Suara.com - Pengamat militer dan intelijen Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati membeberkan fakta menarik bahwasannya perempuan Indonesia kini rentan terpapar radikalisme dan banyak direkrut oleh kelompok-kelompok radikal.
Susangingtyas menjelaskan ada beberapa faktor yang membuat perempuan Indonesia rentan terpapar paham radikal.
Antara lain faktor agama, sosial dan budaya yang membuat perempuan Indonesia terpinggirkan. Apalagi, kata dia, perempuan di pedesaan yang tingkat pendidikan dan ekonominya rendah.
"Utamanya di pedesaan tidak menjadi korban dari rekrutmen ISIS-lah. Di sana itu akhirnya kita harus menghadapi anak-anak gadis kita menikah, lalu apabila suaminya kombatan meninggal di peperangan. Nanti dinikahkan lagi oleh kombatan lain, mau tidak mau harus diterima begitu saja. Kasihan kan dan mereka merasa itu sebagai kepatuhan sebagai seorang istri, tidak boleh protes," jelas Susaningtyas dalam sebuah diskusi di Jakarta seperti mengutip VOAIndonesia.
Susaningtyas menambahkan pencegahan penyebaran paham radikal ini tidak bisa dilakukan secara terpisah dan sendiri-sendiri, seperti oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), kepolisian dan TNI. Menurutnya, semua pihak terkait seperti dinas sosial, dinas pendidikan, dinas agama harus dilibatkan dalam gerakan pencegahan paham radikal ini.
Di samping itu, menurutnya, perlu ada gerakan literasi bagi perempuan Indonesia untuk memberikan pemahaman yang benar tentang agama dan ideologi Pancasila yang sudah disepakati bersama.
"Perempuan itu harus mengerti haknya, apa itu demokrasi. Sebenarnya yang dikatakan thogut itu apa sih? Jadi jangan semata-mata percaya, bahwa itu yang harus dipercaya. Itu adalah keyakinan terhadap Pancasila dan demokrasi sebagai thoghut (tuhan selain Allah, red.) aparat dan orang yang tidak sepaham dianggap thoghut," tambahnya.
Beberapa tahun terakhir ini aksi teror di Indonesia tidak hanya melibatkan laki-laki saja melainkan juga perempuan. Para perempuan ini terlibat dalam penyebaran radikalisme di media sosial dan menjadi pelaku bom bunuh diri. Salah satu contohnya yaitu keterlibatan perempuan dalam rentetan teror bom di 3 gereja di Surabaya, Jawa Timur pada tahun lalu.
BNPT Mengaku Sudah Punya Program Penguatan Perempuan & Remaja
Baca Juga: Studi, Perempuan Indonesia Lebih Suka Lelaki yang Taat Beribadah
Menanggapi itu, Direktur Pencegahan BNPT Hamli menjelaskan telah memiliki program penguatan untuk perempuan dan kelompok remaja. Sebab, kata dia, kelompok remaja juga memiliki kerentanan yang sama untuk direkrut dan terpapar radikalisme.
"Sebenarnya yang disasar hampir semua orang yakni laki-laki dan perempuan sama saja. Jadi kita juga memberikan penguatan terhadap kelompok rentan perempuan dan remaja. Karena memang yang ada sekarang mereka yang menjadi sasaran," jelas Hamli.
Hamli menjelaskan ada 2 pendekatan yang dilakukan pemerintah dalam memerangi radikalisme yaitu dengan pendekatan hukum dan pendekatan lunak seperti program deradikalisasi dan kontra radikalisasi yang menggandeng sejumlah pihak seperti artis. Untuk penegakan hukum, ia menyebut total sudah ada 2.000an orang yang ditangkap kepolisian sepanjang periode tahun.
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan
-
Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas
-
Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak
-
PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi
-
Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!
-
Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah
-
Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara
-
Skuad Terbaik Persija Pilihan Shin Tae-yong Diketahui Saat Uji Coba Kontra Chiangrai United
-
Terungkap, Rahasia Pilot Malaysia Bawa Narkoba Rp160 M Lolos Pemeriksaan KLIA
-
KAI Palembang Buka Akses Magang, PKL, dan Penelitian secara Digital melalui InternHub