Suara.com - Alami Kebotakan dan Rambut Rontok, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya
Kebotakan dan rambut rontok menjadi masalah utama kesehatan rambut dan kulit kepala pada lelaki. Nah, bagi Anda yang mengalaminya, jangan takut karena solusinya ada di depan mata.
Menurut data pelanggan Erha Clinic, kasus kerontokan rambut pada lelaki dan perempuan, terutama lelaki umumnya disebabkan oleh Alopecia Androgenic, sebuah kondisi kerontokan dan kebotakan yang dipicu karena faktor hormonal.
Melalui siaran pers, Erha Clinic menyebut rata-rata manusia memiliki 100.000 folikel rambut di kepala. Setiap orang lahir dengan jumlah folikel yang tetap hingga dewasa dan jumlah folikel ini tidak dapat ditambah dengan cara apapun.
Berkurangnya jumlah folikel adalah proses alami yang terjadi seiring dengan bertambahnya usia, namun perawatan yang efektif mampu mempertahankan kesehatan rambut dan folikelnya. Rambut manusia memiliki keunikan dibandingkan sistem organ lainnya, karena rambut mengalami siklus pengulangan pertumbuhan yang berlangsung selama 2 hingga 7 tahun.
Siklus pertumbuhan rambut terbagi dalam 3 fase, yaitu fase Anagen, Katagen, dan Telogen. Fase Anagen berlangsung selama 2-6 tahun dan merupakan fase pertumbuhan aktif dari siklus rambut.
Fase kedua adalah fase Katagen, dimana fase ini berlangsung 2-3 minggu dan merupakan fase transisi dalam proses pertumbuhan rambut. Fase ketiga adalah fase Telogen yang berlangsung sekitar 100 hari dan merupakan fase istirahat pada folikel rambut yang berlangsung sejak rambut rontok hingga helai rambut berikutnya tumbuh kembali.
Kebotakan pada lelaki umumnya memiliki pola tertentu, yaitu kebotakan yang dimulai dari dahi dan yang dimulai dari vertex (bagian atas kepala belakang). Pada perempuan penipisan rambut dapat dipicu dan dipengaruhi oleh gangguan hormon androgen pada tahap pre-menopause.
“Kerontokan rambut dan kebotakan bukanlah suatu kondisi yang membahayakan, tetapi dapat menimbulkan dampak psikologis dan sosial bagi yang mengalaminya. Erha Clinic mengerti bahwa pengobatan kerontokan dan kebotakan rambut harus disesuaikan dengan kondisi dari masing-masing pasien, oleh karena itu Erha Clinic merancang layanan Personalized Hair Growth and Scalp Program,” jelas dr. Norita Sembada, Director of Business Development Derma Global Ventura.
Baca Juga: Kentang Goreng Restoran Cepat Saji Ini Bisa Atasi Kebotakan
SELANJUTNYA: Penyebab Kerontokan Rambut dan Cara Mengatasinya
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
9 Bank Sudah Bangkrut di Indonesia Sepanjang Tahun 2026, Ini Daftarnya
-
Sifat Trapesium, Jenis-jenis, Rumus Luas Keliling Lengkap dengan Contoh Soal
-
3 Warga Negara Israel Diduga Anggota IDF Berprilaku Kasar di Bali
-
UEA Bekukan Transaksi Iran, Harga Minyak Capai Level Tertinggi 4 Pekan Terakhir
-
Miris! 9 Perempuan Disandera di Distrik Jila Mimika, Mayoritas Pelajar SD dan Ada yang Hamil Muda
-
Temui Korban Gempa NTT, Purbaya: Presiden Prabowo Tidak Melupakan Kondisi Masyarakat
-
Bulan Bintang Kembali Berkibar di Aceh, Ada Apa di Balik Kericuhan?
-
Pukul Pacar, Dokter di Bali Ditetapkan Tersangka dan Ditahan
-
Ramalan Shio Hari Ini 20 Agustus 2026 Lengkap: Keputusan Besar Menanti, Siapa Paling Hoki?
-
Ganti Rugi Lahan Stadion Sudiang Rp18 Miliar Belum Dianggarkan