Suara.com - Restoran makanan Asia di Selandia Baru, Bamboozle dianggap rasis sehingga dikecam oleh warganet.
Anggapan rasis ini, karena pengunjung di restoran itu disuguhi makanan cita rasa Asia yang diberi nama cukup aneh dan terkesan meledek.
Ada menu dengan nama Chirri Garrik an Prawn Dumpring, Eja Ku Rait, Ho Lee Phuk, hingga Granducle's Fish Har Gow.
Bagi masyarakat keturunan Cina dan masyarakat Selandia Baru, nama-nama menu tersebut dianggap meledek, karena ada stereotype orang Cina akan kesulitan melafalkan huruf L dan R.
Salah satu pengguna sosial media bahkan mengecam tindakan restoran secara terang-terangan. "Jijik. Bagaimana mungkin mereka berpikir pahwa ini pantas?," kata pengguna Twitter atas nama @shimmo23.
Sang pemilik restoran, Phillip Kraal bahkan dicap sebagai sosok 'sampah rasis yang kekanak-kanakan' oleh salah satu pengguna sosial media.
Dilansir dari News.com.au, Kraal mengatakan bahwa pengunjung sangat menikmati menu yang disajikan oleh restoran. "Hampir semua pelanggan kami menikmati menu sebagai bagian dari keseluruhan pengalaman dan kadang, mengungkapkan rasa kekecewaan ketika satu menu dihapus karena alasan menu musiman. Tapi kami menghargai ktitik dan secara sadar mempertimbangkannya," kata Kraal kepada New Zealand Herald.
Seorang pengacara terkenal berlatar belakang etnisitas Cina, Arthur Loo bahkan menganggap humor yang dimaksudkan oleh restoran Baboozle cukup menyedihkan di zaman sekarang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- Harga Sepeda Lipat Entry Level Terbaik Berapa? Ini 5 Rekomendasinya di Tahun 2026
- 3 HP Infinix Murah dengan Fast Charging 33W, Mulai Rp2 Jutaan
- Viral Pemblokiran Rekening Warga di Bank Mandiri, Bagaimana Regulasinya?
Pilihan
-
Rumor Jadi Kutu Loncat ke PSI, Ini Respon Menohok Dedi Mulyadi
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
Terkini
-
Jadi Tersangka Penipuan Rp3,5 Miliar, Ini Alasan Polisi Belum Tahan Ruben Onsu
-
Juventus Incar Emil Audero, Como Pasang Badan: Kiper Timnas Indonesia Tak Dijual!
-
Nggak Kapok, Artis Revaldo Fifaldi Kembali Ditangkap Terkait Narkoba, Polisi Sita Sabu dan Bong
-
Massa dari Pati Bakal Nginap di Depan DPR Mulai Besok Malam, Desak Koruptor Dihukum Mati
-
Kabut Asap Belum Reda, Siswa Pekanbaru Masih Belajar dari Rumah
-
Anomali Desil Ancam Penerima KIP, Selly Gantina Desak Pembentukan Timsus Evaluasi Data BPS
-
Bukan Pendakian Biasa, lni Cara Penyembuhan Luka di The Trouble with Heroes
-
Korban Gempa NTT Tembus 103 Orang, 1.666 Warga Terluka
-
Rekening Botok Diblokir Jelang Demo, Waketum MUI: Itu Langgar Hak Konstitusi
-
32.796 Titik Panas di Kalteng, Walhi Soroti Kerusakan Gambut dan Food Estate