Suara.com - Seorang warga Dukuhsari, Purwomartani, Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Suhartono, berhasil mengolah teh dengan bahan baku daun sukun, menjadi minuman yang berkhasiat.
"Daun sukun yang banyak dijumpai di berbagai tempat, terutama di wilayah Kecamatan Kalasan dapat diolah menjadi komoditas yang mempunyai nilai ekonomis yang tinggi," jelasnya di Sleman, Selasa (5/5/2015).
Menurut Suhartono, untuk membuat teh daun sukun tersebut, mula-mula daun dipetik dan diambil yang masih muda serta segar kemudian dicuci sampai bersih kemudian dirajang.
"Setelah itu dijemur di terik matahari selama dua hingga tiga hari, baru kemudian digiling dan dioven selama sekitar 15 menit pada suhu 70 derajat celcius," katanya.
Suhartono mengatakan setelah dioven, teh daun sukun siap seduh di air panas dan langsung bisa dinikmati.
"Setelah daun teh tersebut dioven maka siap dikemas dalam pak yang berisi 20 kantong kecil dengan harga Rp20.000," katanya.
Suhartono mengatakan khasiat teh daun sukun itu, antara lain dapat mengatasi diabetes, stroke, asam urat, gagal ginjal, darah tinggi, inflamasi jantung, batu ginjal dan kolesterol.
"Manfaat daun sukun itu sendiri berdasarkan penelitian LIPI (Tjandrawati), antara lain dapat menjaga jantung dari kerusakan sistem kardiovaskuler karena mengandung flavonoid dan sitosterol," katanya.
Selain itu, lanjut Suhartono, daun sukun juga untuk membantu penyembuhan sakil ginjal dan lain-lain.
"Yang jelas teh 'Daun Sukun Lasyaka' yang kami produksi ini terbuat 100 persen dari daun sukun asli tanpa bahan pengawet sehingga manfaat dan khasiat daun sukun dapat diperoleh dengan mengonsumsinya," katanya.
Teh Daun Sukun Laasyaka, kata dia, baik dikonsumsi oleh siapa saja, baik sekadar minuman kesehataan atau untuk terapi berbagai macam penyakit.
"Untuk pemasaran kami sengaja lewat media 'online' dengan konsumen paling banyak dari Jakarta, Kalimantan, dan Sulawesi. Untuk konsumen biasanya sekali pesan 10 pak, sedang untuk agen biasanya 50 pak," jelas Suhartono.
Ia mengatakan untuk produksi per bulan belum terlalu banyak, baru sekitar 300 pak.(Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- 3 Sabun Muka Rekomendasi Dokter Estetika yang Ampuh Jaga Skin Barrier
Pilihan
-
Pertemuan di Rumah Presiden, Jampidsus Febrie Adriansyah Diminta Jentelmen Mundur
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
Terkini
-
Staycation Rasa Liburan di Tengah Jakarta, Menemukan Oase Hijau Bernama Park 5 Simatupang
-
Panduan Lengkap Urus Sertifikat Halal Gratis untuk UMKM, Ini Syarat dan Caranya
-
Sertifikasi Halal UMKM Bayar Berapa? Simak Rincian Biayanya
-
Moisturizer Apa yang Cepat Memutihkan? Ini 5 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah dan Glowing
-
Di Mana Saya Bisa Membeli Sepatu Lari dengan Harga Terjangkau?
-
Skincare Hada Labo Ada Apa Aja? Ini 4 Rangkaiannya yang Aman untuk Kulit Sensitif
-
4 Sepatu Lari Lokal dengan Bantalan Empuk Sesuai Review Pembeli
-
Lipstik Apa yang Tidak Membuat Bibir Hitam? Ini 9 Rekomendasi yang Sudah BPOM
-
4 Merek Skincare Asal Jepang di Indonesia yang Terbaik dan Halal
-
Troya, Destinasi di Turkiye yang Menghidupkan Kembali Legenda Perang Paling Terkenal di Dunia