- PM terpilih Hungaria, Peter Magyar, berkomitmen mematuhi kewajiban ICC untuk menahan Benjamin Netanyahu jika memasuki wilayah Hungaria.
- Keputusan ini menandai perubahan kebijakan drastis dari pemerintahan sebelumnya yang sempat mengupayakan penarikan keanggotaan Hungaria dari ICC.
- Langkah Magyar menempatkan Hungaria pada posisi tegas terkait surat perintah penangkapan ICC atas tuduhan kejahatan perang Netanyahu.
Suara.com - Perdana Menteri (PM) terpilih Hungaria, Peter Magyar menyatakan sikap tegas terkait kemungkinan kunjungan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu ke negaranya.
Ia menegaskan bahwa pemerintahannya akan mematuhi kewajiban sebagai anggota Mahkamah Pidana Internasional (ICC), termasuk menindak individu yang menjadi target surat perintah penangkapan.
Diketahui, Netanyahu saat ini masuk dalam daftar buronan ICC setelah lembaga tersebut mengeluarkan surat perintah penangkapan pada November 2024.
Ia dituduh terlibat dalam kejahatan perang serta kejahatan terhadap kemanusiaan yang berkaitan dengan konflik di Jalur Gaza.
Berdasarkan aturan ICC, setiap negara anggota memiliki kewajiban untuk menahan individu yang tercantum dalam perintah tersebut jika berada di wilayah mereka.
Sikap Magyar ini menjadi kontras dengan kebijakan sebelumnya di bawah kepemimpinan Viktor Orban.
Saat Netanyahu mengunjungi Budapest pada April 2025, pemerintah Hungaria kala itu memilih untuk tidak melakukan penangkapan.
Bahkan sebelum kunjungan tersebut, Orban mengumumkan langkah penarikan Hungaria dari ICC, sebuah proses yang memerlukan waktu satu tahun untuk berlaku efektif yang secara tidak langsung memberikan perlindungan terhadap Netanyahu.
Magyar yang memenangkan pemilu pada 12 April dan dijadwalkan dilantik pada awal Mei, kini mengambil arah berbeda.
Baca Juga: Trump Larang Israel Serang Lebanon, Benjamin Netanyahu Langsung Manut
Ia berencana menghentikan proses keluar dari ICC pada 2 Juni, bertepatan dengan satu tahun sejak pemberitahuan resmi disampaikan kepada Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres.
Ketika ditanya mengenai implikasi kebijakan tersebut terhadap rencana kunjungan Netanyahu pada musim gugur mendatang, Magyar memberikan pernyataan yang jelas.
"Saya telah menjelaskan hal ini kepada Perdana Menteri Israel juga, pemerintah Tisza (partai yang dipimpin Magyar) memiliki niat kuat untuk menghentikan ini dan memastikan bahwa Hungaria akan tetap menjadi anggota ICC," kata Magyar dikutip dari Politico.
Ia juga menegaskan konsekuensi hukum yang akan berlaku jika Netanyahu tetap datang ke Hungaria.
"Jika suatu negara adalah anggota ICC dan seseorang yang diburu oleh ICC memasuki wilayah kami, maka orang tersebut harus ditahan," tegasnya.
Meski demikian, tidak semua negara anggota ICC memiliki pandangan seragam terkait pelaksanaan surat perintah tersebut.
Berita Terkait
-
Warga Israel Muak dengan Netanyahu, Akui Rezim Zionis Gagal Kalahkan Iran
-
Ngejoke Tentang Benjamin Netanyahu di Grup WhatsApp, Wanita Ini Masuk Bui dan Kena Denda
-
Israel Resmi Aneksasi Wilayah Tepi Barat Palestina
-
Trio Pemimpin Dunia Ini Dijuluki Predator dan Bikin Rusak Tatanan Global
-
Gencatan Senjata Rapuh? Hizbullah Ngotot Israel Harus Angkat Kaki dari Lebanon Selatan
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
Terkini
-
Penembakan Turis di Piramida Teotihuacan Meksiko Mengancam Keamanan Piala Dunia 2026
-
Target Irit Menko Yusril: Naikkan Indeks Pembangunan Hukum Cuma 0,01 Poin, Emang Berarti?
-
Menlu Sugiono: Overflight Access AS Tetap Utamakan Kedaulatan dan Kepentingan Nasional
-
Viral Lahan Pribadi Disulap Jadi Parkir Liar di Melawai, Kini Sudah Dipasang Rantai
-
Perdamaian AS - Iran Makin Runyam, Blokade Laut Donald Trump Sampai Samudra Hindia
-
Kisah Mbah Tiwi: Tubuh Bungkuk di Balik Asap Tungku Arang, Jemput Rezeki Terhormat di Usia 76 Tahun
-
Baku Tembak di Papua Tewaskan 12 Warga Sipil, DPR Desak Pemerintah Bentuk Tim Investigasi
-
Jalan di Jagakarsa Amblas, Dinas Bina Marga DKI Ungkap Biang Keroknya
-
Tolak 'Di-Gaza-kan', Hezbollah Siap Hancurkan Blokade 'Garis Kuning' Israel di Lebanon
-
Waspada Kanker hingga Gagal Ginjal! Sudinkes Jaktim Ingatkan Bahaya Konsumsi Ikan Sapu-Sapu