Suara.com - Mendengar kata "ganja", di pikiran Anda tentu terbayang sebuah barang haram yang dapat menyeret Anda ke masalah hukum jika berani menyentuh atau bahkan mengisapnya.
Tanaman yang banyak tumbuh subur di tanah Serambi Mekkah ini memang selalu dipojokkan hingga tak banyak yang tahu bahwa ganja memiliki sederet keajaiban.
Sebuah komunitas yang menamai diri sebagai Lingkar Ganja Nusantara (LGN) mencoba merangkum fakta lain di balik ganja yang sering disudutkan.
Dalam sebuah buku berjudul 'Hikayat Pohon Ganja', Dhira Narayana Ketua LGN dan timnya menyusun sejarah, fakta dan manfaat ganja yang selama ini terkaburkan.
"Ganja adalah sebuah tanaman, yang dari akar, batang, daun, biji, dan bunganya bisa dimanfaatkan untuk kepentingan industri dan obat-obatan. Tapi, faktanya, tanpa bukti ilmiah yang jelas, ganja dianggap sebagai Narkoba yang membahayakan," ujar Dhira pada sebuah diskusi belum lama ini.
Ketertarikannya untuk menonjolkan manfaat ganja diakui Dhira muncul saat kuliah. Bahkan ia berusaha mengupas sisi lain ganja dalam skripsinya. Hingga akhirnya ia meyakini bahwa ganja memiliki banyak khasiat dibandingkan dengan mitos yang kerap didengung-dengungkan pihak tertentu.
Meluruskan Banyak Hal Tentang Ganja
Melihat banyak hal yang harus diluruskan dari pemahaman masyarakat akan ganja, Dhira pun membentuk diskusi informal dengan beberapa orang yang memiliki perhatian serupa dengannya mengenai ganja pada 2010. Dari diskusi informal itu dibuatlah grup di media sosial Facebook sebagai sarana diskusi.
"Sayangnya grup itu hilang pada 2011 walau tidak tahu siapa yang menghapusnya," ujar Dhira.
Ia pun tak patah semangat. Grup baru dibuat dengan nama Lingkar Ganja Nusantara yang kini telah memiliki dukungan dari 94550 pengguna Facebook.
Namun komunitas ini baru benar-benar dikukuhkan sejak aksi longmarch LGN di Jakarta, 7 Mei 2011 saat perayaan Global Marijuana March (GMM) sebagai dukungan terhadap upaya legalisasi ganja yang diadakan di seluruh dunia pada Sabtu pekan pertama di bulan Mei.
"Di situ kami merasa bahwa belum ada wadah yang menyatukan orang-orang yang mendukung legalisasi ganja untuk medis, hingga lahirlah LGN ini sebagai komunitas," ujar lelaki berkacamata ini.
Kenapa untuk medis? Dhira bercerita bahwa ganja memiliki implikasi nyata dalam mengobati berbagai penyakit. Beberapa anggota LGN yang mengidap penyakit kanker payudara, kanker getah bening semakin membaik ketika diberi ekstrak dari tanaman ganja ini. Bahkan penderita diabetes, Orang Dengan HIV/AIDS dianggap darurat untuk menerima pengobatan ini.
"Bayangkan penderita kanker yang menurut dokter sudah tidak ada harapan untuk sembuh, tetapi ketika diberi ekstrak ganja kondisinya justru semakin membaik. Yang kita fokuskan adalah urgensinya bagi mereka yang membutuhkan ganja sebagai pengobatan," imbuh lulusan Psikologi Universitas Indonesia ini.
Izin Riset Manfaat Ganja Sebagai obat
Upaya melegalkan ganja sebagai pengobatan tidak hanya dilakukan Dhira dan komunitas Lingkar Ganja Nusantara dengan berkoar-koar. Belum lama ini, ia dan Yayasan Sativa Nusantara mendapatkan izin dari Kementerian Kesehatan untuk melakukan riset manfaat ganja sebagai obat untuk berbagai penyakit.
"Saya berharap riset ini bisa memberikan alasan yang ilmiah dan mendorong pemerintah melegalkan ganja sebagai upaya pengobatan," harapnya.
Dhira mengakui perjuangan yang dijalaninya tidak mudah, karena peraturan perundang-undangan Indonesia memasukkan ganja ke dalam Narkotika golongan 1. Bahkan BNN sendiri selaku badan yang menegakkan peraturan berkenaan dengan Narkotika hanya bisa diam dengan fakta-fakta yang disodorkan Komunitas LGN.
Pada perayaan Global Marijuana March 2016 ini, LGN mengakui bahwa pihaknya tak akan melakukan lomgmarch demi memperjuangkan legalisasi ganja di Indonesia. Mereka memilih untuk menggiatkan Gerakan #MembacaAlam yang dilakukan enam kota di Indonesia.
"Kami nggak akan berkoar-koar lagi tentang legalisasi ganja dengan cara longmarch seperti yang kita lakukan sebelumnya. Kini kami merayakan GMM 2016 dengan mengelola alam. Kami ingin membuktikan bahwa kami organisasi yang bisa mengelola alam. Kalau mengelola alam saja bisa, apalagi mengelola ganja sebagai bagian kecil dari alam," tambah Dhira.
Perayaan GMM 2016 dilakukan LGN di Jakarta, Padang, Yogyakarta, Surabaya, Gresik dan Makassar dengan melakukan penanaman kembali berbagai jenis tanaman mulai dari buah-buahan, bakau hingga pepohonan di ruas-ruas jalan.
Hingga 2016, Dhira menghitung tak kurang dari 3000 orang terdaftar sebagai anggota Lingkar Ganja Nusantara. Ia dan ribuan pejuang legalisasi ganja tak akan pernah lelah memperkenalkan manfaat ganja yang selama ini terkaburkan.
Jika Anda memiliki pandangan yang sama dengan LGN, ikuti media sosial mereka di Lingkar Ganja Nusantara untuk Facebook, dan Legalisasiganja untuk Instagram.
Berita Terkait
-
Komunitas Kretek Desak Pemerintah Tak Telan Mentah-mentah Narasi Anti-Tembakau Global
-
Daihatsu Rangkul Puluhan Komunitas Mobil di Jakarta Perkuat Hubungan Bareng 52 Ribu Anggota
-
WFC Gak Se-Estetik di Medsos! Tantangan Pekerja Remote Menepis Stigma Negatif
-
BNN Bebaskan Anak Bupati yang Positif Ganja karena Cuma Terpapar, Netizen: Capek Dibodohi Terus
-
Di Tengah Tren Kerja Remote, Komunitas WFC Journal Jadi Ruang Baru untuk Merasa Tidak Sendirian
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
5 Zodiak Diprediksi Beruntung Mulai Juni 2026, Karier hingga Asmara Berjalan Lancar
-
Kenduri Kurban di Pidie Jaya, Tradisi yang Sembuhkan Duka Penyintas Banjir
-
Cushion Korea Apa Saja yang Bagus? Ini 4 Pilihan dengan Review Nyaris Sempurna di Shopee
-
Lipstik Apa yang Bagus dan Tahan Lama? Ini 3 Pilihan yang Melembabkan Bibir Awet Seharian
-
Indonesia Open 2026 Jadi Pesta Rakyat Bulu Tangkis, Bisa Nikmati Sportainment hingga Test Drive EV
-
4 Sepatu Wanita Casual dari Brand Lokal, Nyaman di Kaki dan Enak Dipandang
-
4 Sunscreen untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat Paling Populer di Indonesia
-
Belajar Langsung di Hutan Mangrove, Cara KLH Kenalkan Keanekaragaman Hayati ke Generasi Muda
-
Profil Bupati Pandeglang: Lantik Tersangka Pidana Tabrakan Maut Jadi Staf Ahli Hukum
-
4 Lipstik di Minimarket Terdekat yang Mudah Ditemukan, Harga Mulai Rp15 Ribuan