Suara.com - Mudik atau kembali pulang ke kampung halaman adalah sebuah tradisi yang dianggap sakral demi mengisi momen menjelang hingga setelah lebaran.
Ya, memang sudah mengakar di budaya kita bahwa pada saat momen lebaran, ritual mudik jadi wajib hukumnya karena memang kita perlu untuk bersilaturahmi dengan keluarga terkasih demi kembali dengan hati yang bersih.
Saat ini, melihat populasi penduduk urban di ibukota dan sekitarnya, ritual mudik tidak lagi dilakukan sehari atau dua hari sebelum lebaran. Tapi banyak juga yang pergi mudik dua minggu sebelum lebaran.
Bahkan ada pula yang mudik setelah momen lebaran sudah lewat seperti seminggu setelah hari lebaran. Semua itu demi menghindari arus mudik yang kerap kali menimbulkan kemacetan panjang.
Masih membekas di ingatan tragedi “Brexit” (Brebes Exit) dengan kondisi kemacetan luar biasa hingga menelan korban jiwa. Harus diakui bahwa jumlah pemudik terus meningkat setiap tahunnya.
Tip andalan menghindari kemacetan
Nah, karenanya, dari tahun ke tahun, banyak masyarakat yang sadar untuk lebih gesit dalam hal mencari tiket mudik. Juga berusaha untuk mencari celah bagaimana caranya untuk tidak terjebak dalam arus mudik dengan kemacetan yang luar biasa.
Salah satu caranya dengan menyimpan mobil pribadi di rumah dan menggunakan alternatif transportasi lain. Kemudian, membeli tiket dari jauh-jauh hari agar tidak kehabisan. Contohnya dengan mencari tiket pesawat di situs booking online terpercaya dan juga banyak promonya seperti Reservasi.com yang selalu memberikan diskon hingga Rp.1 Juta.
Jangan remehkan kekuatan promo tiket karena itu akan sangat membantu untuk mengalokasikan bujet ke kebutuhan yang lain.
Sekarang, bagaimana caranya mudik tetap nyaman dan aman dengan pesawat, khususnya, bagi para keluarga muda yang sudah memiliki satu anak? Simak, yuk!
1. Membuat daftar barang bawaan
Jauh sebelum waktu keberangkatan, sebisa mungkin buatlah daftar barang bawaan yang akan dibutuhkan selama perjalanan. Daftar ini yang nantinya akan membuat keluarga lebih mudah untuk melihat barang apa saja yang sudah dibawa dan apa yang masih belum di-packing.
2. Menyiapkan boarding pass dan tanda pengenal
Tidak hanya membawanya, tapi juga menyimpannya di tempat yang mudah diraih dan aman. Untuk apa? Boarding pass dan tanda pengenal adalah dua benda yang paling sering dicek selama berada di dalam bandara.
Bahkan, penumpang masih akan diminta menunjukkan boarding pass di depan pintu masuk pesawat.
3. Usahakan selalu datang lebih awal
Perlu diingat, ketika tidak bawa anak kecil saja disarankan untuk datang lebih awal, lebih-lebih kalau mudik dengan anak. Luangkan satu jam atau dua jam lebih awal dari biasanya untuk mencapai tempat tujuan sesuai waktu yang diperkirakan. Hitung juga peluang kemacetan jelang arus lebaran saat mudik.
Datang lebih awal bisa mengantisipasi jika ada sesuatu yang ketinggalan dan perlu dibeli di sekitar bandara. Atau ketika anak harus mengganti baju maupun popok saat itu juga.
4. Sempatkan ke toilet jauh sebelum waktu keberangkatan
Nah, ini juga perlu jadi perhatian. Bahkan sebisa mungkin sempatkan pergi ke toilet sebelum memasuki boarding gate.
Ini supaya tidak ada adegan berlari-lari mengejar pesawat atau bahkan yang paling parah tertinggal pesawat. Karena, pergi ke toilet memang terkesan sepele. Namun, saat membawa barang bawaan yang tidak sedikit dan ditambah juga dengan si kecil, pasti akan memakan waktu lebih banyak dan ribet.
5. Pilih semua perlengkapan tambahan yang praktis dan ringan
Perlengkapan tambahan yang dimaksud di sini adalah seperti stroller, car seat, baby carrier, atau pun tas pembawa ASIP.
Saat mudik bersama keluarga plus si kecil, barang bawaan pasti akan bertambah dua kali lipat. Nah, buatlah perjalanan mudik jadi senyaman mungkin dengan membawa perlengkapan tambahan tersebut yang praktis dan ringan.
Jadi, saat harus melipat stroller ke dalam cabin pesawat atau pun menenteng car seat, prosesnya jadi lebih mudah dan cepat.
6. Gunakan tas kecil praktis yang bisa memuat lumayan banyak barang
Tas kecil ini berfungsi untuk menyimpan barang yang sering diambil dan dimasukkan kembali. Jadi, tidak terlalu sulit setiap akan meraih dan meletakkannya lagi.
Misalnya seperti ponsel, paspor, boarding pass, mainan anak, dan lain sebagainya. Ini semua demi perjalanan yang praktis dan menyenangkan.
7. Simpan makanan anak di tempat yang kedap cairan dan udara
Nah, tips yang satu ini juga tak kalah penting. Selama di perjalanan, baik itu menggunakan pesawat atau pun kendaraan di darat, makanan untuk anak harus diperhatikan karena tidak bisa selalu disamakan dengan makanan orang dewasa.
Untuk menyimpannya, pastikan untuk menggunakan tempat yang kedap cairan dan juga kedap udara. Selain untuk menjaga kualitas makanan, juga bisa menjaga barang-barang lainnya di dalam tas.
Bagaimana? Tipsnya cukup mudah untuk diterapkan, bukan? Sudah pasti keluarga menginginkan perjalanan mudik yang nyaman.
Yang jelas perjalanan mudik dengan menggunakan pesawat lebih nyaman karena lebih cepat sampai di tujuan tanpa terjebak kemacetan.
Lagipula, sekarang tak perlu khawatir dengan harga tiket pesawat mahal. Cek aja di https://www.reservasi.com yang selalu menawarkan promo tiket pesawat murah dengan diskon hingga Rp. 1 juta.
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?