Suara.com - Mutiara hingga saat ini masih menjadi salah satu aksesoris mewah yang menjadi favorit para perempuan. Bentuknya yang klasik dan kilaunya yang tak pernah pudar membuat perempuan suka.
Itu juga yang terlihat pada event Indonesian Pearl Festival 2014, yang berlangsung hingga Jumat 29 Agustus 2014 di Jakarta Convention Center (JCC). Pembeli memborong berbagai perhiasan dari mutiara dipamerkan dalam kesempatan ini, baik kalung, gelang maupun giwang.
Menurut Helene Sofia Winardi, pemilik stand Filadelvia Mutiara, yang ikut dalam pameran ini, mutiara terbaik biasanya didapatkan dari Ambon.
"Ambon memang sudah lama dikenal sebagai penghasil mutiara terbaik di dunia. Laut Ambon juga belum tercemar, sehingga dapat menghasilkan mutiara yang cemerlang," jelas Helen.
Selain Ambon, kerang mutiara juga banyak dibudidayakan di perairan Lombok (NTB) atau Samarinda (Kalimantan Timur). Sedangkan dari luar dikenal ada mutiara hitam asal Tahiti.
Harga mutiara, menurut Helen, sangat beragam. Ada yang dijual dengan harga Rp50 ribu per gram, tetapi untuk mutiara kualitas terbaik harganya bisa mencapai Rp5 juta per gram. Sedangkan mutiara yang sudah dirangkai menjadi perhiasan, biasa dijual dari Rp. 400.000 hingga ratusan juta rupiah.
"Harga tergantung dengan kualitas mutiaranya. Biasanya dilihat dari ukuran, warna, kilau dan cacat atau tidaknya mutiara," jelas Helen.
Helen menambahkan, berdasarkan warnanya mutiara bisa dibedakan menjadi tiga macam yakni putih yang biasa disebut pink, kuning yang biasa disebut gold dan hitam yang biasa disebut peacock.
"Kalau warna tidak mempengaruhi harga. Tergantung selera masing-masing," kata Helen.
Sedangkan menurut bentuk, dikenal ada mutiara bulat, semi bulat, dan baroque yang berarti ketidaksempurnaan. Biasanya, mutiara baroque adalah mutiara yang bentuknya tidak sempurna sehingga harganya lebih rendah dibanding mutiara jenis lainnya.
"Saya biasanya cari mutiara untuk hadiah. Tapi di rumah juga punya beberapa koleksi. Senang melihat mutiara, apalagi kalung klasiknya," ujar Heni salah satu pengunjung.
Jika Anda ingin menjual mutiara yang Anda telah beli, kata Helen, sebaiknya belilah mutiara yang belum dibor atau diikat menjadi perhiasan.
"Mutiara yang sudah dibor sudah tidak laku lagi kalau dijual. Tapi kalo masih berbentuk mutiara asli, masih bisa dijual," ujarnya.
Tag
Terpopuler
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
- 7 Sepatu Running Adidas dengan Sol Paling Empuk dan Stabil untuk Pelari
Pilihan
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura
-
Viral Oknum Paspampres Diduga Aniaya Driver Ojol di Jakbar, Dipicu Salah Titik dan Kata 'Monyet'
-
Hasil Rapat DPR: Pasien PBI BPJS Tetap Dilayani, Pemerintah Tanggung Biaya Selama 3 Bulan
-
OJK Bongkar Skandal Manipulasi Saham, PIPA dan REAL Dijatuhi Sanksi Berat
Terkini
-
Literasi Keuangan Dimulai dari Rumah: Membangun Kebiasaan Finansial Anak Sejak Dini
-
5 Amalan Utama di Akhir Bulan Sya'ban, Sambut Ramadan dengan Hati yang Suci
-
Terpopuler: Cara Cek BPJS PBI Aktif atau Tidak, 5 Bedak yang Awet 12 Jam
-
Apakah Libur 45 Hari di Bulan Puasa Benar? Cek Jadwal Libur Ramadhan 2026
-
Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? 5 Rekomendasi Bedak untuk Usia 40 Tahun ke Atas
-
Bolehkah Memakai Bedak setelah Sunscreen? Ini Rekomendasi Tabir Surya yang Cepat Menyerap
-
Buku Swipe Therapy: Eat Pray Love Versi Generasi Tinder
-
Nyaman Itu Dibicarakan, Bukan Ditebak: Kunci Hubungan Sehat Ada di Komunikasi
-
9 Sepatu Trail Running untuk Medan Berat, Pilihan Terbaik Februari 2026
-
5 Mitos Penggunaan Moisturizer yang Sering Disangka Benar