Dinas Pariwisata Kota Tomohon, Sulawesi Utara, mengingatkan wisatawan agar tidak melakukan pendakian ke puncak dan kawah Gunung Lokon setelah Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menetapkan gunung itu dalam status siaga.
"Tunggulah sampai statusnya memang benar-benar aman untuk pendakian. Kalau saat ini masih tergolong berbahaya karena aktivitas vulkaniknya tergolong tinggi yang dapat membahayakan keselamatan wisatawan," kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Tomohon Gerardus H. Mogi di Tomohon, Selasa (20/1/2015).
Menurutnya, pihaknya telah mendapatkan informasi telah terbentuk kawah baru di rekahan sepanjang 200 meter ke arah barat di sekitar kawah utama Tompaluan.
Untuk itu diingatkan agar wisatawan dan warga mematuhi rekomendasi PVMBG Bandung, agar tidak memasuki radius bahaya sejauh 2,5 kilometer dari kawah. Meski menurutnya, pihaknya tak bisa sepenuhnya mengontrol aktivitas warga. Pasalnya beberapa penginapan dan hotel berada tak jauh dari kawah Gunung Lokon sehingga hanya dengan berjalan kaki, wisatawan langsung mengakses jalur pendakian.
"Ini hanya sebatas imbauan agar menjauhi kawah atau puncak Gunung Lokon. Bila hal ini tidak dipatuhi yang akan menanggung akibatnya adalah wisatawan ketika terjadi erupsi sewaktu-waktu," ajaknya.
Pihaknya akan menghubungi operator perjalanan, penginapan, dan hotel agar mengimbau wisatawan untuk tidak mendaki Gunung Lokon dalam situasi saat ini.
Sebelumnya, Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Lokon dan Mahawu Farid R. Bina mengatakan status Gunung Lokon masih siaga atau level III dengan radius bahaya 2,5 kilometer. Radius bahaya itu, membuat kawasan setempat steril dari semua aktivitas warga, termasuk pendakian. (Antara)
Berita Terkait
-
Pastikan Program Unggulan Presiden Berjalan, Mendagri Tinjau Program Perumahan Rakyat di Tomohon
-
Menyaksikan Keindahan Danau Linow, Spot Healing Tipis-Tipis di Tomohon
-
Cerita Sulitnya Upaya Humane Society International Hentikan Konsumsi Daging Anjing di Tomohon
-
Blusukan di Pasar Tomohon, Ganjar Fokus Perjuangkan Harga Sembako Murah
-
Maxi Yamaha Day 2023 Hadir Perdana di Sulawesi Utara, Begini Kemeriahannya
Terpopuler
- KBRI Kuala Lumpur Digeruduk, Warga Malaysia Desak Prabowo Buka Nama Perusahaan Terlibat Karhutla
- Gunung Anak Krakatau Meletus Abu Membubung 15 Km, BMKG Jepang Pantau Ancaman Tsunami
- Daftar Shio yang Paling Berpotensi Jadi Pengusaha Sukses
- Harga Sepatu Skechers Original, Cek 5 Pilihan Terbaik untuk Jalan dan Lari
- 5 Manfaat Air Mawar untuk Wajah dan Kulit yang Menarik Diketahui
Pilihan
-
Warga Serbu Pasar Asemka Cari Masker, Pedagang: Stok KF95 Kosong Sejak Kemarin!
-
Siswa TK sampai SMA di Jakarta dan Tangerang Raya PJJ Sampai Rabu 9 September
-
Episode Erupsi Gunung Anak Krakatau Berakhir, Kata Badan Geologi
-
Abu Vulkanik Krakatau Meningkat, Operasional Bandara Soetta Berhenti hingga Pukul 6 Sore
-
Kedutaan Besar Negara Asing Keluarkan Peringatan untuk Warganya Pasca Erupsi Anak Krakatau
Terkini
-
Api Meluas di TPA Galuga, Kepulan Asap Tebal Paksa Warga Evakuasi Diri akibat Mata Perih
-
Erupsi 25 Jam Anak Krakatau Berakhir, Tapi Mengapa Sumsel Masih Terdampak?
-
Sukuk Ritel SR025 Dibuka, Bank Sumsel Babel Tawarkan Investasi Syariah Imbal Hasil 6,90 Persen
-
Safrizal ZA: 649 Unit Huntap di Aceh Telah Rampung, Terbanyak di Aceh Utara
-
PTBA Perkuat Kinerja dan Portofolio Bisnis untuk Pertumbuhan Jangka Panjang
-
Aksi Teddy Main Pulpen saat Putin Pidato Viral, Gaya Jarinya Disamakan Britney Spears
-
Kredit Serba Guna Bank Sumsel Babel Bunga Mulai 0,79 Persen, Ada Cashback 0,2 Persen
-
Wet Food Lokal Buat Anabul Makin Dilirik, Cek 3 Hal Ini Sebelum Membeli
-
Kenapa Abu Vulkanik Bisa Bikin Pesawat Dilarang Terbang?
-
Ikan Keramba Mati Mendadak dan Mengapung di Danau Ranau, Apa yang Terjadi?