Suara.com - Hari ini, tak mudah melihat keberadaan burung cenderawasih sekalipun menyisir habitat mereka di pedalaman hutan Tambrauw, Papua Barat.
Menikmati keelokan paras burung nan puspa warna tersebut konon membutuhkan trik khusus sebab cenderawasih dikenal sebagai burung yang sangat sensitif dengan keberadaan manusia.
Lantas apa yang bisa kita lakukan untuk menikmati cantiknya rupa dan nyanyian sang cenderawasih? Berikut 4 trik menyimak keberadaan cenderawasih versi Suara.com yang dihimpun dari berbagai sumber.
Bersembunyilah di balik pohon
Dikenal sebagai burung dengan penglihatan yang begitu tajam, cenderawasih sanggup mengetahui keberadaan manusia dari tempat ia bertengger maupun mengudara.
Lantas, agar keberadaan kita tak terendus, bersembunyilah di balik pepohonan.
Selain itu, gunakan baju berwarna gelap macam kaus hitam, cokelat dan hijau tua yang akan memperhalus penyamaran dan membuat kita menyaru dengan alam sekitar.
Tidak boleh mandi
Tak hanya memiliki penglihatan yang tajam, cenderawasih juga dibekali dengan indra penciuman yang begitu kuat. Burung ini bahkan sanggup mencium aroma wewangian dari tubuh manusia.
Baca Juga: Polisi Sita 141 Burung Kakatua Ilegal di Indragiri Hilir
Maka, sangat disarankan tidak mandi dan menggunakan parfum, jika ingin menyimak pesona si cantik cenderawasih secara diam-diam.
Tetaplah senyap, jangan berisik
Tak hanya aroma dan keberadaan kita yang harus dicermati, untuk dapat menyimak keberadaan cenderawasih, sangat disarankan untuk tidak berisik dan menjaga keadaan sesenyap mungkin.
Burung langka ini juga memiliki pendengaran yang sama tajamnya dengan penglihatannya.
Persiapkan mental, fisik dan kesabaran sebaik mungkin
Tak mudah memang untuk dapat menyimak keberadaan cenderawasih.
Kita harus rela bangun pagi buta sebab cenderawasih hanya akan bertengger di pepohonan sekitar pukul 06.00 hingga 09.00 WITA.
Selepasnya, cenderawasih akan terbang mencari makan dan kembali lagi ke sarang mereka pada sore hingga malam hari.
Sementara itu, medan tak terduga di pedalaman Tambrauw, juga mengharuskan kita berkompromi dengan keadaan sekitar agar dapat menyimak geliat dan nyanyian sang cenderawasih.
Berita Terkait
-
Proyek Palapa Ring Timur Papua Terkendala Angkut Pekerja dan Kabel Optik
-
KPU Jayawijaya Jemput Paksa Logistik Pemilu ke Distrik
-
Emil Salim Saran Duit Pindah Ibu Kota Buat Bangun Papua
-
Kapal Cepat Berpenumpang 5 Orang Hilang Saat Menuju Pulau Seram
-
PDIP: Sistem Noken, 100 Persen Suara di 25 Distrik Papua untuk Jokowi
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar
-
3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan
-
Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan
-
Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee
-
KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui
-
BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo
-
Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan
-
Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya
-
PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan