Suara.com - Anda pecinta wahana ekstrem yang memacu adrenalin? Jika iya, ayunan raksasa di China ini wajib Anda datangi.
Wahana permainan ekstrem ini hadir di Yunyang Longgang Scenic Spot in Chongqing, China.
Biasanya wahana ekstrem berupa permainan Bungee Jumping hingga Roller Coaster.
Namun, berbeda dari pada yang lain, Negeri Tirai Bambu itu membangun salah satu ayunan raksasa di dunia.
Ayunan ini terdiri dari menara lengkung setinggi 100 meter dengan diameter hingga 91,5 meter dan menara peluncuran setinggi 108 meter.
Dilansir Oddity Cenral, ayunan ini dibangun di tepi tebing setinggi 2.300 kaki.
Di mana dalam rekor dunia Guinness, ayunan tertinggi saat ini di dunia berukuran 88 meter dan ditemukan di B! G Rush di Durban, Afrika Selatan.
Ayunan ini dapat mengayunkan Anda dengan kecepatan tertinggi 80 mil per jam.
Ayunan ini dibangun dari baja struktural yang disertai fitur anti guntur dan anti listrik agar dapat menahan banyak bahaya dan menjamin keselamatan pengunjung.
Baca Juga: Staf Taman Hiburan Tewas Terjatuh dari Ontang-Anting Tertinggi di Dunia
Di mana ayunan ini dapat menahan gempa bumi berkekuatan 10 richter dan topan di level 14.
Sensasi lainnya pengunjung dapat merasakan berada diatas 70 meter dari jurang di bawah kursi.
Ayunan ini bisa dipakai tiga orang sekaligus, di mana mereka akan diikat ke kursi dengan harnes keselamatan sebelum diangkat ke udara dengan tali yang diikat ke menara peluncur, kemudian mereka akan diayun dengan kecepatan tinggi.
Bahkan, wahana permainan ekstrem ini disebut-sebut bisa memberikan pengalaman menegangkan melebihi dari wahana Nevis Swing di Queenstown, Selandia Baru, atau Glenwood Canyon Cliff Swing di Amerika Serikat.
"Untuk memastikan keselamatan turis, kami menggunakan baja struktural dari pertunjukkan keselamatan tertinggi di dunia," ujar Li Pengfei, General Manager Yungyang Tourism Development Co., Ltd, kepada iChongqing seperti dilansir dari Oddity Central, Selasa (22/09/2020).
Namun, untuk saat ini Anda harus bersabar untuk menunggu dulu. Karena ayunan raksasa ini perlu ditutup sementara hingga waktu batas yang belum diketahui, disebabkan masih adanya pandemi Corona.
Berita Terkait
-
5 Ide Seru Isi Liburan Sekolah Anak di Jakarta, Ada Wahana Bermain hingga Kelas Kreatif
-
Perlindungan Anak Dimulai dari Telinga yang Mau Mendengar dan Mata yang Mau Peduli
-
Dari Wahana Bermain hingga Workshop Kreatif, Ini Cara Baru Isi Liburan Sekolah Jadi Lebih Bermakna
-
Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir
-
5 Realita Pahit Krisis Air di TTS NTT: Dari Ancaman Stunting hingga Beban Berat Anak Perempuan
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
Terkini
-
Abdul Wahid Divonis 2 Tahun Penjara, KPK Ajukan Banding
-
Dorong Digitalisasi PAD Gowa, BRI Hadirkan Integrasi Sistem Pembayaran Lewat BRIAPI
-
Waspada! Modus Baru Judi Online Pakai QRIS, Deposit Rp5.000 Sasar Anak-anak
-
Geledah Kantor Imigrasi Jakpus dan Jaksel, KPK Sita 8.500 Dolar Singapura Terkait Kasus Silmy Karim
-
BPS: Pengangguran Sumsel Naik Jadi 3,60 Persen, Pertanian Tetap Serap Terbanyak
-
M3GAN: Perpaduan Unik Horor Fiksi Ilmiah dan Komedi Satire yang Cerdas!
-
Hakim Kabulkan 5 Saksi, Nadiem Optimistis Menang Banding
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Kita Tak Kekurangan Program Lingkungan, Kita Kekurangan Kebiasaan
-
AS Lipat Gandakan Produksi Komponen Interseptor Rudal PAC-3 dan THAAD