Di tengah kehebohan yang terjadi di Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP), momen mimpi Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang dibagikan di twitter pribadinya beberapa waktu lalu soal satu kereta dengan Megawati dan Jokowi kembali diungkit.
Sebagaimana diketahui, kekinian Demokrat telah mencabut dukungan dari Bacapres KPP, Anies Baswedan buntut dari dipilihnya Muhaimin Iskandar jadi Bacawapres. Demokrat mengklaim awalnya Anies akan memilih sosok Ketua Umum mereka, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Pengamat komunikasi politik dan militer dari Universitas Nasional (Unas) Selamat Ginting menilai bahwa Demokrat memang sudah menyiapkan ancang-ancang cabut dukungan dari Anies, dilihat dari SBY yang membagikan soal mimpinya satu kereta dengan Jokowi-Megawati.
“Saya jadi ingat soal mimpi SBY bertemu dengan Jokowi dan Megawati kemudian naik kereta, kalau kita bahas secara komunikasi politik, tentu kita ingat tentang interaksi simbolik, ini kan simbol bahwa ada peluang yang sedang dijajaki juga padahal Demokrat saat itu sudah masuk dalam Koalisi Perubahan bersama NasDem dan PKS,” ujar Ginting saat tampil di kanal Youtube Hersubeno Point FNN, dikutip Kamis (7/9/23).
“Di situ kemudian diformalkan simboliknya melalui ucapan SBY, ini muncul persepsi bahwa walau masih di Koalisi Perubahan, SBY juga sudah memikirkan kemungkinan ada jalan atau celah mendekat ke Jokowi atau Megawati,” tambahnya.
Yang jadi masalah besar, menurut Ginting adalah ngototnya Demokrat memaksakan agar AHY dipilih jadi Cawapres. Ginting mengibaratkan Demokrat punya mazhab “AHY harus Cawapres” di Pilpres 2024.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Ngeri! Macet Jabodetabek Rugikan RI Rp 100 T, BUMN Ini Punya Solusinya
-
Janice Tjen Tersingkir di Babak Pertama WTA 1000 Roma
-
Bangkit dari Cedera Parah, Pemain Parma Siap Bawa Jepang Bersinar di Piala Dunia 2026
-
Liburan Tak Biasa di Jakarta: Sensasi Makan di Atas Katamaran Sambil Menyusuri Sungai Tahang
-
BI dan ASEAN+3 Siaga! Ancaman Krisis Ekonomi Global Kian Nyata
-
Ruijie Luncurkan Cybrey di RI Biar UKM Bisa Pakai Jaringan Kelas Kakap
-
Umuh Muchtar Sebut Laga Persija vs Persib Bandung Lebih dari Final
-
Menelusuri Lorong Gelap Larung: Dari Hasrat hingga Sejarah yang Berdarah
-
Persib Bandung Hormati Keputusan Venue Laga Kontra Persija Dipindah ke Samarinda
-
Hadiah Juara 3 Kali Lebih Besar dari Piala AFF, Timnas Indonesia Wajib Incar Trofi FIFA ASEAN Cup