Suara.com - Sebuah tren terbaru diminati remaja dan wanita dewasa muda di Cina. Sayangnya, tren ini malah menimbulkan kontroversi. Pasalnya, ini melibatkan banyak remaja dan wanita dewasa yang mengenakan dan mencoba pakaian anak-anak di retail fashion asal Jepang, Uniqlo.
Bahkan, mereka tidak membelinya, karena hanya berfoto di kamar ganti, lalu mengunggahnya secara online di media sosial. Dengan mengenakan kaos yang terlalu kecil, hal ini membuat mereka dapat tampil mungil dan kurus dengan memamerkan pinggang ramping mereka.
Bukan cuma itu, tren yang diminati oleh remaja dan wanita dewasa berusia 20 tahunan ini juga diminati karena sebagian dari mereka lebih menyukai desain warna-warni pakaian anak-anak dan harga yang lebih murah daripada pakaian dewasa.
Dilansir South China Morning Post, Tren fesyen ini disebut sebagai "gaya BM", yang merupakan singkatan dari Brandy Melville, toko pakaian perempuan Italia yang populer namun kontroversial karena hanya menyediakan ukuran ekstra kecil dan kecil.
Setelah sangat populer secara online, banyak orang menyebut hal ini gila dan tidak etis. Apalagi staf Uniqlo mengatakan jika pelanggan yang mencoba kaos anak-anak itu tidak membeli barang tersebut.
Mereka justru meletakkan pakaian yang sudah mereka coba begitu saja di lantai ruang ganti setelah mengambil foto. Belum lagi, kaos itu rusak karena melar. Mereka juga menodainya dengan meninggalkan cetakan bibir atau make-up di kerah.
"Saya melihat seorang perempuan dengan tinggi 170cm pergi ke ruang pas dengan kaos yang dibuat untuk anak-anak hingga 120cm. Hasilnya adalah kaus itu terlalu kecil dan kami hanya bisa menganggapnya sebagai limbah,"kata seorang pekerja di toko Uniqlo di Chengdu, di provinsi Sichuan Barat.
Pekerja yang tak disebutkan namanya itu mengatakan beberapa kaos yang telah rusak oleh perbuatan para pengikut mode itu bahkan harus dijual dengan harga yang jauh lebih murah.
Seorang asisten toko Uniqlo di Shanghai juga mengatakan bahwa toko mereka tidak melarang pelanggan mencoba pakaian anak-anak tetapi menyarankan, setelah mencobanya, mereka dapat membelinya.
Baca Juga: Jadi Tren Sehat di 2021, Apa Itu Produk Berkonsep Clean Label?
"Kami juga mengimbau pelanggan untuk menjaga pakaian tetap bersih dan lengkap serta menjaga pakaiannya,"kata pekerja yang tidak mau disebutkan namanya itu.
Staf Uniqlo di Chengdu, juga mengatakan para orang tua jadi tidak tertarik untuk membeli pakaian anak-anak yang telah dicoba oleh remaja atau orang dewasa.
"(Setelah mendengar fenomena ini), beberapa orang tua mengatakan mereka merasa jijik dan mengatakan mereka tidak akan membeli pakaian Uniqlo musim ini untuk anak-anak mereka," katanya.
Beberapa pengguna internet menuduh perempuan yang mengikuti tren tersebut kurang etika dan gila.
"Kami tidak bisa menyalahkan mereka jika mereka mencoba pakaian anak-anak dan membelinya. Tapi jika mereka membuat pakaian menjadi melar dan tidak membeli, itu tidak etis," tulis seorang pengguna di Weibo.
Itu adalah tren buruk yang dibuat oleh selebritas internet, "komentar pengguna lain.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Cara Baru Traveling: Mengapa AI Kini Jadi Travel Agent Pribadi Anda?
-
Bolehkah Kurban 1 Ekor Kambing untuk Satu Keluarga? Begini Hukumnya dalam Islam
-
5 Parfum Lokal yang Wanginya Awet Nempel di Baju meski Sudah Dicuci
-
Di Tengah Tantangan Industri Herbal, Produk Lokal Mulai Perluas Pasar hingga Internasional
-
5 Lip Cream Lokal Alternatif Tom Ford Liquid Lip Luxe Matte: Transferproof, Awet hingga 14 Jam
-
Ferdy Sambo Kuliah S2 Dimana? Masih Jalani Hukuman di Lapas Dapat Beasiswa Magister
-
6 Basic Skincare Malam untuk Pemula, Simpel tapi Penting untuk Menjaga Kulit Tetap Sehat
-
Bedak Sudah Mengandung SPF, Perlukah Pakai Sunscreen?
-
Mengenal Lululemon, Tas Premium yang Dicuri di Bandara Soetta sampai Rugi Miliaran
-
4 Sunscreen Lokal Alternatif La Roche Posay Anthelios UVMune 400, Murah dan Anti White Cast