/
Rabu, 04 Oktober 2023 | 21:05 WIB
Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Lolly Suhenty di Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (4/7/2023). (Suara.com/Dea)

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) melakukan giat Sosialisasi Pengawasan Pemilu Tahun 2024', di Pesantren Fauzan Tiga, Garut, Jawa Barat. Dalam acara tersebut, Bawaslu mengajak santri ikut mengawasi setiap tahapan pemilu.

"Pemilih pemula yang ikut bersama Bawaslu mengawasi proses dalam pendataan daftar pemilih, itu juga bukti anak muda cinta tanah air," kata Anggota Bawaslu Lolly Suhenty. Lolly mengatakan salah satu tahapan yang penting untuk diawasi dan dikawal adalah proses pendataan pemilih oleh KPU di tiap jenjang . Tahapan ini dinilai sangat krusial.

Selain pentingnya mengawasi hak daftar pemilih bagi pemilih pemula, Lolly juga ingin generasi muda ikut dan berani melapor kepada Bawaslu jika terjadi dugaan pelanggaran pemilu. Sehingga pentingnya generasi muda dan khususnya santri menjadi aktor yang ikut andil dalam mengawasi segala macam tahapan pemilu.

"Selain jadi pemilih, generasi muda yang baru akan mencoblos juga harus berani melaporkan jika terjadi pelanggaran," tegasnya. Petinggi Pesantren Fauzan Tiga, Garut, Kyai Aceng Abdul Wahid berpandangan, tugas Bawaslu dalam pengawasan pemilu sangatlah berat. Sehingga dibutuhkan peran serta masyarakat sebagai pengawas partisipatif dalam mengawal tahapan pemilu.

Dia juga berpendapat, pusat diskusi keagamaan semisal, pesantren, gereja, dan lainnya, menjadi tempat yang efektif bagi Bawaslu dalam mensosialisasikan pengawasan Pemilu, karena dianggap pusat kajian keagamaan adalah tempat berkumpulnya orang-orang yang memiliki pemikiran yang kritis tinggi.

Tag

Load More