Mungkin Socotra, pulau tersembunyi yang menawarkan pemandangan luar biasa ini belum banyak dikenal orang. Dan eksotisme Socotra diangkat dalam sebuah film dokumenter yang dirilis baru-baru ini. Tak hanya indah, Socotra juga menawarkan kehidupan warganya yang unik. Penduduk pulau yang terletak di wilayah Republik Yaman ini mempertahankan gaya hidup tradisionalnya, di tengah kehidupan modern dan kecanggihan teknologi.
Wilayah yang disebut 'dunia yang hilang' ini terkenal karena memiliki 800 spesies flora dan fauna langka. Sepertiga dari fauna langka yang ada di dunia, ditemukan di pulau ini. Terletak di 155 kilometer timur Somalia dan 210 kilometer selatan Yaman, Socotra menjadi tempat berpetualang dengan pasir pantai yang putih, pegunungan batu kapur yang indah dan satwa liar serta vegetasi yang tidak biasa.
Dengan ratusan jenis tanaman dan hewan endemik, Kepulauan Socotra dijuluki sebagai Galapagosnya Samudera Hindia. Salah satu yang menjadi tujuan wisatawan adalah pemandangan 'alien' di bumi. Meski menyimpan sejuta pesona yang luar biasa, 40ribu penduduk pulau ini masih menjadi misteri. Hal tersebut karena mereka terisolasi dari masyarakat modern.
Film dokumenter yang disutradarai dan diproduksi oleh Carles Cardelus ini memperlihatkan kehidupan adat istiadat penduduk pulau yang selama berabad-abad melestarikan tradisi mereka. Carles menceritakan kisah pulau ini melalui para penggembala kambing, nelayan, dukun, hingga para pemimpin agama. Saat pemutaran filmnya, Carles mengatakan, penduduk di sana memiliki budaya leluhur dan saat ini sudah terpengaruh budaya modern
"Beberapa tahun lalu nelayan tidak pernah menggunakan uang karena mereka menukarkannya dengan ikan. Kemudian kapitalisme hadir di sana dan mengubah budaya mereka sangat cepat," katanya seperti dilansir Dailymail.
Pada satu titik, kru film dokumenter yang pembuatannya berbasis di Barcelona ini bertemu dengan seorang serupa dukun, yang mengobati pasiennya dengan ritual kuno dan obat-obatan tradisional.
Carles mengatakan bahwa beberapa orang percaya pada roh. tetapi beberapa mengatakan mereka sudah memiliki dokter sehingga tidak perlu penyembuhan dengan tanaman. Budaya mereka berubah sangat cepat.
"Mereka menyukai hal-hal baru. Sebagai contoh, banyak orang yang menjual pulau mereka untuk membeli mobil atau kapal yang lebih besar. Mereka semua senang dengan hal baru," tambahnya.
Meski begitu, pulau Socotra masih belum memiliki resort tradisional ataupun hotel. Selain itu masih sedikit warga setempat yang bisa berbahasa inggris. Ditambah lagi, situs warisan dunia dari UNESCO ini masih kurang dalam hal infrastruktur wisata. Tetapi, bagi Anda yang menyukai petualangan seperti hiking, diving atau berselancar, tempat ini sangat memacu adrenalin dan menantang. (dailymail.co.uk)
Berita Terkait
-
Menembus Waktu di Grand Bazaar, Ikon Perdagangan Abadi Kota Istanbul
-
Jelajah Bosphorus Istanbul, Menyusuri Denyut Kota Dua Benua
-
Bebek Street Tampilkan Sisi Modern Istanbul di Tepi Laut
-
Kamondo Stairs, Ikon Urban Karakoy dalam Rangkaian Jelajah Serial Mini
-
Karakoy Street Turki, dari Pelabuhan Lama ke Pusat Kreatif Kota
Terpopuler
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
- 3 Sepatu Lari Skechers Terbaik untuk Pemula dan Pelari Harian
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Cara Baru Traveling: Mengapa AI Kini Jadi Travel Agent Pribadi Anda?
-
Bolehkah Kurban 1 Ekor Kambing untuk Satu Keluarga? Begini Hukumnya dalam Islam
-
5 Parfum Lokal yang Wanginya Awet Nempel di Baju meski Sudah Dicuci
-
Di Tengah Tantangan Industri Herbal, Produk Lokal Mulai Perluas Pasar hingga Internasional
-
5 Lip Cream Lokal Alternatif Tom Ford Liquid Lip Luxe Matte: Transferproof, Awet hingga 14 Jam
-
Ferdy Sambo Kuliah S2 Dimana? Masih Jalani Hukuman di Lapas Dapat Beasiswa Magister
-
6 Basic Skincare Malam untuk Pemula, Simpel tapi Penting untuk Menjaga Kulit Tetap Sehat
-
Bedak Sudah Mengandung SPF, Perlukah Pakai Sunscreen?
-
Mengenal Lululemon, Tas Premium yang Dicuri di Bandara Soetta sampai Rugi Miliaran
-
4 Sunscreen Lokal Alternatif La Roche Posay Anthelios UVMune 400, Murah dan Anti White Cast