Suara.com - Keindahan dan kemegahan Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah sudah diakui dunia. Bahkan candi yang dibangun di era wangsa Syailendra ini sudah diakui menjadi 10 keajaiban dunia oleh Organisasi Kebudayaan PBB (UNESCO).
Namun, selama ini Borobodur belum dikelola secara optimal sehingga belum menggerakkan perekonomian warga di sekitarnya. Borobudur ibarat obat generik yang belum dikemas dengan baik", sehingga jumlah pengunjung belum memenuhi target dan belum mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat.
Kebijakan Pemerintahan Jokowi-JK menjadikan Candi Borobudur menjadi Kawasan Strategis Pariwisata Nasional menjadi angin segar bagi kabupaten di luar Magelang untuk menjadi daerah penyangga atau kawasan koordinatif.
Untuk itu, Pemkab Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta akan mengembangkan Kawasan Bukit Menoreh sebagai pariwisata baru sebagai penopang Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Borobudur di Kabupaten Magelang.
Hal ini setelah ditunjuknya kawasan otorita sudah disepakati, meliputi tiga kabupaten yakni Magelang di wilayah Kecamatan Salaman, Kulon Progo di Samigaluh, dan Purworejo di Bener.
Pemkab Kulon Progo sudah menyiapkan kawasan penyangga pengembangan pariwsata Borobudur di Bukit Menoreh yaitu seluas 253 hektare.
Potensi wisata yang sudah ada di Kulon Progo adalah wisata religi di Sendangsono yang dikunjungi oleh pemeluk Katolik lokal dan macanegara dan ada komunitas Budhis sebanyak 4.000 orang yang berada di Sentra Gua Kiskendo, Bukit Menoreh.
Pemkab bekerja sama dengan maestro tari, Didik Nini Thowok membangun Kampoeng Nusantara dan Taman Kerajaan-kerajaan Nusantara di Kecamatan Girimulyo. Tujuannya, menarik wisatawan mancanegara dan wisatawan domestik yang berbasis budaya, keindahan alam dan religi.
Selain itu, Pemkab Kulon Progo bekerja sama dengan pelaku wisata di Kecamatan Samigaluh mengembangkan potensi wisata yakni Puncak Suroloyo, Kebun Teh Nglinggo-Tritis yang dapat menjadi lokasi tertinggi untuk melihat Borobudur dari ketinggian. Sehingga wisatawan sudah menikmati kemegahan dan keindahan Borobudur di kawasan Bukit Menoreh, Kulon Progo.
Saat ini, setidaknya ada 15 desa wisata baru yang dikembangkan masyarakat secara mandiri. Desa-desa ini tersebar di Kecamatan Samigaluh, Girimulyo dan Kalibawang dan sudah berkembang pesat dalam dua tahun terakhir, tinggal pengemasan dan promosi kepada masyarakat luas.
Desa wisata itu di antaranya Sungai Taman Tuk Mudal, kawasan hutan Gua Kikendo, Grojogkan Sewu, Bukit Isis, Kebun Teh Tritis dan Nglinggo, wisata pendidikan, wisata kuliner makanan kas lokal, Dolan Deso.
Desa wisata ini perlahan mulai menggerakan perekonomian masyarakat dan mengurangi penangguran. Namun, percepatan pertumbuhan tujuan wisata tersebut membutuhkan intervensi pemda setempat agar menjadi penopang Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur.
"Kami secara bertahap membangun dan memperlebar jalan menuju objek wisata di Kawasan Bukit Menoreh supaya destinasi wisata baru tersebut dapat berkembang cepat. Warga ada yang merelakan tanahnya untuk dibangun jalan, tanpa minta ganti rugi. Hal ini menjadi suntikan semangat bagi pemerintah membangun kawasan Bukit Menoreh," kata Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo.
Berita Terkait
-
Langkah Damai 57 Bhikkhu Menuju Borobudur Warnai Waisak 2026
-
Profil Blueray Cargo: Perusahaan Spesialis Impor yang Seret Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama
-
Segini Jumlah Uang yang Diterima Para Bos Bea Cukai di Hotel Borobudur
-
Bertemu di Hotel Borobudur, Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Terseret Dakwaan Korupsi Impor?
-
Menembus Waktu di Grand Bazaar, Ikon Perdagangan Abadi Kota Istanbul
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
Terkini
-
UNIQLO x Cecilie Bahnsen: Saat Fashion Feminin Tak Lagi Harus Mengorbankan Kenyamanan
-
7 Sunscreen Murah Under Rp50 Ribu di Alfamart, Ringan dan Nyaman Dipakai Harian
-
5 Cara Menghilangkan Maskara Waterproof Tanpa Bikin Perih dan Bulu Mata Rontok
-
Apakah Pendaftaran Mitra BPS 2026 Masih Buka? Cek Jadwal Rekrutmennya
-
Some By Mi Yuja Niacin Serum untuk Apa? Ini 5 Serum Lokal Murah Alternatifnya
-
5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
-
Kenapa Liptint Tidak Tahan Lama? Ketahui Bedanya dengan Lipstik
-
Studi Ungkap 60 Persen Anak Muda Memilih Swadiagnosis Dibanding Langsung Pergi ke Dokter
-
Apakah Viva Punya Facial Wash? Ini Macam-Macam Varian dan Harganya
-
Niat Miqat Haji Lengkap dengan Waktu dan Lokasi Jemaah Indonesia Biasa Melakukannya