Suara.com - Nama Menteri Pariwisata, Arief Yahya kembali berkibar di Asia. Majalah Pariwisata ternama di Asia Pasifik, Travel Weekly Asia, edisi Selasa (20/9/2016) mencatat mantan Dirut PT Telkom ini sebagai pemenang terbaik Asia Destination Marketing (Organisasi Pariwisata Nasional). Penghargaannya sendiri baru akan diserahterimakan pada 17 Oktober 2016, di Shisen Hanten, Mandarin Orchard, Singapura.
Dalam dunia pariwisata, Travel Weekly Asia sudah sangat dikenal. Publikasinya meliputi kawasan Asia Pasifik.
Saat menobatkan Kementerian Pariwisata sebagai pemenang terbaik Asia Destination Marketing, Travel Weekly Asia tak bekerja sendirian. Jutaan pembacanya yang sering travelling ke berbagai penjuru dunia ikut dilibatkan untuk memberi penilaian.
Hasilnya?
Kemenpar dinilai tepat menduduki gelar Asia Destination Marketing 2016.
“Selamat kepada Kementerian Pariwisata Republik Indonesia yang menjadi pemenang terbaik Asia Destination Marketing oleh Travel Weekly Asia’s 2016 Readers Choice Awards. Penghargaan ini selalu menyajikan yang terbaik dari yang terbaik dalam industri pariwisata dan telah menyediakan layanan dan produk dalam satu tahun terakhir,” ujar Group Publisher Travel Weekly Asia, Irene Chua, beberapa waktu lalu.
Kemenpar Masuk Dalam Kategori Instansi Berprestasi di Asia Pasifik
Penilaiannya sangat selektif. Setiap pemenang dari 46 kategori yang dinilai pembaca Travel Weekly Asia dipilih dengan mempertimbangkan banyak hal. Profesionalitas atau industri pariwisata berprestasi luar biasa yang masuk radar penilaian. Kemenpar masuk dalam peta instansi berprestasi di Asia Pasifik.
“Melalui award ini, kami mengakui keunggulan bisnis Anda, kualitas luar biasa yang diwakili oleh brand Anda, dedikasi sepenuh hati dari staf Anda, yang terpercaya dan mendapat tempat dan loyalitas dari mitra Anda,” kata Chua.
Perusahaan ini sudah mengamati kebijakan-kebijakan penting Kemenpar selama hampir dua tahun belakangan. Menpar dinilai banyak menetaskan reputasi internasional dan membuat terobosan di sepanjang 2015.
Bidang pemasaran, pengembangan destinasi dan industri, hingga deregulasi dan kelembagaan, ditata dengan mengindahkan kepentingan industri dan masyarakat.
Kemenpar juga dinilai berhasil menaikkan jumlah wisman hingga 10,3 persen, menjadi 10,4 juta orang dari tahun sebelumnya, yang mencapai 9,4 juta orang. Penerimaan devisa mencapai US$ 11,6 miliar untuk wisman dan US$ 255 juta untuk wisnus.
Pada pengembangan destinasi, Kemenpar berhasil mengembangkan Top 10 Destinasi Prioritas. Kemenpar juga sukses membentuk Badan Otorita Pariwisata dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata baru.
Peningkatan competitiveness index dari World Economic Forum (WEF) juga terbilang keren. Jika sebelumnya berada di peringkat 140-an, maka kemudian langsung melompat naik menjadi peringkat 47 dari 144 negara. Terakhir adalah keberhasilan membangun Indonesia incorporated.
Kemudian dari sisi regulasi dan kelembagaan, kebijakan Bebas Visa Kunjungan (BVK) sudah diberlakukan kepada 169 negara. Ada juga cabotage untuk cruise atau kapal pesiar berbendera asing untuk boleh menaikturunkan penumpang di 5 pelabuhan Indonesia.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi