Suara.com - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) kembali menggelar Festival Crossborder Skouw 2018. Dengan semangat Indonesia Incorporated, perbatasan Skouw, Papua, akan dibuat lebih panas, karena penyanyi reggae papan atas Indonesia, Ras Muhammad, siap dihadirkan.
Event ini juga dimeriahkan Dave Solution. Edisi kedua Festival Crossborder Skouw 2018 akan digelar 25-27 Oktober 2018.
Edisi pertama Festival Crossborder Skouw 2018 digelar 7-9 Agustus lalu. Event ini sukses besar, karena dihadiri sekitar 4 ribu - 5 ribu wisatawan Papua Nugini.
Sukses inilah yang ingin diulangi Kemenpar, sehingga Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw kembali dipilih sebagai venue. Edisi kedua ini menjadikan reggae sebagai warna utama.
“Kami sengaja memilih reggae di Festival Crossborder Skouw edisi kali ini. Kami harap, genre ini akan membuat suasana semakin meriah. Makin banyak menarik kunjungan masyarakat Papua Nugini datang untuk melihat dan menikmati pesta reggae,” harap Plt Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata, Ni Wayan Giri Adnyani, Rabu (17/10/2018).
Ia mengaku sangat optimistis, edisi kedua festival ini akan sukses, karena wisatawan Papua Nugini sangat aktif.
“Mereka sering menyeberang untuk menikmati berbagai hal di Papua. Ini yang membuat Festival Crossborder Skouw edisi pertama kemarin sukses. Kami optimistis, kehadiran Ras Muhamad akan menarik kunjungan wisatawan PNG lebih besar. Ras Muhamad adalah musisi besar,” terangnya.
Kali ini, tema yang diangkat adalah "Indonesia Incorporated". Semua energi positif Festival Crossborder Skouw bisa dinikmati mulai pukul 10.00 WIT setiap hari.
Hari pertama festival, Kamis (25/10/2018), langsung menyajikan performa Ras Muhamad. Sang Indonesia’s Reggae Ambassador mulai show pukul 14.45 WIT.
Di kalangan pecinta reggae, namanya sudah sangat dikenal. Sedikitnya sudah 6 album yang dihasilkannya. Ada banyak hits yang dikeluarkan.
Ia pun pernah memikat publik Brooklyn dan New York, Amerika Serikat.
“Fans Ras Muhamad ini besar. Kreativitas dan produktivitasnya sangat tinggi. Dia salah satu panutan di jalur musik reggae. Masyarakat di Skouw dan sekitarnya juga memiliki minat tinggi terhadap musik ini,” tegas Giri Adnyani.
Selain Ras Muhamad, Festival Crossborder Skouw juga menghadirkan Dave Solution. Aksi grup band reggae dari Papua Barat ini bisa dinikmati Sabtu (27/10/2018), mulai pukul 14.30 WIT.
Dave Solution bukan nama asing di acara ini. Pada 2017, ia ikut manggung di festival ini. Waktu itu, mereka juga sukses membius para pengunjung dengan aransemen musiknya yang unik.
“Festival ini adalah event luar biasa. Ada banyak energidan inspirasi yang akan disebarkan. Kami juga menawarkan beragam kesegaran. Kami harap, pesta reggae ini tidak terlewatkan. Melalui event ini juga, industri pariwisata Skouw semakin berkibar, sebab potensi besar dimiliki Skouw,” jelas Asisten Deputi Bidang Pemasaran I Regional III Kementerian Pariwisata, Ricky Fauziyani.
Selain deretan bintang tamu, Skouw juga menampilkan parade band lokal. Formatnya melalui kompetisi.
Selain itu, festival ini juga memberi slot bagi Mixmate Band asal Papua Nugini. Ada juga PNG Traditional Dance, dan Papua Traditional Dance.
“Potensi market PNG ini menarik. Mereka sangat responsif terhadap event yang digelar di Skouw. Arus masuk wisatawan PNG juga menarik. Setelah festival ke dua tahun ini di Skouw, kami yakin arus masuk wisatawan PNG makin besar. Ada banyak penawaran menarik yang diberikan Skouw,” ujar Ricky lagi.
Arus masuk wisman melalui pintu PLBN Skouw relatif tinggi. Dari rentang Januari hingga Agustus 2018, pintu ini sudah dilewati 72.999 wisman.
Pergerakannya fluktuatif. Kunjungan tertinggi di Januari dengan 12.616 wisman. Titik terendah arus masuk wisman 5.864 orang di bulan Juni. Jumlah total itu lebih tinggi dari Atambua, dengan 46.971 wisman di rentang periode sama.
“Optimalisasi kunjungan memang harus dilakukan di Crossborder Skouw. Potensi di sana menjanjikan. Masih ada waktu untuk terus melakukan optimalisasi pasar PNG. Festival Crossborder Skouw dengan tema unik seperti ini akan berpengaruh positif,” ujar Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya yang sukses membawa Kemenpar No. 1 dan terpilih sebagai #TheBestMinistryTourism2018 se-Asia Pasifik di Bangkok itu.
Berita Terkait
-
Jawab Kritik DPR, Menpar Widiyanti Jelaskan Soal Ratusan Penghargaan Pariwisata
-
Kemenpar Klarifikasi Isu Larang Airbnb, Ini Fakta Terkait Penataan OTA di Bali
-
Kemenpar Dukung Pesta Diskon Nasional 2025: Potongan Harga 20-80 Persen!
-
Chef Hotel Turun Gunung! Kemenpar Sekolahkan Kepala Dapur Gizi untuk Program MBG
-
Telkomsel Jaga Bumi Dukung GWB di Tanjung Pinang dan Manado: Wujudkan Pariwisata Berkelanjutan
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
Terkini
-
10 Promo Skincare dan Makeup Viva Cosmetics Terbaru Februari 2026
-
Kekayaan Hary Tanoesoedibjo yang Namanya Masuk Epstein Files
-
Belajar Menang dari Proses: Perjalanan Panjang Siswa Indonesia di Dunia Robotika Global
-
Daftar Kode Terselubung dalam Epstein Files, Ada Pizza hingga Ice Cream
-
Dorong Smart Diplomacy, OIC Youth Indonesia Siapkan Pemimpin Muda Global
-
5 Rekomendasi Smart TV 32 Inch Murah Terbaik untuk Keluarga Baru
-
Siapa Keluarga Rothschild yang Disebut dalam Epstein Files? Ini Profilnya
-
Kenapa Pakai Retinol Perih dan Gatal? Ini 5 Retinol yang Aman untuk Pemula
-
88 Negara Bebaskan Visa untuk WNI, Ini Beda Visa on Arrival dan Electronic Travel Authorization
-
Ramadan di Saudi, Perpaduan Refleksi Spiritual dan Pesona Destinasi Dunia