Suara.com - Baru-baru ini aplikasi TikTok sedang menjadi bahan perbincangan. Berbagai macam video kreatif dan menghibur dari TikTok menjadi 'wabah' di media sosial.
Akan tetapi sama seperti media sosial lainnya, TikTok juga tak lepas dari kasus bully atau perundungan siber di internet alias cyber bullying.
Sadar akan hal tersebut, TikTok membentuk kampanye bertajuk 'Sama-sama Aman, Sama-sama Nyaman'. Kampanye tersebut berisi tentang bagaimana menciptakan suasana positif saat berinternet, termasuk juga saat menggunakan aplikasi TikTok, demikian disampaikan oleh Kepala Kebijakan Publik TikTok Indonesia, Donny Eryastha.
Kata Donny, aplikasi TikTok merupakan wadah bagi para pengguna untuk mengekspresikan kreativitas pengguna dan perundungan menjadi salah satu hal yang tidak diperbolehkan. Hal tersebut bahkan telah tercantum dalam panduan keamanan dalam aplikasi TikTok.
"Memang ini fenomena yang terjadi ya di kalangan anak muda baik itu secara offline, secara fisik, verbal maupun di platform digital. Dan yang jelas dari kami itu tidak diperbolehkan dan kalau menemukan konten yang seperti itu atau kalau ada yang report pasti kami hapus," jelas Donny saat ditemui Suara.com di Kota Kasablanka, Minggu (1/3/2020).
Meski menjadi wadah ekspresi kreatifitas, namun bukan berarti pengguna maupun kreator bisa membuat konten apapun. Hal yang diperbolehkan dan yang tidak, kata Donny, telah diatur dalam panduan komunitas TikTok.
Misalnya konten yang mengandung cacian, perundungan dan kekerasan. Pun dengan konten yang hanya boleh dilakukan oleh profesional seperti olahraga esktrem, maka akan mendapatkan peringatan.
"Akan ada warning sebenarnya. 'Ini hanya dilakukan oleh profesional. Don't try this at home'. Yang terpenting adalah bagaimana membuat para pengguna ini aman dan nyaman," sambung Donny.
Serius Tekan Kasus Perundungan Daring
Baca Juga: Di Pulau Sebaru, WNI Diamond Princess Bakal Dipisah dengan ABK World Dream
Ada tiga hal yang sedang diupayakan TikTok untuk memberantas perundungan.
Pertama, penyediaan fitur-fitur yang bisa digunakan untuk melindungi pengguna sendiri. Misalnya dari segi aturan privasi, pengguna bisa mengatur siapa yang bisa menonton video, siapa yang bisa mengikuti akun, dan siapa yang bisa meninggalkan komentar.
Kedua, dari sisi kebijakan TikTok sudah jelas bahwa perundungan menjadi salah satu hal yang tidak diperbolehkan.
Ketiga, edukasi seperti kampanye yang sedang dilakukan seperti saat ini. Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya peran orangtua sebagai pendamping.
Kata Donny, batas minimal pengguna TikTok adalah di atas usia 15 tahun dan itu pun masih memerlukan bimbingan orangtua.
"Kita itu punya yang namanya pusat keamanan ada informasi bukan hanya untuk pengguna tapi juga untuk orangtua. Bisa diakses di website, lengkap berbagai informasi untuk orang tua," kata Donny.
Bully atau perundungan, menurut Donny, bukan hanya tanggung jawab satu pihak namun semua peran entah pengguna internet itu sendiri, orangtua, kreator, komunitas hingga pemerintah.
"Masalah (perundungan) ini nggak akan selesai kalau hanya satu pihak yang melakukan," tandasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
-
50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
Terkini
-
4 Merek Skincare Asal Jepang di Indonesia yang Terbaik dan Halal
-
Troya, Destinasi di Turkiye yang Menghidupkan Kembali Legenda Perang Paling Terkenal di Dunia
-
3 Rekomendasi Sampo Non-SLS untuk Kulit Kepala Gatal di Bawah Rp100 Ribu, Lengkap dengan Review
-
5 Serum yang Ampuh Hempas Bruntusan Sesuai Review Pembeli, Tekstur Kulit Jadi Lebih Halus
-
Orang Indonesia Kini Hidup Lebih Lama, Tapi Belum Banyak yang Siap Secara Finansial
-
Kumpulan Teka-teki MPLS Kocak Edisi Snack, Lengkap dengan Jawabannya
-
7 Toko Online Terpercaya yang Menjual Sepatu Jalan Berkualitas di Indonesia, Produk Dijamin Ori
-
4 Pilihan Sepatu Running Nike yang Diskon di Sports Station, Potongan sampai 50 Persen
-
4 Sabun Cuci Muka Scora Rp30 Ribuan untuk Kulit Kusam, Berjerawat, dan Sensitif
-
Siapa Nama Juru Kunci Gunung Kawi?