Belakangan, mewarnai rambut dengan warna-warna terang menjadi tren di kalangan perempuan. Sayangnya masih banyak yang belum menyadari bahwa hal ini dapat memicu kerusakan rambut.
Oleh karena itu, penata rambut sekaligus pemilik salon Irwan Team, Irwan, mengimbau agar seseorang yang ingin mengikuti tren pewarnaan rambut untuk menjaga kesehatan mahkotanya terlebih dahulu agar hasilnya maksimal.
"Semakin terang warna rambut yang dipilih, maka proses kimia yang dibutuhkan akan semakin merusak rambut. Jadi kalau rambut nggak sehat maka risikonya bisa patah, hancur, rusak saat diwarnai, apalagi kalau yang melakukan bukan profesional," ujar Irwan pada peluncuran rangkaian Pro Fiber L'Oréal Professionnel , di bilangan Kuningan, Jakarta, Selasa (8/3/2016).
Lebih lanjut Irwan memaparkan indikator rambut yang sehat adalah yang berkilau, di mana hal ini bisa dilihat secara kasat mata.
"Rambut yang sehat itu berkilau, nggak kering. Akan terlihat ketika ada pantulan sinar yang mengenainya, jadi nggak kusam," imbuhnya.
Untuk mendapatkan rambut yang sehat, seseorang, lanjut Irwan, harus merawat rambut secara rutin dengan pemakaian sampo, kondisioner dan masker sesuai tahapannya.
"Hindari terpapar sinar matahari secara langsung apalagi ketika rambut basah. Karena hal itu bisa membuat rambut berwarna merah dan tidak berkilau. Keramas setiap hari juga nggak masalah asal cocok di kulit kepala dan rambut," lanjut Irwan.
Mengenai tren warna rambut 2016, Irwan mengatakan bahwa warna ash blonde masih menjadi favorit. Untuk mendapatkan warna terang ini dibutuhkan proses bleaching selama tujuh jam. Bisa dibayangkan bagaimana kondisi rambut jika tak terawat sebelum pewarnaan.
"Banyak kok model yang diwarnai rambutnya tetap berkilau, itu karena benar-benar dirawat. Jadi sebaiknya jangan hanya ikut tren kalau tidak bisa merawat rambut tetap sehat," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Anti-Mainstream! Coba Resep Puding Susu Karamel Ini untuk Maniskan Momen Lebaran Keluarga
-
6 Buah untuk Turunkan Asam Urat Tinggi Pasca Lebaran secara Alami, Konsumsi Rutin
-
Kapan Lebaran Ketupat 2026? Ini Jadwal dan Makna Perayaannya
-
Tradisi Salam Tempel saat Lebaran: Bagaimana Hukumnya dalam Islam?
-
Bank Buka Kapan Setelah Lebaran? Ini Jadwal Operasional BRI, BCA, hingga Mandiri
-
Tips Menyimpan Kue Kering Sisa Lebaran agar Tetap Renyah dan Tidak Melempem
-
7 Amalan Sunah di Bulan Syawal yang Dianjurkan dalam Islam, Jangan Terlewat!
-
5 Tempat Wisata di Jogja yang Tetap Buka saat Lebaran, Tiket Masuk Mulai Rp10 Ribuan
-
Kapan Puncak Arus Balik Lebaran 2026? Ini Prediksi dan Tips Hindari Macet
-
Jadwal Operasional Transportasi Publik Selama Libur Lebaran 2026: Transjakarta, MRT, dan KRL