Suara.com - Indonesia adalah negara dengan ragam motif batik yang kaya. Tak cuma di tanah Jawa, batik juga bisa ditemukan di Sumatera, Kalimantan, bahkan dari pulau Bali. Jenis kain batik sendiri umumnya terdiri dari batik tulis, cap, hingga kombinasi.
Nah, belakangam banyak ditemukan produk fesyen menggunakan batik printing yang diimpor dari negara seperti China. Lalu bagaimana pendapat Yayasan Batik Indonesia akan serbuan batik printing ini?
Disampaikan Ketua Yayasan Batik Indonesia Yultin Ginanjar Kartasasmita, batik menurutnya adalah sebuah proses. Untuk membuat sehelai kain batik dibutuhkan proses panjang mulai dari menggambar motifnya, menempelkan malam, hingga mencucinya dengan pewarna. Proses ini bisa dilakukan berulang kali jika kain batik yang akan dibuat terdiri dari berbagai warna.
"Batik adalah proses. Kita gambar dulu, menempelkan malam, lalu dicuci dicelup, dikeringkan beberapa kali. Kalau mau beda warna bisa tiga kali. Itu yang namanya membatik. Yang timbul di pasaran itu bukan batik, tapi tekstil bermotif batik. Jadi itu printing namanya," ujar Yultin di sela-sela pembukaan GBN 2019 di Jakarta, Rabu (8/5/2019).
Yultin menambahkan, Yayasan Batik Indonesia sendiri, kata dia, tidak menggolongkan tekstil bermotif batik dalam jenis batik. Pasalnya, tekstil bermotif batik tersebut tidak melalui proses sebagaimana dilakukan pada kain batik.
"Tekstil bermotif batik tidak di-malam, tidak mengenal proses yang kami bikin. Nah, Yayasan Batik Indonesia sudah berusaha bagaimana batik tekstil tidak membanjiri Indonesia. Kami sudah ke Kemendag beberapa kali ternyata kami tidak bisa menahan batik printing," lanjutnya.
Alasan Kementerian Perdagangan tetap memperbolehkan tekstil bermotif batik beredar di Indonesia, kata Yultin, karena kebutuhan. Menurutnya, untuk membuat seragam batik di sebuah perusahaan, dibutuhkan kain beribu meter yang jika menggunakan batik asli atau tulis bisa memakan biaya yang besar.
"Kita Yayasan Batik juga tidak bisa melarang batik printing. Printing kan murah, untuk seragam kan butuh beribu-ribu meter. Jadi memang tetap diperlukan. Kita tidak melarang batik tekstil. Memang apapun yang kita lakukan ke Kemendag mereka juga tidak bisa melarang adanya impor batik luar karena sekarang musim globalisasi. Jadi kita tidak bisa melarang," imbuhnya.
Untuk itu, kata Yultin, Yayasan Batik Indonesia berusaha mengedukasi masyarakat akan jenis-jenis batik dan prosesnya lewat Gelar Batik Nusantara yang diselenggarakan di JCC Senayan, 8-12 Mei 2019. Tak hanya pameran, di GBN 2019 masyarakat juga bisa berpartisipasi dalam workshop membatik.
Baca Juga: Diplomasi Batik Warnai Indonesia Memimpin Sidang Dewan Keamanan PBB
"Bagaimana caranya kita edukasi ke masyarakat bahwa batik itu harus tetap dilestarilan. Caranya dengan kita menggunakannya, mengetahui cara pembuatannya sehingga bisa menghargai karya para pengrajin batik," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
Terkini
-
Prabowo Mau Pidato, 103 Anggota Dewan Absen di Sidang Tahunan MPR
-
Pelita Air Pangkas Harga Tiket 45 Persen, Bidik Lonjakan Penumpang di HUT RI
-
Tragedi Tambang Emas Pohuwato, PETI Disebut Tak Sekadar Pelanggaran Izin
-
Harga Mobil Listrik Murah Kia EV3: Intip Spesifikasi SUV Canggih Ini!
-
6 Zodiak Paling Ambisius, Pantang Menyerah demi Meraih Impian
-
Feng Shui Arah Rumah Menghadap Tenggara, Benarkah Magnet Rezeki?
-
IHSG Merah Jelang Pidato Prabowo, Bergerak di Level 6.200
-
Kawal Pidato Kenegaraan Prabowo, 8.095 Personel Gabungan Jaga Ketat Gedung DPR
-
Viral Festival Balon Bondowoso 2026 Kehilangan Ciri Khas, Banyak Atribut MBG Hingga Kopdes
-
BRI Serahkan Ambulans untuk Perkuat Layanan Kemanusiaan Relindo Batang