Wamenkumham, Prof Eddy Hiariej buka suara soal penetapan vonis pada Jessica Wongso. Seperti diketahui bahwa perempuan itu mendapat hukuman penjara 20 tahun karena dinilai bersalah dalam kematian Mirna Salihin.
Terkait itu, tak sedikit yang bertanya-tanya kenapa ia tidak dihukum mati. Prof Eddy Hiariej pun mengungkap bahwa hukuman yang lebih ringan itu bukanlah sebagai tanda bahwa penyidik sebenarnya masih ragu apakah Jessica Wongso benar-benar membunuh Mirna.
"Itu bukan persoalan keraguan, bukan. Kalau dia (jaksa) ragu, dia tuntut bebas," kata Prof Eddy Hiariej, dikutip dari kanal YouTube Diskursus Net pada Senin (16/10/2023).
Lebih lanjut, ia pun membeberkan sederet alasan Jessica hanya divonis 20 tahun atas tewasnya Mirna.
"Satu, ini orang masih muda. Dua, tujuan dari pidana itu apa? Reintegrasi sosial. Kalau hukuman mati, dia mau reintegrasi sosial apa lagi?" ungkapnya.
"Karena dia masih muda, masih punya harapan, maka dijatuhi ganjaran 20 tahun pidana penjara. Dengan harapan bahwa selama itu dia bisa melalui pembinaan di dalam lembaga pemasyarakatan. Kemudian dia bisa kembali ke masyarakat, diterima, dan bermanfaat," sambungnya.
Tujuan itu pun dinilai sukses lantaran Jessica Wongso diketahui aktif mengajarkan bahasa Inggris dan desain kepada narapidana lainnya.
"Dan pembinaan itu sepertinya berhasil, karena di dalam penjara pun dia memberikan kursus bahasa Inggris dan sebagainya," sebut Prof Eddy Hiariej.
Terlepas dari itu, kini banyak pihak yang justru mengharapkan Jessica Wongso segera bebas dari penjara. Hal itu lantaran satu per satu ditemukan kejanggalan dalam kematian Mirna Salihin usai film dokumenter Ice Cold tentang kasus tersebut ditayangkan.
Baca Juga: Ngaku Dibantu Ribuan Pengacara, Otto Hasibuan Segera Buka Lagi Kasus Jessica Wongso?
Berita Terkait
-
Kini Tuai Banyak Dukungan, Jessica Wongso Beri Respon Begini: Saya yang Harus...
-
Prof Eddy Sebut Jessica Wongso Sulit Dideteksi Lie Detector Karena Punya Kepribadian Ganda, Memangnya Ngaruh?
-
Punya Teori Lain, Ini Profil Kamaruddin Simanjuntak yang Siap Bantu Jessica Wongso
-
Penyesalan Otto Hasibuan Soal Kematian Mirna Salihin: Jangan-jangan Dia Lagi Hamil...
-
Bukan Cuma Kamaruddin Simanjuntak, 70 Ribu Pengacara Bakal Pasang Badan Bela Jessica Wongso
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Polisi hingga DPR Kelola SPPG, Guru Ngeluh Kesulitan Mengadu soal MBG
-
Motor Listrik Pintar OMO-X Resmi Mengaspal di Indonesia Simak Keunggulan dan Harganya
-
BGN Akui Motor Listrik Masih Menumpuk, Semua Aset Era Dadan Hindayana Akan Dimaksimalkan
-
Tayang Besok Pagi di ANTV, Ini 7 Fakta Kuch Kuch Hota Hai yang Mungkin Jarang Orang Tahu
-
Siswa SD Urung Makan Setelah Temukan Ayam Berulat dalam Menu MBG
-
Cek Langsung Penerima BSPS di Jakbar, Mendagri Dorong Pemda Perluas Dukungan Bedah Rumah lewat APBD
-
Prabowo Terima Utusan Qatar, Kerja Sama Investasi dan Pembangunan Jadi Fokus Pembahasan
-
Sabri Lamouchi dan 2 Pelatih yang Dipecat di Tengah Piala Dunia
-
FIFA Didesak Pecat Shaun Evans Usai Tunjukkan Gestur Supremasi Kulit Putih
-
KAI Tambah Kereta Eksekutif KA Sindang Marga Akomodir Libur Tahun Baru Islam 1448 H