Suara.com - Komunitas Lima Gunung Kabupaten Magelang, Jawa Tengah dalam waktu dekat akan kembali menggelar festival. Acara tahunan ini akan digelar di Dusun Tutup Ngisor, Desa Sumber, Kecamatan Dukun pada 14-17 Agustus 2015 mendatang.
Penyelenggaraan Festival Lima Gunung oleh kalangan seniman petani ini, dinilai telah memberikan inspirasi kepada banyak pihak, khususnya menyangkut nilai-nilai budaya persaudaraan.
"Festival yang tahun ini memasuki penyelenggaraan ke-14 itu, sebagai peristiwa berkelanjutan. Sudah menginspirasi banyak pihak, termasuk inspirasi persaudaraan, bukan hanya para pelaku tetapi juga kalangan yang lebih luas," kata pemerhati budaya, Johann Mardjono.
Ia mengemukakan festival yang penyelenggaraannya tanpa melibatkan sponsor maupun penyelenggaranya mengedarkan proposal bantuan dana kepada berbagai pihak tersebut, telah menjadi peristiwa kebudayaan yang penting di Indonesia.
Peserta yang datang dari berbagai kota di Indonesia, khususnya para seniman dan pemerhati budaya, mengaku sangat merasakan semangat persaudaraan dalam pesta kesenian dan kebudayaan masyarakat dusun-dusun di kawasan lima gunung yang mengelilingi Magelang, yakni Gunung Merapi, Merbabu, Andong, Sumbing, dan Menoreh.
Johann mengaku selama beberapa tahun terakhir menghadiri peristiwa tersebut bersama koleganya dari Jakarta. Dan kali ini ia akan hadir bersama sejumlah kawannya dari Jakarta. Ia bersama sejumlah koleganya itu, akan bersepeda mulai dari Muntilan, Kabupaten Magelang menuju lokasi festival.
"Buat saya, mereka malah menjadi saudara saya yang dari jauh, dari Jakarta," katanya.
Ia mengemukakan pentingnya festival tersebut diselenggarakan secara berkelanjutan dengan antara lain selalu memperkuat komunitas tersebut dalam berjejaring dengan berbagai pihak, termasuk dari kota-kota lain, baik di dalam dan luar negeri.
"Para pegiat komunitas yang tentu tahu persis keadaan internal, harus bisa, dan harus mengembangkan komunikasi ke dalam dan ke luar," katanya.
Ia menambahkan festival ini sangat bermanfaat bagi warga setempat yang terkait dengan kemajuan dan nilai penting perkembangan teknologi informasi pada era kesejagatan ini.
"Bagi warga desa di lima gunung dan sekitarnya, FLG mempunyai nilai informasi, apalagi di zaman android yang mendunia. Sekarang siapa yang tidak tahu FLG? Semua pemerhati kan sudah tahu. Inilah yang menjadi kekuatan, maka diperlukan PR-PR (public relation) yang hebat," katanya. (Antara)
Berita Terkait
-
Cerita dari Taman Puring: Begini Serunya Mengikuti Latihan Komunitas Parkour Jakarta
-
Mengenal Komunitas Parkour Jakarta: Mengubah Stigma Olahraga Ekstrem Jadi Seni Disiplin Tubuh
-
Tak Sekadar Olahraga, Tren Komunitas Jadi Cara Baru Masyarakat Indonesia Jalani Hidup Sehat
-
Kenapa Komunitas Beatbox di Indonesia Bikin Ketagihan? Ini Cerita di Baliknya!
-
Menolak Punah: Komunitas Menjadi Benteng Utama Karya Musik dan Buku Indie
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Meski Tampil Singkat, Mariano Peralta Ungkap Kesan Debut di Persib Bandung
-
BRI Dukung Kebijakan Dana SAL demi Perkuat Intermediasi Perbankan
-
Transformasi Digital Kampus, BTN & Undip Resmi Luncurkan KTM Co-Branding Bagi 17.000 Mahasiswa Baru
-
Ratusan Ribu USD Disita dari Bandung dan Tangerang Terkait Kasus Suap Pajak Banjarmasin
-
Perbedaan Eye Serum dan Eye Cream, Mana yang Lebih Bagus?
-
SMGR Hidupkan Lagi Semen Kujang, Bidik Kuasai Pasar Jawa Barat
-
Pemerintah Buka Peluang Perpanjang Penempatan Dana SAL, BRI Sambut Positif
-
Polrestabes Bandung Sita 176.970 Butir Obat Keras Ilegal, 68 Tersangka Ditangkap
-
Likuiditas Menguat, BRI Perluas Penyaluran Kredit Berkualitas ke Sektor Produktif
-
Gugat Praperadilan, Tim Hukum Febrie Adriansyah Soroti Cacat Prosedur dan Dobel Penetapan Tersangka