Lifestyle / Komunitas
Jum'at, 13 Maret 2026 | 12:44 WIB
Pelari Kurang Darah, Stanley Joewono (tengah) dan Brand Communications and Partnership Eiger, Zakiy Zulkarnaen (kanan) saat konferensi pers Peluncuran Calendar of Events Eiger 2026 di Mbloc Space, Jakarta Selatan, Kamis (12/3/2026) (Suara.com/Mohammad Rhadzaki Ramadhan)

Suara.com - Eiger meluncurkan Calendar of Events 2026 atau kalender event kegiatannya di Melting Pop, Mbloc Space, Jakarta, Kamis (12/3/2026). Agenda ini memuat rangkaian kegiatan petualangan, program komunitas, hingga kompetisi olahraga luar ruang yang dijadwalkan berlangsung sepanjang 2026.

Kalender kegiatan tadi juga berisi sejumlah program yang menyasar komunitas pencinta aktivitas luar ruang serta berbagai kegiatan sosial yang menjadi bagian dari agenda tahunan Eiger.

Beberapa agenda yang masuk dalam Calendar of Events 2026 antara lain program Drop Box Donation yang dijadwalkan berlangsung pada Februari hingga Juni 2026.

Brand Communications and Partnership Eiger, Zakiy Zulkarnaen saat konferensi pers Peluncuran Calendar of Events Eiger 2026 di Mbloc Space, Jakarta Selatan, Kamis (12/3/2026). (Suara.com/Mohammad Rhadzaki Ramadhan)

Selain itu, Eiger juga akan menggelar Women Adventure Camp pada 12–14 April 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda komunitas yang masuk dalam kalender kegiatan tahun depan.

Program lain yang disiapkan adalah Benih Untuk Pulih yang dijadwalkan berlangsung pada Juli hingga September 2026.

Pada Agustus 2026, Eiger juga akan menggelar Eiger Independence Sport Climbing Competition (EISCC), kompetisi panjat tebing yang menjadi bagian dari agenda olahraga luar ruang dalam kalender kegiatan yang dibuat Eiger.

Peluncuran Calendar of Events 2026 juga dirangkai dengan pemutaran film produksi Eiger Films berjudul Tebing, Tuhan, dan Aku.

“Film ini kami buat untuk mengenal kembali sejarah Eiger. Ceritanya berangkat dari ekspedisi pendaki Indonesia yang mencoba menaklukkan Gunung Eiger pada 1985. Upaya itu sempat gagal, lalu mereka kembali melakukan ekspedisi pada 1986,” kata Brand Communications and Partnership Eiger, Zakiy Zulkarnaen.

Ia memaparkan bahwa perjalanan ekspedisi pada 1985 dan 1986 menjadi inspirasi lahirnya Eiger sebagai brand perlengkapan aktivitas luar ruang.

Baca Juga: Bank Rakyat Indonesia Gelar BRI Imlek Prosperity 2026, Pererat Relasi dengan Nasabah Top Tier

Film Tebing, Tuhan, dan Aku menampilkan perjalanan para pendaki Indonesia yang mencoba menaklukkan Gunung Eiger di Swiss, salah satu tebing yang dikenal menantang di kawasan Pegunungan Alpen.

Acara ditutup dengan pemutaran film Pelari Kurang Darah. Film ini menyoroti perjalanan dan semangat Stanley Joewono, penyintas Thalassemia, yang berhasil menuntaskan lomba lari 10 kilometer dalam waktu 1 jam 12 menit. 

Sebagai catatan, Thalassemia adalah kelompok penyakit kelainan darah genetik bawaan (diturunkan dari orang tua), ditandai dengan kurangnya produksi hemoglobin atau struktur hemoglobin tidak normal. Akibatnya, sel darah merah mudah rusak, menyebabkan anemia kronis, kelelahan, dan gangguan tumbuh kembang yang memerlukan transfusi darah rutin.

Film ini menggugah perasaan, bahwa kondisi fisik tidak mengurangi semangat juang dalam mengisi hidup dan memberikan inspirasi bagi banyak orang.***

Kontributor: Mohammad Rhadzaki Ramadhan

Load More