Suara.com - Pemerintah provinsi Bengkulu, berniat untuk memindahkan habitat bunga Raflesia ke satu lokasi yang lebih mudah diakses pengunjung.
"Kita berencana memindahkan bunga Raflesia ke Kota Bengkulu, jadi pengunjung bisa langsung melihat, tidak harus masuk ke dalam hutan," kata Gubernur Bengkulu, Junaidi Hamsyah di Bengkulu, Jumat (5/6/2015).
Menurut dia tidak seluruh populasi bunga yang menjadi ikon provinsi itu yang akan dipindahkan, namun cukup satu saja, selanjutnya akan dibiakkan.
"Kita akan mencoba meneliti itu, dan akan dianggarkan sejumlah dana agar bunga itu bisa tumbuh (di lokasi yang akan disediakan)," kata dia.
Selama bertahun-tahun, puspa langka tersebut, menarik minat turis baik lokal maupun internasional untuk melihat seperti apa aslinya bunga raksasa tersebut. Namun, tidak semua orang yang berkunjung ke Bengkulu dapat melihat langsung bunga tersebut, apalagi bunga Raflesia hanya mekar pada waktu-waktu tertentu.
Rahmat, seorang pelancong asal Sumatera Barat mengatakan, dirinya tertarik sekali untuk melihat langsung puspa langka itu.
"Tapi sayangnya hanya dua hari saya di sini, dan itu juga padat kegiatan, kabarnya untuk melihat bunga Raflesia, jauh dari sini (Kota Bengkulu), coba kalau tumbuh di sini, saya bisa langsung melihat," katanya.
Rahmat yang memiliki usaha fotografi itu ingin menjadikan foto bunga raflesia sebagai pelengkap usahanya.
"Paket yang saya sediakan selama ini selain di Sumatera Barat, baru ke Bali, Candi Borobudur, Raja Ampat, Pulau Komodo. Saya melihat ada potensi menawarkan bunga Raflesia sebagai tema 'pre wedding', tetapi sekarang tidak cukup praktis untuk itu, coba bunga itu bisa dipindahkan dan berada dekat dengan tujuan wisata Benteng Marlborough, Rumah Bung Karno, itu sangat menjanjikan sekali," ujarnya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Physical vs Chemical Sunscreen, Mana yang Lebih Aman untuk Bumil? Cek 5 Rekomendasinya
-
Alasan Pelecehan Digital Mahasiswa FH UI Disebut Kekerasan Seksual
-
Kemenkes Rilis Aturan Label Gizi, Minuman Kekinian Kini Punya Rapor dari A Hingga D
-
Mengenal Rape Culture Pyramid, Jangan seperti 16 Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual
-
6 Tips Parfum Tahan Lama di Baju, Wangi Tidak Mudah Hilang dan Lebih Awet
-
Menularkan Kepedulian dari Pinggiran Ciliwung: Cara River Ranger Ubah Cara Pandang Terhadap Sungai
-
4 Rekomendasi Sabun Cuci Muka dari Brand Lokal untuk Pudarkan Flek Hitam
-
Masih Bolak-balik Bisnis ke Indonesia, Segini Kekayaan Shin Tae-yong
-
3 Jenis Kanker yang Paling Banyak Menyerang Anak Muda di Singapura
-
Lirik Lagu Erika oleh OSD HMT ITB yang Berisi Pelecehan Seksual