Suara.com - Meningkatnya kasus virus Corona Covid-19 di Tokyo, membuat pemerintah Jepang meninjau ulang kebijakan promosi pariwisata yang sedang dilakukan.
Dilansir ANTARA, jumlah kasus harian Covid-19 menyentuh angka tertinggi sejauh ini. Pngujian terhadap para pekerja di distrik kehidupan malam di kota metropolitan Tokyo menunjukkan penularan infeksi virus corona di antara kaum muda berusia 20-an dan 30-an.
Gubernur Tokyo Yuriko Koike mengkonfirmasi bahwa Tokyo akan mengadakan pertemuan "pemantauan" dengan para ahli pada Rabu. Pertemuan mingguan itu dilakukan satu hari lebih awal untuk membahas peningkatan kasus Covid-19 baru-baru ini.
"Pemahaman saya adalah bahwa kita berada dalam situasi yang agak parah sekarang," katanya dalam konferensi pers.
Pada kesempatan lain, seorang pejabat pemerintah Tokyo mengatakan bahwa pemerintah kota itu sedang mempertimbangkan untuk meningkatkan peringatan kewaspadaan corona ke level tertinggi.
Klaster Covid-19 terbaru di Tokyo telah ditelusuri berada di sebuah teater dengan setidaknya 37 kasus di Shinjuku, yakni area hiburan yang sibuk dan rumah bagi salah satu distrik terbesar kehidupan malam di Asia yang belum lama ini telah menjadi pusat lonjakan kasus infeksi corona.
Khawatir akan gelombang kedua wabah Covid-19 menyebar dari Tokyo, pemerintah kota setempat dan anggota parlemen oposisi juga mendesak pemerintah pusat untuk menghentikan kampanye besar-besaran yang bertujuan meningkatkan pariwisata domestik.
Namun, Menteri Ekonomi Yasutoshi Nishimura pada Rabu mengatakan bahwa pemerintah akan tetap melanjutkan kegiatan yang disebut kampanye bantuan perjalanan "Go To", yang mencakup penawaran seperti diskon untuk belanja dan membeli makanan. Akan tetapi, kegiatan itu akan dilakukan dengan hati-hati.
"Jelas kami akan mempertimbangkan pemikiran dari banyak warga kita sambil memantau situasi di depan," ujar Nishimura, yang memimpin kebijakan pemerintah tentang virus corona, kepada parlemen.
Baca Juga: Polling: 51,7 Persen Warga Tokyo Ingin Olimpiade 2020 Dibatalkan
Program kampanye perjalanan "Go To" adalah salah satu kontrak outsourcing terbesar dalam anggaran stimulus yang diumumkan pada April. Namun, pelaksanaan program itu telah ditunda karena kritik publik terhadap biaya subkontrak pekerjaan kantor untuk kontraktor swasta.
Kampanye perjalanan itu, mulai bulan ini, juga mendapat kecaman di media sosial, dengan kasus infeksi virus corona memicu ledakan kemarahan politik yang tidak biasa pada jaringan media sosial di Jepang.
Berita Terkait
-
Dialog dengan Wakil Presiden RI dan Kementerian Pariwisata, InJourney Paparkan Usulan Strategis
-
Tak Sebatas Sektor Otomotif, IIMS 2026 Gerakkan Pariwisata Indonesia dan Ekonomi Kreatif
-
Fokus Konservasi Budaya dan Lingkungan, Siak Perkuat Pariwisata Berkelanjutan
-
Bisa Bela Timnas Indonesia, Pemain Keturunan Indonesia di Liga Jepang Pilih Pensiun Dini!
-
Drawing Piala Asia U-17 2026 Tempatkan Indonesia Bersama Kolektor Gelar Terbanyak Benua Kuning
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Resep Kue Keranjang Goreng, Renyah di Luar Kenyal di Dalam
-
25 Link Contoh Undangan Buka Puasa Bersama, Bisa untuk Alumni hingga Teman Kantor
-
Makna Tahun Kuda Api di Perayaan Imlek 2026, Pakar Feng Shui: FOMO, Ambisi, dan Risiko Burnout
-
Apa Bedanya Ucapan Imlek Gong Xi Fa Cai dan Xin Nian Kuai Le? Jangan Sampai Tertukar
-
5 Ide Jualan Takjil Bulan Puasa Kekinian, Modal Kecil tapi Paling Laris!
-
Sidang Isbat Puasa Ramadan 2026 Tayang di TV Apa? Ini Jadwal dan Link Nontonnya
-
35 Ucapan Imlek 2026 Bahasa Mandarin yang Simpel dan Penuh Makna
-
Apakah Orang Islam Boleh Merayakan Imlek? Ini Aturannya
-
Jadwal Libur dan WFA Lebaran 2026 untuk Pekerja Pemerintah dan Swasta
-
5 Merk Smart TV Awet yang Layarnya Tidak Mudah Bergaris