Suara.com - Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan yang kaya. Kaya jumlah penduduk, hasil bumi, lokasi wisata menarik, hingga kaya mukjizat alam.
Negara yang memiliki lebih dari 17.000 pulau ini terletak di pertemuan lempeng tektonik Asia, Australia, Samudra Hindia, dan Samudra Pasifik.
Tak cuma keindahan alam dan lautnya, Indonesia juga memiliki 129 gunung berapi. Ini artinya, 13 persen gunung berapi di dunia ada di Indonesia. Dengan jumlah yang demikian, Indonesia dijuluki “Ring of Fire”.
Di antara 129 gunung berapi tersebut, 10 di antaranya masuk dalam daftar gunung berapi yang harus didaki. Kesepuluh gunung berapi ini tergolong spektakuler, karena Anda akan menjadi saksi dari keindahan ciptaan Tuhan.
Berikut 11 gunung berapi di Indonesia yang patut disambangi dilansir dari allindinesiatravel.com:
1. Gunung Bromo
Gunung Bromo terletak di Jawa Timur. Gunung setinggi 2.329 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini merupakan salah satu gunung yang paling ikonik di Indonesia, karena merupakan salah satu gunung berapi paling aktif di dunia yang paling sering dikunjungi. Wisatawan biasanya datang untuk menyaksikan matahari terbit dari atas gunung dan budaya masyarakat Tengger.
2. Kawah Ijen
Kawah Ijen merupakan gunung lain yang populer di Jawa Timur setelah Gunung Bromo. Di kawah yang terletak di Banyuwangi ini, Anda akan melihat sebuah danau sulfur yang memancarkan api biru di malam hari. Kawah Ijen merupakan danau asam terbesar di dunia, yang bersinar dalam warna biru kehijauan yang indah.
3. Gunung Semeru
Gunung Semeru merupakan gunung tertinggi di Jawa, yang juga dikenal sebagai Mahameru oleh penduduk setempat. Gunung ini dipercaya sebagai tempat tinggal para dewa Hindu-Buddha. Pendakian ke puncak gunung ini hanya disarankan bagi yang telah berpengalaman, karena memakan waktu hingga dua hari hiking. Tantangan paling nyata adalah kemiringan gunung hingga ke puncaknya.
4. Gunung Merbabu
Gunung Merbabu terletak bersebelahan dengan Gunung Merapi, dengan ketinggian 3.142 mdpl. Kawasan gunung ini dinyatakan sebagai taman nasional pada 2004.
5. Gunung Krakatau
Baca Juga: Hindari Stres, Kunci Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien Kanker
Gunung Krakatau merupakan gunung vulkanik yang terletak di Selat Sunda, yaitu antara Pulau Jawa dan Sumatera. Letusan Gunung Krakatau pada 1883 tercatat sebagai salah satu peristiwa vulkanik paling kejam.
Ledakannya berdampak hingga 4.000 km, yaitu sampai ke Australia dan India, serta menyebabkan tsunami raksasa. Sekitar 35.000 orang meninggal akibat dampak letusannya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
Terkini
-
Terpopuler: Sumber Kekayaan Jeffrey Epstein hingga Rekomendasi Model Baju Lebaran Wanita
-
Menikmati Bali Lewat Seni yang Bicara tentang Semesta dan Jiwa
-
Bayi dan Anak Sebaiknya Pakai Sunscreen SPF Berapa? Ini Pilihan yang Aman Digunakan
-
3 Rekomendasi Sepeda Lipat untuk Orang Gemuk, Nyaman dan Aman
-
Setelah Pakai Sunscreen Boleh Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Tabir Surya yang Mudah Di-blend
-
Eau De Parfum vs Eau De Toilette, Mana Paling Awet Wanginya? Ini 5 Rekomendasi Terbaik!
-
Indonesia Disebut 902 Kali dalam Epstein Files, Ada Jejak Skandal di RI?
-
5 Rekomendasi Moisturizer Terbaik setelah Eksfoliasi agar Wajah Mulus
-
5 Rekomendasi Shampoo Non SLS untuk Rambut Rontok, Bisa Juga Atasi Ketombe
-
Prabowo Gagas Gerakan Gentengisasi, Ini Plus Minus Genteng Tanah Liat vs Baja Ringan