- Sandiaga Uno menyatakan ekonomi hijau merupakan langkah strategis Indonesia untuk menciptakan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi masa depan.
- Indonesia memiliki potensi ekonomi sebesar Rp4.000 triliun melalui pengelolaan sektor energi terbarukan, pasar karbon, serta proyek berbasis alam.
- Pemerintah menargetkan percepatan transisi ekonomi hijau guna meningkatkan daya saing global serta menarik investasi berkelanjutan bagi Indonesia.
Suara.com - Transisi menuju ekonomi hijau dinilai menjadi langkah strategis bagi Indonesia dalam menghadapi tantangan global sekaligus membuka peluang pertumbuhan baru. Pengusaha dan investor Sandiaga Salahuddin Uno menyebut, ekonomi hijau bukan sekadar tren, melainkan kunci utama dalam menciptakan lapangan kerja masa depan.
Menurut Sandiaga, kawasan Asia, termasuk Indonesia, memiliki posisi yang sangat strategis dalam pengembangan ekonomi hijau. Dengan sekitar 60 persen populasi dunia dan kekayaan keanekaragaman hayati yang melimpah, potensi tersebut justru menjadi kekuatan besar jika dikelola secara tepat.
Ia menilai, Asia memiliki 60 persen populasi dan keanekaragaman hayati dunia. Itu bukan kerentanan, tetapi potensi,” ujarnya di acara diskusi panel MUTU Green Economic Series 2026 yang bertajuk Ekonomi Hijau yang Bermutu Menuju Indonesia Maju.
Kombinasi inovasi teknologi, pembiayaan hijau, serta reformasi kebijakan dapat mengubah risiko perubahan iklim menjadi peluang ekonomi baru. Dalam konteks ini, ekonomi hijau mencakup berbagai sektor, mulai dari energi terbarukan, pengelolaan limbah, kehutanan berkelanjutan, hingga ekonomi karbon.
Salah satu sektor yang dinilai menjanjikan adalah pasar karbon. Di Indonesia, perdagangan karbon telah menunjukkan perkembangan signifikan dengan volume transaksi mencapai sekitar 700.000 ton CO ekuivalen hingga pertengahan 2025.
Tak hanya itu, potensi proyek berbasis alam seperti mangrove, lahan gambut, dan kehutanan diperkirakan mencapai 13 miliar ton CO ekuivalen, dengan nilai ekonomi sekitar USD 8 miliar atau setara Rp120 triliun per tahun. Angka ini mempertegas besarnya peluang ekonomi berbasis solusi alam yang dimiliki Indonesia.
Secara keseluruhan, potensi ekonomi hijau nasional diperkirakan dapat mencapai Rp3.000 hingga Rp4.000 triliun dalam jangka panjang. Angka tersebut mencerminkan besarnya peluang transformasi ekonomi Indonesia melalui pendekatan berkelanjutan.
Sandiaga menjelaskan bahwa ekosistem ekonomi hijau bertumpu pada tiga pilar utama, yakni proyek berbasis alam (nature-based solutions), solusi berbasis teknologi seperti kecerdasan buatan dan blockchain, serta ekosistem pembiayaan dan perdagangan karbon.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa dampak ekonomi hijau tidak hanya terlihat dari sisi investasi, tetapi juga penciptaan lapangan kerja baru. Sektor ini membuka peluang kerja di berbagai bidang, mulai dari energi bersih, teknologi rendah karbon, pengelolaan lingkungan, hingga pariwisata berkelanjutan.
Baca Juga: Wujudkan Ekonomi Hijau, Portofolio Green Loans BRI Tembus Rp93,2 Triliun
“Ekonomi hijau mampu menciptakan peluang kerja masa depan. Dengan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia, potensi ini bisa dikembangkan,” katanya.
Di tengah komitmen global terhadap penurunan emisi, Indonesia dinilai berada pada momentum penting untuk mempercepat transisi ini. Selain meningkatkan daya saing global, langkah tersebut juga membuka peluang investasi baru yang berkelanjutan.
Bagi Sandiaga, ekonomi hijau pada akhirnya bukan hanya soal menjaga lingkungan, tetapi juga tentang membangun fondasi ekonomi jangka panjang yang lebih tangguh.
“Ekonomi hijau bukan hanya tentang lingkungan, tetapi tentang masa depan ekonomi Indonesia,” tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Terkini
-
Bukan Buang Duit, Ini Alasan Sewa Mobil Dinas Tangsel Lebih Hemat Ketimbang Beli
-
Kapolri Temui Jaksa Agung dan Panglima TNI, Redam Friksi Kasus Febrie Adriansyah
-
Terungkap! Motif Siswa Padang Ledakkan Bom, Dendam Dibully Sejak SD
-
Adian Napitupulu Terima Buku Anotasi KUHAP, Ini Fungsinya
-
Tragedi di Balik Tembok Pesantren: Mengurai Kasus Santri Dibakar di Lombok
-
Bupati Mojokerto Berangkatkan 30 Siswa Sekolah Rakyat ke Kediri untuk Tahun Ajaran 2026/2027
-
Rugikan Masyarakat, Gubsu Bobby Minta Pertamina Bereskan Persoalan Distribusi BBM Dalam Dua Hari
-
Menhut Raja Juli Soal Inpres Gajah: 9 Menteri Wajib Jaga Habitat Nona Seroja dan Bang Domang
-
Legislator PDIP Tegaskan RUU Perampasan Aset Jalan Terus: Kita Geber Sampai Sah!
-
Teror Bom di SD Srengseng, Wakil Ketua Komisi X Desak Polisi Usut Tuntas