Suara.com - Salah seorang ibu yang tengah liburan keluarga bersama 3 anaknya sukses mengalami mimpi buruk saat menyadari bahwa salah satu anaknya tertinggal di bandara.
Dikutip dari laman Mirror, ibu bernama Nicola Purdy tersebut mengajak ketiga anaknya untuk liburan ke Kreta, Yunani selama seminggu.
Namun, salah satu anaknya yang menderita autis tiba-tiba sakit perut saat mereka tiba di bandara Heraklion sebelum pulang dari liburan.
Dikatakan, anak Nicola Purdy yang bernama Jack tersebut menderita sakit perut parah dan muntah-muntah.
Akibatnya, Jack pun harus berkunjung ke dokter untuk melakukan pemeriksaan lebih dulu. Saat itu, Nicola Purdy sudah diberitahu bahwa pihak bandara akan memastikan anaknya naik pesawat.
Sama sekali tak curiga, ibu ini pun lantas naik pesawat bersama dua anaknya yang lain. Saat itu, kursi Jack memang masih kosong.
Namun, bukannya mengecek, Nicola Purdy menduga jika anaknya telah mendapat tempat duduk prioritas di depan.
Empat jam kemudian, ketika mereka akhirnya mendarat di Bandara Cardiff, barulah ibu ini sadar jika anaknya hilang.
Nicola Purdy bahkan sempat mencari selama tiga setengah jam lamanya, sampai dia sadar jika Jack tertinggal di Yunani tanpa paspor, uang, maupun ponselnya.
Baca Juga: Penerbangan Ditunda, Pria Ini Tuntut Petugas Bandara Berlutut Minta Maaf
"Anakku sakit dan staff memutuskan untuk memanggil dokter meski aku berkata jika tidak ada yang bisa mereka lakukan jika dia mengalami hal ini," kata Nicola Purdy.
"Tapi dokter datang dan mengambilnya serta boarding pass-nya, berkata jika mereka akan menerbangkannya di kursi prioritas."
Walau sudah berumur 24 tahun, penyakit autisme yang diderita Jack tetap membuat ibunya khawatir dengan insiden anak hilang ini.
Untunglah, setelah mendapat perawatan medis, pihak travel agent pun akhirnya mengirim Jack kembali ke bandara dan mendampinginya naik penerbangan pulang di hari berikutnya.
"Dia menangis. Ketika dia sampai rumah, dia masih merasa tidak enak badan."
"Yang terjadi pada anakku adalah sesuatu yang mengerikan. Aku merasa tidak punya kontrol atas situasi yang ada. Ini adalah pengalaman buruk," tambah Nicola Purdy.
Berita Terkait
-
Aksi Heroik Zaskia Adya Mecca Berbuah Manis: Tangis Afifa di Pinggir Tol Berakhir di Pelukan Ayah
-
Aksi Heroik Zaskia Adya Mecca: Selamatkan Gadis Misterius yang Menangis di Pinggir Tol
-
Definisi Gen Alpha, Bocah 5 Tahun Semringah Meski Berstatus 'Anak Hilang' di Kantor Polisi
-
8 Anak Terpisah dengan Keluarga di Malioboro, Wali Kota Jogja: Bisa Ditemukan Kurang dari 15 Menit
-
Australia Barat, Destinasi Liburan Keluarga yang Nyaman untuk Semua Generasi
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
Skincare Berbasis Exosome Kian Populer, Apa Bedanya dengan Formula Biasa?
-
Makin Mudah, Ini Keuntungan Belanja Fashion Premium Secara Online
-
Layanan Keuangan Makin Digital, Ini Kemudahan yang Bisa Dinikmati Masyarakat
-
The Rise of Jamu Culture, Gerakan Mengajak Generasi Muda Bangga Minum Jamu
-
7 Zodiak Paling Beruntung Besok 9 Juni 2026, Salah Satu Hari Terhoki Tahun Ini
-
Dari Labubu sampai Si Juki, Amazing Toy Show Jakarta Bakal Satukan Kreator dan Kolektor
-
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Panel Surya Kian Jadi Pilihan untuk Bumi yang Lebih Bersih
-
Berapa Harga Crocs Asli? Ini Cara Membedakannya dengan yang Palsu
-
5 Bedak Tabur yang Bagus untuk Usia 30-an, Bikin Makeup Halus dan Tahan Lama
-
5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan