Suara.com - Di era modern seperti sekarang ini, media sosial dapat menjadi salah satu cara untuk membagikan pendapat ataupun keluhan kepada banyak orang. Salah satunya adalah dalam hal kuliner.
Mulai dari review makanan, hingga komplain atas rasa atau pelayanan sebuah restoran, semuanya dapat dibagikan lewat media sosial.
Namun, belum lama ini, seorang warganet yang membagikan pengalamannya saat makan di McDonalds Malaysia malah sukses menjadi bahan tertawaan.
Dilansir dari World of Buzz, warganet ini diketahui tengah protes karena ayam yang dimakannya di McDonalds belum matang sempurna.
Tak hanya itu, komplainnya terhadap pegawai McDonalds pun tidak ditanggapi serius.
Sayang, bukannya ditanggapi serius, warganet malah sibuk menertawakan bahasa Inggris yang digunakan untuk menulis komplain.
Pasalnya, bukannya langsung paham isi komplain, warganet malah dibuat bingung dengan kosakata dan susunan kata yang dia gunakan.
Salah satunya adalah lelaki itu menulis dia makan di McDonalds pukul 6 malam tapi menyebutnya "breakfast" atau sarapan.
Tak hanya itu, lelaki ini juga terlihat menyertakan foto gerai bubble tea yang membuat warganet makin bingung dengan apa yang sebenarnya hendak dia keluhkan.
Baca Juga: Duh, Minum di Restoran Cepat Saji, Lidah dan Bibir Bocah Ini Melepuh
"Pilihannya antara kau menulis dengan bahasa China, atau tidak menulis sama sekali. Bahasa Inggris macam apa ini?" komentar warganet, mengingatkan bahwa lelaki itu membagikan keluhannya di forum berbahasa China.
"Tolong gunakan bahasa China. Level bahasa Inggrismu terlalu tinggi. Aku tidak mengerti."
"Bahasa apa yang baru saja kubaca?"
Diduga, warganet ini memang menggunakan Google Translate untuk menulis komplainnya.
Apa kamu bisa memahami apa maksud komplain dari warganet ini?
Berita Terkait
-
Review Film Zola: Ketika Kisah Media Sosial Berubah Menjadi Momen Mencekam!
-
Ancaman 'Micro-Cheating': Saat Perselingkuhan Berlindung di Balik Fitur Privasi Digital
-
Fenomena HopeTok di Era Digital: Kenapa Konten Positif Semakin Dicari GenZ?
-
Escapism di Layar: Mengapa Konten Flexing Laku Keras di Media Sosial?
-
Krisis Identitas Gen Z: Saat Algoritma dan Media Sosial Membentuk Jati Diri
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
6 Saham Masuk Rekomendasi di Tengah Penurunan Tensi Perang, Ada Emiten BIPI
-
Penjaga Sekolah di Bintan Peras Uang Jajan Siswa SD Selama 3 Tahun Demi Main Judi Online
-
PSIS Kunci Raffinha, Mahesa Jenar Perkuat Misi Kembali ke Super League
-
Cashlez Kantongi Dana Rp237,2 Miliar dari Rights Issue, Siap Perluas Ekosistem Pembayaran Digital
-
Kobaran Api Kepung Hutan Gunung Jati
-
Deepfake AI Teror Mahasiswi PTN di Solo, Polisi Kantongi Profil Terduga Pelaku
-
Penjualan Semen SIG Tembus 18,27 Juta Ton, Naik 5,6% di Tengah Persaingan Ketat
-
Anggaran Militer Melejit Rp187 T, Kabinet Bayangan: Mau Perang dengan Korbankan Demokrasi?
-
Siap-Siap! Jatim Usulkan 2.100 Kursi CPNS 2026, Ini Bocoran Jadwalnya
-
IHSG dan Rupiah Melemah Usai Perry Warjiyo Mundur, Gubernur BI Buka Suara