Suara.com - Surabaya punya sebuah kampung yang dinamakan "Kampung Kue", tepatnya di kawasan hunian padat, Rungkut Lor II, Kecamatan Rungkut, Surabaya.
Setiap dini hari, warga setempat, baik para ibu maupun bapak sudah menjajakan berbagai macam kue tradisional di depan rumahnya masing-masing.
Mulai dari kue basah seperti pastel, lemper, dadar gulung, donat rogut, dan bolu pisang, sampai varian kue kering, salah satunya, almond crispy yang kini menjadi ikon oleh-oleh khas Surabaya.
Untuk mendapat predikat sebagai "Kampung Kue" yang juga sudah dikenal oleh banyak wisatawan, ada proses yang cukup panjang yang harus warga setempat lalui. Perlu waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun sampai tercipta komunitas "Kampung Kue".
Hal ini, tak lepas dari perjuangan penggagasnya, Choirul Mahpuduah, mantan aktivis yang dulu pernah di penjara, karena vokal memperjuangkan hak-hak para buruh.
Awalnya Banyak yang Menolak
Perempuan bertubuh tinggi tersebut pun mulai menceritakan jatuh bangunnya saat mulai merintis usaha tersebut. Ia memulainya pada 2005 dan memiliki niat untuk mengajak para ibu memiliki kegiatan yang menghasilkan uang untuk kehidupan keluarganya sehari-hari.
"Tahun tersebut, terjadi krisis ekonomi. Kami bekerja di pabrik, rata-rata ibu-ibu di sekitar saya sudah kena PHK. Mereka banyak yang terlilit utang sama rentenir. Saya ingin mengubah perspektif mereka, bahwa bekerja itu tidak hanya sama orang lain. Bekerja sendiri membuat kita lebih mandiri dan bermartabat," ujar dia panjang lebar kepada Suara.com, beberapa waktu lalu.
Saat itu, lanjut perempuan yang akrab disapa Irul, sudah banyak ibu membuat kue tradisional yang dijajakan di pasar. Namun, mereka tak terkoordinasi dan dilakukan sendiri-sendiri, sehingga dampaknya pun tidak signifikan.
Baca Juga: Miris, Ada Sekolah SD Beralas Tanah dan Dinding Daun Nipah
Ia pun berusaha mengajak para ibu, namun tak berjalan mulus. Berbagai penolakan Irul terima, karena ibu-ibu tersebut merasa pesimis dengan ide yang Irul sampaikan pada saat itu.
"Saat itu, saya mendatangi mereka ke rumah satu persatu, banyak yang menolak, tapi prinsip saya ini adalah gerakan perubahan. Jadi, saya fokus saja pada yang menerima. Sampai urunan modalnya Rp50ribu per orang. Kami tiga orang, jadi modal awal waktu itu Rp150 ribu," kenang dia.
Dari sanalah Irul mulai dengan sabar membantu ibu-ibu membuat berbagai kue dengan ilmunya. Nyatanya, semakin banyak warga di sekitarnya yang mulai tertarik ikut. Dari 20 pembuat kue, hingga 60-an pedagang.
Bahkan, kata dia, para bapak yang awalnya bekerja di pabrik, kini fokus membantu istrinya untuk membuat kue, dan nama "Kampung Kue" semakin dikenal dan maju.
Kampung Kue Jadi Terkenal hingga Sekarang
Hal ini berdampak pula pada tingkat produksi yang semakin meningkat. Segmen pasar yang semakin luas, misalnya dari menengah bawah, naik menjadi menengah atas, hingga warga setempat bisa memiliki penghasilannya dan lepas dari lilitan utang.
Ratusan kue diproduksi dalam sehari, perputaran uang pun, menurut Irul, bisa mencapai puluhan juta rupiah. Namun bukan berarti usahanya ini tanpa kendala.
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Gamer Siap-Siap! Nintendo Switch dan Switch 2 Bakal Resmi Masuk Indonesia Desember 2026
-
Dorong Purnabakti Berwirausaha, BRI Hadirkan Kemudahan Pembiayaan Toko Mandiri Indogrosir
-
Buka Rekening BRI di Summarecon Bekasi, Nikmati Cashback Spesial BRImo!
-
200 Truk Kontainer di Tanjung Priok Diuji Emisi Demi Kejar Udara Bersih Pelabuhan
-
Andrie Yunus Alami Kecemasan Berat, KontraS Ungkap Kondisi Terkini
-
3 Juta KK Sudah Masuk Perlinsos Digital, Pemerintah Uji Sistem di 43 Daerah
-
Jepang-Rusia Memanas! Kunjungan Putin dengan Kapal Perang ke Kuril Bikin Tokyo Murka
-
Pergi Jauh, Tanah Air Tetap Jadi Rumah: Kisah Diaspora Memaknai Indonesia
-
91% Orang Indonesia Anggap Kesehatan Holistik Penting, Ternyata Bukan Sekadar Bebas Penyakit
-
Produksi Melimpah Harga Jatuh, Wakil Ketua DPRD Jateng Soroti Nasib Petani Garam