Suara.com - Islam mengenal ganjaran akan perbuatan yang dilakukan di dunia. Jika manusia berbuat buruk di dunia, maka balasannya akan buruk juga. Dalam Islam, neraka merupakan tempat yang menjadi ganjaran bagi mereka yang amal buruknya (dosa dan kesalahan) lebih berat daripada amal baiknya.
Untuk mereka yang amal buruknya lebih berat daripada amal baiknya, terdapat 7 tingkatan neraka yang akan menjadi tempat tinggal mereka kelak di akhirat. Dikutip dari Islam Kita, berikut adalah nama neraka sesuai tingkatannya, serta calon penghuninya.
1. Neraka Jahannam
Nama neraka ini menjadi neraka tingkat pertama yang diisi dari kaum Nabi Muhammad SAW yang gemar melakukan dosa. Neraka ini dikhususkan bagi umat Islam yang tidak mau bertobat terhadap dosa-dosanya. Hal ini disebut lewat surat Al-Hijr ayat 43:
Wa inna jahannama lamaw'iduhum ajma'iin.
“Dan sesungguhnya Jahannam itu benar-benar tempat yang telah diancamkan kepada mereka (pengikut-pengikut syaitan) semuanya.”
2. Neraka Sa’ir
Neraka ini diperuntukkan bagi umat Islam yang suka merampas hak anak yatim. Tak hanya itu, neraka ini juga diisi oleh orang-orang yang mengingkari Allah SWT. Hal ini disebut lewat surat Al-Insyiqaq ayat 12:
Wa yaslaa sa'iiraa.
“Dan dia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka)”.
3. Neraka Huthamah
Neraka ini dihuni oleh umat Yahudi dan semua pengikutnya. Selain itu, neraka ini digambarkan apinya bisa membakar hingga ke dalam hati manusia. Dan para penghuninya hidup dalam kondisi terikat di tiang panjang. Ini disebut lewat surat Al-Humazah ayat 4:
Baca Juga: Arie Kriting Mengaku Tak Sudi Jadi Mualaf, Ternyata Ini Alasannya
Kalla layum ba zanna fil hutamah.
“Sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Huthamah.”
4. Neraka Ladza
Nama neraka ini disebutkan sebagai neraka yang dihuni oleh iblis, setan atau jin kafir, dan manusia yang terbujuk rayuan setan. Selain itu, neraka ini juga dihuni oleh orang Majusi atau penyembah api. Disebut lewat surat Al-Ma’arij ayat 15, bahwa:
Kallaa innahaa lazaa.
“Sekali-kali tidak dapat, sesungguhnya neraka itu adalah api yang bergolak.”
5. Neraka Saqar
Neraka Saqar dihuni oleh para penyembah berhala. Tidak hanya itu, neraka ini juga dihuni oleh orang-orang yang selama hidupnya tidak mengerjakan salat, tidak peduli dengan orang miskin, gemar berbicara kotor, dan tidak mempercayai adanya hari kiamat. Nama neraka ini juga disebut lewat surat Al-Muddassir ayat 42-47:
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Liga Aspal Ramai di Jakarta, Pramono Janji Bangunkan Sarana Olahraga
-
Calon Manajer Koperasi Merah Putih Didominasi Perempuan, Capai 60 Persen!
-
Jaringan Tembus 1,13 Juta Agen, BRI Perkuat Penetrasi Pasar Lewat Sektor Ritel
-
Gabung Persija, Kwon Chang-hoon Singgung Nama Shin Tae-yong
-
Ulasan Novel Kendat, Misteri Kasus Berdarah Pulung Gantung di Desa Rangi
-
Menelusuri Lorong Sunyi JGC: Saat Kilau Bacan Rp15 Juta Tak Lagi 'Sewangi' Dulu
-
Channel YB Resmi Tayangkan ASEAN Championship Hyundai Cup 2026, Reza Arap Siapkan Beragam Program
-
Badan Tak Sehat, Nanik S Deyang Absen Rapat Bahas Laporan Keuangan BGN di DPR
-
OURBIRTHDAY Ungkap 3 Member Pertama, Girl Group Baru JYP Setelah 4 Tahun
-
Mengapa Isu Kesehatan Dinilai Lebih Efektif Mendorong Pertanian Berkelanjutan?