Suara.com - Pariwisata memainkan peran besar dalam pertumbuhan ekonomi di setiap negara, termasuk Thailand. Sayangnya, pandemi sangat memengaruhi industri ini, menghancurkan semua bisnis terkait, mulai dari hotel, penerbangan, operasi tur, restoran, atraksi, hingga ritel.
Bertepatan dimulainya vaksinasi secara global, industri pariwisata Thailand mendorong agar negara tersebut kembali membuka pintu mereka bagi wisatawan international yang telah divaksinasi pada 1 Juli 2021 mendatang.
Hal tersebut dituliskan melalui sebuah petisi dan kampanye yang dinamakan #OpenThailandSafely. Dilansir World of Buzz, petisi ini dibuat oleh 15 perusahaan pariwisata besar Thailand, di antaranya ialah YAANA Ventures, Asian Trails, Capella Hotels and Resorts, EXO dan perusahaan lainnya.
Syaratnya, wisatawan harus menunjukkan bukti bahwa mereka telah divaksinasi, sehingga mereka dapat datang ke negara Seribu Pagoda tersebut tanpa dikarantina terlebih dahulu.
Seperti yang disebutkan di situs web, petisi ini datang karena mayoritas penduduk dunia, terutama mereka yang telah divaksinasi, ingin mengunjungi Thailand, seperti Amerika, Eropa dan banyak negara di Asia lainnya.
Hal ini dirasa akan membuat pemerintah memiliki cukup waktu untuk memvaksinasi para pekerja yang berada di industri pariwisata alias garis terdepan untuk menangani kedatangan para wisatawan tersebut.
"Pembukaan kembali tanggal 1 Juli akan menjadi kesempatan strategis bagi Thailand untuk menunjukkan peran kepemimpinan di antara negara-negara Asia dan mempersiapkan jalan untuk pemulihan ekonomi Thailand yang kokoh pada tahun 2022," tulis mereka.
Saat ini, bahkan petisi tersebut memiliki target hingga 100 ribu tanda tangan, dalam upaya mengumpulkan dukungan untuk kampanye guna mendesak pemerintah mempertimbangkan saran mereka dan pada akhirnya menempatkan Thailand di jalan yang benar menuju pemulihan ekonomi.
Baca Juga: Virus Corona Inggris Bikin Pariwisata Bandung Barat Semakin Sulit Bangkit
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi