Suara.com - Peneliti perempuan masih jarang didengar gaungnya di Indonesia. Tapi Sylvia Ayu Pradanawati, seorang peneliti di Universitas Surya, mencoba mengangkat diri dan mendobrak asumsi tersebut. Sylvia yang mendapat gelar Sarjana Teknik di bidang Teknik Fisika pada 2011 dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, merupakan seorang penerima beasiswa dari National Taiwan University of Science and Tech untuk tingkat Master sampai PhD.
Ia mengatakan, dunia penelitian adalah jalan hidup yang ia pilih. "Pada dasarnya, dunia penelitian adalah sebuah passion. Seorang peneliti melakukan penelitian dalam setiap aspek kehidupan," katanya beberapa waktu lalu di Jakarta.
Sylvia mulai menyukai penelitian ilmiah sejak duduk di bangku SMA dan mulai tertarik pada penelitian mengenai kanker paru-paru ketika kuliah di jenjang S1.
Ia kemudian melanjutkan program Doctoral pada 2013 dan mendapatkan award fast track program untuk PhD yang membuat ia tertarik untuk meneliti baterai sebagai renewable energy.
Menariknya, Sylvia dilimpahi dukungan penuh dari keluarga atas passion-nya ini. Karena bukan hanya Sylvia saja yang merupakan peneliti, tetapi suaminya juga berkecimpung di bidang yang sama. Bahkan sang anak yang baru berusia 4,5 tahun pun bercita-cita menjadi seorang peneliti.
Kata Sylvia, peneliti bukan hanya sebuah profesi, melainkan juga sebagai sebuah passion karena adanya semangat memecahkan masalah dan membantu orang lain dalam setiap proses penelitian.
Beberapa penghargaan yang pernah Sylvia raih adalah Indonesia’s Ambassador in Exclusive International students Group pada “MEASAT 3A Communication Satelite launch” di Moskow, Rusia dan Kazakhstan pada tahun 2009; menjadi finalis pertukaran pelajar luar negeri Indonesia – Kanada pada 2010, dan meraih Best Poster Award dari Asia Working Group Meeting on Computational Design of Materials for Energy Conversion and Storage di Taipei, Taiwan pada 2013.
Kini, Sylvia berencana untuk membuat penelitian memanfaatkan sekam padi yang mengandung Silicon Carbida (SiC), yang merupakan salah satu komposisi utama dalam pembuatan anoda baterai berbasis silikon.
Secara teoritis, sekam padi mampu menjadikan anoda baterai yang baik dan stabil. Hal ini dapat membantu memenuhi kebutuhan di daerah terpencil akan sumber listrik yang aman dan awet.
Baca Juga: Kini SpaceX Bisa Luncurkan 12.000 Satelit
Sebagai permulaan dari jalan panjang penelitiannya, Sylvia mendapat dukungan dana penelitian melalui program L’Oréal-UNESCO For Women In Science yang diselenggarakan awal Nopember 2018 lalu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Hanya di Jateng, DIY Berlakukan Pajak Opsen 66 Persen, Pajak Kendaraan Tak Naik
- 5 Sepatu Tanpa Tali 'Kembaran' Skechers Versi Murah, Praktis dan Empuk
- Jalan Lingkar Sumbing Wonosobo Resmi Beroperasi, Dongkrak Ekonomi Tani dan Wisata Pegunungan
- 5 Rekomendasi HP Layar Besar untuk Orang Tua Mulai Rp1 Jutaan
- 10 Rekomendasi Cream Memutihkan Wajah dalam 7 Hari BPOM
Pilihan
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
-
Impor Mobil India Rp 24 Triliun Berpotensi Lumpuhkan Manufaktur Nasional
-
Jadwal Imsak Jakarta Hari Ini 20 Februari 2026, Lengkap Waktu Subuh dan Magrib
-
Tok! Eks Kapolres Bima AKBP Didik Resmi Dipecat Buntut Kasus Narkoba
-
Bisnis Dihimpit Opsen, Pengusaha Rental Mobil Tuntut Transparansi Pajak
Terkini
-
Chef Devina Bagikan Tips Mempercantik Dapur agar Masak Lebih Menyenangkan
-
Tren Desain Masa Kini, Mengangkat Budaya Lokal ke Panggung Global
-
The Sultan Hotel & Residence Jakarta Gelar Exclusive Iftar Gathering "Ramadan Cita Rasa Sultan"
-
Jadwal Imsak dan Subuh Wilayah Yogyakarta Sabtu 21 Februari 2026
-
Bolehkah Puasa Tapi Tidak Tarawih? Simak Penjelasan Fiqih untuk Pekerja Sibuk
-
Doa Makan Sahur: Bacaan Lengkap, Niat Puasa, dan Keutamaannya
-
Kapan Batas Akhir Salat Tarawih di Bulan Ramadan 2026?
-
Kapan Batas Waktu Lapor SPT Tahunan? Segini Dendanya Jika Telat
-
Jam Berapa Buka Puasa Jabodetabek Hari Ini? Ini Waktu Adzan Maghrib Resmi
-
Cara Membuat Sambal Kacang Gorengan yang Gurih dan Kental, Cocok untuk Buka Puasa