Suara.com - Seorang pekerja perempuan di Inggris, mengeluhkan sikap atasannya yang selalu meminta imbalan seks untuk memperpanjang kontraknya. Perempuan ini, sebut saja Anne, mengaku tak suka melakukan hal nista ini.
Namun ia khawatir, jika menolak ajakan sang bos maka pekerjaannya akan terancam. Sementara ia sangat membutuhkan pekerjaan ini. Untuk itu ia meminta nasehat ke pakar seks dan hubungan, Jane O'Gorman.
Jane mengerti posisi sulit yang dihadapi Anne. Namun, ia menyayangkan kisah sedih terus berlanjut.
"Agaknya Anda takut bahwa jika Anda tidak berhubungan seks dengan bos Anda, maka ia akan berubah jahat dan Anda akan kehilangan pekerjaan. Tapi ini sudah cukup jauh, dan Anda harus mengakhirinya," ujarnya.
Saya berani bertaruh, lanjutnya, bahkan atasan Anda tidak percaya bahwa dia masih bisa menjalankan ancaman itu. Jadi Anda harus kuat dan mengatakan dengan tegas "tidak lagi". Jelaskan ini sudah cukup. 'Pengaturan' ini harus dihentikan dan Anda adalah orang yang harus melakukan hal itu.
"Dia mungkin menjadi orang yang menanda-tangani kenaikan gaji Anda, tapi itu tidak memberinya hak untuk menuntut seks di kantor. Saya curiga jika Anda menghadapi dia dan mengatakan "tidak" maka dia akan kembali ke kehidupan normal dan Anda tidak akan pernah mendengar apa-apa tentang ini lagi," tegasnya.
Setelah semua ini berakhir, pasti dia kehilangan lebih banyak dari Anda. Kebiasaan lama ini harus mati. Jika memang ada ancaman atau 'pemerasan' Anda bisa menghadap ke atasan lain atau malah polisi.
"Maka saya sangat menyarankan Anda untuk mulai mencari posisi baru, dan mengembangkan diri agar tidak pernah lagi memberikan 'diri' Anda begitu mudah," pungkasnya. (dailystar.co.uk).
Berita Terkait
-
Diringkus Polisi! Pemuda 20 Tahun Pelaku Pelecehan di Karawaci Tak Berkutik Usai Videonya Viral
-
Viral Kasus Pelecehan Seksual Konsumen Paylater, Kredivo Putus Kerja Sama Debt Collector
-
Menag Perketat Syarat Jadi Kyai dan Pesantren Usai Marak Kasus Pelecehan
-
Lagu Bupati Purwakarta 'Lalaki Langit' Berpotensi Langgar UU TPKS, Ancaman Hukuman 9 Bulan Penjara
-
Kronologi Santriwati Diduga Dicabuli Pimpinan Ponpes di Bogor
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR
-
Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar
-
Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang
-
Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel
-
Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu
-
Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat
-
Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini
-
Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding
-
Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah
-
PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana