Suara.com - Presiden Joko Widodo meminta kepada Kementerian Perdagangan untuk terus mempromosikan produk-produk lokal di pasar Internasional. Hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan ekspor Indonesia, salah satu caranya dengan pameran internasional.
Jokowi pun memberikan tips agar produk Indonesia ini dilirik saat pameran internasional.
Mencari area yang strategis dan banyak dilewati oleh pengunjung. Menurut Jokowi, dengan cara tersebut, produk Indonesia akan lebih dikenal karena dilihat lebih banyak pengunjung.
"Saat pameran itu cari tempat yang paling baik, bayar mahal nggak apa-apa, yang penting area pamerannya baik dan strategis," kata Jokowi dalam Raker Kemendag di Istana Negara, Jakarta, Selasa (21/2/2017).
Ia mengimbau kepada jajaran Kementerian Perdagangan di pasar internasional harus memajang produk-produk lokal dengan baik, dan tahu lokasi yang strategis.
"Jangan cari tempat di dekat toilet. Itu tidak menambah citra. Tidak menaikkan citra, tapi malah menurunkan kita. Brand kita menjadi langsung jatuh kalau sudah tempat pameran, enggak usah pameran," ujarnya.
Dia mengatakan, sebagai kekuatan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, Indonesia harus mengangkat citranya di pentas internasional. Apalagi, saat ini Indonesia sedang membidik masa depan yang lebih baik.
"Upaya ini diharapkan dapat mendongkrak perekonomian di Indonesia," kata Jokowi.
Baca Juga: Jokowi Minta Pengembangan Pariwisata NTT Ditingkatkan
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan