Suara.com - Pernahkah Anda mengalami buang angin atau kentut usai mengonsumsi ubi? Ya sebagian orang percaya, makan ubi bisa mendorong produksi kentut menjadi lebih sering.
Hal ini dibenarkan oleh ahli teknologi pangan Prof. Dr. Ir. Rindit Pambayun, MP. Menurut dia, ubi mengandung berbagai zat antara lain linamarin, glukoprotein dan karbohidrat.
Adanya zat glukoprotein ini, kata Prof Rindit, menghambat proses pencernaan karbohidrat sehingga memicu produksi buang angin usai mengonsumsinya.
"Jadi, setelah mengonsumsi ubi mendorong buang angin itu benar. Tapi bisa dicegah," ujar dia pada sesi workshop Health and Nutrition Journalist Academy (HNJA) di Jakarta.
Lalu bagaimana caranya agar tak kentut setelah makan ubi? Prof Rindit mengatakan jika akan mengolah ubi, kupaslah bagian dalam kulit ubi yang berlendir.
Pasalnya, zat glikoprotein yang memicu pengeluaran emisi berupa kentut terdapat pada bagian tersebut.
"Jadi kalau kupas kulit ubi, kupas juga bagian dalamnya sekitar satu sentimeter. Lalu, rendam dalam air agar zat linamarin tidak membentuk senyawa HCN atau sianida yang bisa meracuni tubuh," jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Rupiah Terus Perkasa ke Level Rp17.714, Paling Kuat di Asia Tenggara
-
Obesitas di Indonesia Disebut Masuk 4 Besar Dunia, Wamenkes Dante: Ini Bukan Lagi Soal Penampilan
-
Segera Tayang! Intip Fakta-Fakta Menarik Drama Korea 'New Recruit 4'
-
BRI Perbarui Qlola, Hadirkan Pengalaman Digital yang Lebih Terintegrasi untuk Bisnis
-
Diterjang Ombak 3 Meter, Satu Nelayan Pesisir Barat Hilang Ditelan Samudera
-
Simpan Dulu Uangnya, Harga Emas Antam Masih Tinggi Jadi Rp2.725.000/Gram
-
Qlola New Skin Hadir, BRI Perkuat Layanan Digital Terintegrasi bagi Nasabah Bisnis
-
Kemasan Rokok Polos Mau Diterapkan, Pengusaha Minta Dampak Ekonomi Dihitung
-
Terjaring OTT, Nasib Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq dan Wakilnya Ditentukan KPK dalam 1x24 Jam
-
BRI Hadirkan Qlola New Skin, Perkuat Solusi Digital untuk Nasabah Bisnis