Suara.com - Tidak hanya destinasi wisata yang menarik, Indonesia juga memiliki potensi wisata kuliner yang luar biasa.
Hal inilah yang membuat Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno memperkenalkan sejumlah kuliner khas Indonesia kepada Duta Besar Hungaria untuk Indonesia, Judit Pach.
Hal tersebut dilakukan Menparekraf Sandiaga Uno saat bertemu Duta Besar Judit Pach di kawasan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, Rabu (26/5) malam di sela kegiatan Sandiaga Uno yang sedang melaksanakan tugasnya dari Bali atau Work From Bali.
"Kami sajikan Gado-gado dan Ketoprak yang merupakan salah satu makanan sayuran khas Indonesia," ujar Sandiaga Uno.
Pada kesempatan itu, Menparekraf Sandiaga Uno juga berbincang dengan Duta Besar Judit Pach mengenai berbagai upaya yang dilakukan untuk mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia yang saat ini sedang terdampak Pandemi COVID-19.
"Berbagai upaya kita lakukan untuk membangkitkan dan menumbuhkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan COVID-19 di masa pandemi ini," katanya.
Menparekraf Sandiaga Uno berharap, upaya-upaya yang dilakukan dalam membangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia itu dapat berkontribusi dalam menciptakan lapangan pekerjaan dan membangkitkan ekonomi Indonesia.
Selain itu, Menparekraf Sandiaga Uno mengungkapkan bahwa dirinya juga pernah diundang oleh Perdana Menteri Hungaria untuk mengunjungi sejumlah kota di negara Hungaria.
"Cantik sekali di sana, saya sangat menikmati ketika berkunjung ke sana. Ada dua kota yang menarik perhatian saya di sana," ungkap Menparekraf Sandiaga Uno.
Baca Juga: Palembang Tuan Rumah Triathlon Series 2021, Bakal Dihadiri Sandiaga Uno
Sementara itu, Duta Besar Hungaria untuk Indonesia, Judit Pach menjelaskan, dirinya sangat berterima kasih karena dapat bertemu dengan Menparekraf dan bisa bersama-sama saling mengembangkan segmen pariwisata antara kedua negara.
Ia jiva memperlihatkan sebuah olahraga bola (sejenis ping pong) yang menggunakan kepala dan kaki yang sedang populer di negaranya Hungaria.
"Terima kasih untuk jamuan (makan malam) nya. Sampai berjumpa lagi," kata Judit Pach. [ANTARA]
Berita Terkait
-
RICMA Camp 2026 Hadirkan Inspiring Talk untuk Membentuk Pemimpin Amanah
-
Sandiaga Uno Mau Startup Muda RI Tembus Pasar Internasional
-
Robbie Keane Tanggapi Rumor Jadi Kandidat Pelatih Baru Tottenham
-
Eks Striker Premier League Hina Dominik Szoboszlai di Depan Legenda Liverpool
-
Menang Dramatis atas Hungaria, Irlandia Melaju ke Play-off Kualifikasi Piala Dunia 2026
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- 18 Kode Redeem FF Max Terbaru 6 Maret 2026: Ada Skin Chromasonic, XM8, dan Katana
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah dan Kantor Komisioner Ombudsman, Diduga Terkait Kasus CPO
-
Siapa Dua Pimpinan DPRD Sumsel yang Rumdinnya Direncanakan Punya Meja Biliar Ratusan Juta?
-
Tragedi Longsor TPST Bantar Gebang: 3 Tewas Tertimbun, Polisi Duga Masih Ada Korban Lain
-
Persebaya Babak-belur di Kandang Borneo FC, Ini Dalih Bernardo Tavares
-
Here We Go! Elkan Baggott Kembali Dipanggil ke Timnas Indonesia
Terkini
-
Senin 9 Maret 2026 Puasa Hari ke Berapa? Simak Perbedaan Versi Pemerintah, NU, dan Muhammadiyah
-
Jadi Tradisi Jelang Lebaran, Apa Beda Hampers dan Parcel?
-
Siapa Mojtaba Khamenei? Pemimpin Tertinggi Iran Pengganti Ali Khamenei
-
5 Inspirasi Takjil Warna Kuning untuk Buka Puasa yang Segar dan Menyehatkan
-
Jejak Mojtaba Khamenei: Sosok di Balik Layar yang Kini Jadi Pemimpin Tertinggi Iran
-
Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
-
7 Lotion Calamine untuk Meredakan Gatal Akibat Campak, Harga Mulai Rp8 Ribuan
-
6 Rekomendasi Bedak Padat untuk Lebaran, Tahan Lama dan Minim Oksidasi
-
Sebenarnya Batas Sahur Itu Imsak atau Subuh? Ini Penjelasannya
-
Apa Keistimewaan Meninggal di Bulan Ramadan? Ini 6 Pahalanya