Suara.com - Bukan cuma beras, Indonesia memiliki beragam makanan alternatif. Untuk lebih mengenalkan jenis makanan ini, Banyuwangi menggelar festival pangan alternatif.
Dilansir ANTARA, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan bersama Tim Penggerak PKK Kabupaten Banyuwnagi, Jawa Timur, Kamis, menggelar Festival Pangan Non-Beras sebagai salah satu sebagai upaya meningkatkan ketahanan pangan daerah dan melatih warga makan tanpa beras.
Festival memasak dari bahan pangan bukan beras yang digelar di kawasan wisata Agrowisata Tamansuruh itu diikuti seratusan peserta, mulai dari kader PKK, masyarakat umum serta pelaku usaha kuliner.
"Pertama ini adalah bagian dari program ketahanan pangan dan kesehatan, kebetulan objek wisata ini merupakan objek wisata alam dan sehat. Maka ini bentuk kolaborasi antara Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan dan PKK, di mana melatih rakyat bagaimana makan tanpa beras," kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas kepada wartawan di Banyuwangi.
Selain itu, festival ini sekaligus untuk melatih bagaimana makanan-makanan yang menyehatkan kala pandemi COVID-19 ini juga menjadi kebutuhan.
"Kami ingin masa pandemi ini menjadi momen bagi kita untuk mulai membiasakan memakan makanan sehat. Tidak hanya nasi dan tepung terigu, tapi ada bahan pokok lain yang bila diolah rasanya juga enak," ujarnya.
Menurut Anas, apa yang dilakukan Banyuwangi ini juga sebagai upaya membentuk budaya baru untuk mengolah bahan pangan lain.
"Kami melibatkan ibu-ibu dari desa untuk memicu daya inovasi mereka bagaimana mengolah umbi-umbian dan tanaman yang ada di sekitar mereka," tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banyuwangi Arief Setiawan menjelaskan bahwa Festival Pangan Non-Beras melombakan kreasi makanan non-beras yang diikuti 110 peserta.
Baca Juga: Bukan Kopi, Kedai Ini Suguhkan Minuman Segar Peningkat Imun Tubuh
Proses seleksi awal dilakukan lewat video yang dikirimkan oleh peserta.
"Kami menerapkan protokol kesehatan sejak awal. Jadi seleksi dilakukan lewat video yang berisi proses memasak hingga penyajian. Lalu kami menyaring yang terbaik untuk ditampilkan di festival," katanya.
Arief mengaku sengaja menggelar festival di Agrowisata Tamansuruh karena lokasinya indah dan alami serta di tempat wisata lama itu udaranya sejuk.
"Sesuai kaidah kesehatan, karena tempatnya terbuka sehingga pengunjung dan peserta bisa diatur jaraknya," katanya.
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas mengatakan upaya peningkatan ketahanan pangan warga menjadi salah satu program PKK bersama dengan pemkab.
Menurut ia, PKK ingin lebih mengenalkan aneka olahan makanan yang bisa dibuat dengan bahan pangan selain beras tersebut. Selain lebih murah karena bahan mudah didapat, bahan pangan alternatif memiliki kandungan gizi yang lebih beragam.
"Seperti singkong, ubi jalar, jagung apabila diolah dengan kreatif menghasilkan makanan yang tidak hanya menarik dan enak tapi juga bergizi tinggi bagi anggota keluarga," tuturnya.
Berbagai makanan unik non-beras tersedia, seperti pancake singkong, sirop kelir, nasi talabi (talas, labu kuning, ubi ungu), rendang bunga turi, gadung isi durian. Sesuai dengan tema yang diambil "Kenyang tak Harus dengan Beras".
Festival ini digelar oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan bareng Tim Penggerak PKK Banyuwangi. Dilaksanakan di sebuah destinasi wisata alam yang asri nan sejuk, pelaksanaannya dilakukan dengan protokol kesehatan.
Berita Terkait
-
3 Hari Jelang Ramadan, Harga Cabai Rawit Masih Pedas dan Daging Kerbau Melambung
-
Harga Pangan Nasional Hari Ini: Cabai Rawit Merah Kembali Sentuh Rp70 Ribu
-
Sudah Akui Ressa Anaknya, Ini Alasan Denada Tetap Digugat Rp7 Miliar
-
Harga Pangan Nasional Hari Ini: Cabai Rawit Rp68.781, Beras Khusus dan Daging Kerbau Lokal Ikut Naik
-
Potret Masalah Pangan Jakarta Jelang Ramadan, Apa Saja?
Terpopuler
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
- Terpopuler: 7 HP Layar Super Amoled, Samsung Galaxy A07 5G Rilis di Indonesia
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Urutan Bacaan Surat Pendek untuk Sholat Tarawih 11 Rakaat, Mudah Dihapalkan
-
Doa Mandi Wajib Sebelum Puasa Ramadan yang Benar untuk Pria dan Wanita
-
5 Bacaan Doa Megengan Puasa Ramadan, Lengkap Tulisan Arab, Latin, dan Artinya
-
Sepatu Timberland Original Harga Berapa? Ini 7 Alternatif Merek Lokal, Kualitas Tak Kalah
-
Apakah Toner Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 4 Produk Terbaik untuk Mengatasinya
-
4 Rekomendasi Mascara yang Wudhu Friendly, Aman Dipakai Tarawih
-
Sejarah Kue Keranjang, Makanan Khas Imlek yang Dipercaya Bawa Keberuntungan
-
Muhammadiyah Puasa 2026 Mulai Kapan? Ini Jadwal 1 Ramadan dan Awal Tarawihnya
-
Rekomendasi 15 Playlist Lagu untuk Merayakan Imlek
-
Sunscreen Apa yang Bisa Mengencangkan Kulit? Cek 5 Rekomendasi Terbaik