Suara.com - Fakta menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia masih mudah termakan oleh berita yang belum tentu kebenarannya, dan kemudian menyebarkannya, alias hoaks.
Salah satu bahaya hoaks adalah mudahnya menyulut kontroversi. Kepala Editor Trans Media, Titin Rosmasari, mengatakan, “Salah satu faktor masyarakat Indonesia mudah sekali mempercayai hoaks atau berita palsu ialah rendahnya budaya literasi di Indonesia.”
Hal ini diperkuat dengan data dari UNESCO yang menyebutkan indeks minat baca di Indonesia baru mencapai 0,001 atau 1 dari 1.000 orang Indonesia yang memiliki minat baca serius. Selain itu, World’s Most Literate Nations juga mengeluarkan pernyataan bahwa Indonesia termasuk negara dengan minat baca yang sangat rendah. Padahal, Organisasi Pendidikan dan Kebudayaan PBB menetapkan standar durasi membaca antara 4-6 jam sehari.
Salah satu penyebab masyarakat Indonesia memiliki kebiasaan membaca yang rendah adalah kurangnya bahan bacaan non-pelajaran.
Menurut Ketua IKAPI, Rosidayati Rozalina, jenis bacaan yang paling populer adalah novel, komik, dan buku anak. Dan melihat fakta ini, Mahoni Edukasi Digital yang merupakan sebuah startup edutech di Indonesia, sebagai pengembang portal Pendidikan.id, sejak beberapa tahun lalu mencanangkan program Komik Pendidikan yang menyediakan bacaan literasi berupa komik yang mengangkat topik seperti moral-budi pekerti, kesehatan, pengetahuan, dan sejarah yang dikemas dengan cerita dan gambar yang menarik sehingga disukai oleh anak-anak.
Sejauh ini, program berjalan dengan sangat sukses melalui ujicoba mencetak komik dan membagikannya gratis ke banyak sekolah yang disambut antusias oleh anak-anak Indonesia. Kegiatan yang berlangsung dibeberapa kota di Jawa sampai dengan Papua, dan diharapkan dapat secara langsung membantu meningkatkan minat baca anak.
Namun, kegiatan mencetak komik kemudian membagi-bagikannya tidaklah terlalu efektif, karena tidak semua anak Indonesia kebagian mendapatkan Komik Pendidikan ini. Karena itu, Pendidikan.id sudah memiliki solusinya yaitu dengan menciptakan sebuah aplikasi edutech yang dinamakan Kipin School 4.0 dimana 250 Komik Pendidikan sudah ada di dalam aplikasi Kipin School dan dapat diunduh gratis melalui gawai Android atau IOS, maupun lewat personal komputer berbasis Windows 10.
Santoso Suratso, CEO Pendidikan.id, mengatakan, “Saat ini, Pendidikan.id sudah memproduksi lebih dari 250 judul komik (dan akan terus bertambah) yang semuanya bisa diunduh gratis tanpa perlu membayar sepeser pun melalui aplikasi Kipin School 4.0, sehingga bisa dibaca di manapun dan kapanpun tanpa membutuhkan jalur internet lagi.”
Santoso Suratso menambahkan, “Kami berharap dengan adanya Komik Pendidikan ini, dapat meningkatkan minat baca anak-anak Indonesia sehingga menjadikan mereka pribadi yang mampu berpikir kritis, mampu menyeleksi segala informasi yang ada, dan menjadi pemuda/pemudi bangsa yang berintegritas dan berdaya saing.”
Baca Juga: Beredar Hoaks Habibie Wafat, Putra Bungsu Akui Banjir Ucapan Belasungkawa
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung