkirakan akan tuntas dalam waktu maksimal 21 hari kerja setelah seluruh dokumen dinyatakan lengkap.

KAI juga sangat memperhatikan aspek psikologis penyintas dengan menyediakan layanan trauma healing bagi para korban maupun keluarga yang membutuhkan bantuan.

Baca Juga: Jadi Tersangka, Pengemudi Pajero Sport Penabrak Pedagang Buah di Kalimalang Tak Ditahan

Evakuasi korban kecelakaan kereta api Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur April 2026. (Dok. Instagram/@kemenhub151)

Layanan dukungan mental tersebut dapat diakses melalui Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur atau melalui saluran telepon resmi yang telah disediakan.

Selain urusan medis, petugas di lapangan juga bergerak cepat melakukan pengamanan terhadap barang-barang milik pelanggan yang tertinggal saat kejadian.

Hingga hari ini, tercatat sebanyak 118 barang telah ditemukan oleh petugas di lokasi.

Sebanyak 75 barang telah berhasil diserahkan kembali kepada pemiliknya, sementara 43 barang lainnya masih tersimpan di layanan Lost and Found.

Posko Informasi sendiri masih akan beroperasi memberikan layanan pendampingan hingga 11 Mei 2026.

“KAI akan terus hadir mendampingi pelanggan dan keluarga selama proses pemulihan berlangsung, agar seluruh kebutuhan penanganan dapat berjalan lebih tenang, tertata, dan tepat sasaran,” tutup Anne.

Load More