Suara.com - Anggota DPR dari Partai Gerindra, Fadli Zon mengatakan bahwa Puncak, di Kabupaten Bogor, Jawa Barat lebih populer dari Bali di antara para turis dari Timur Tengah. Hal ini dikatakan Fadli saat mendengar keluhan Bupati Bogor, Ade Yasin terkait penataan kawasan Puncak.
Fadli Zon menyebutkan Kawasan Puncak memiliki potensi perekonomian tinggi karena menjadi tempat wisata yang dikenal oleh masyarakat internasional, terlebih negara-negara Timur Tengah.
"Tidak hanya dari masyarakat umum di Timur Tengah, tapi juga dari kalangan elitnya. Saya berkali-kali dari parlemen negara timur tengah itu melihat Puncak lebih terkenal dari Bali," kata Fadli Zon seperti dilansir dari Antara, Jumat (3/9/2021).
Fadli, yang berasal dari daerah pemilihan Kabupaten Bogor, mengatakan akan mendorong agar pemerintah pusat terlibat dalam penataan Puncak.
"Mungkin perlu ada perhatian dari pemerintah pusat, intervensi kebijakan yang tepat terhadap Puncak, karena ini potensinya sangat besar sekali," ujar Fadli dalam pertemuan yang digelar di Ruang Serba Guna I Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Bogor.
Bupati Bogor Ade Yasin kepada Fadli sebelumnya mengeluhkan minimnya perhatian pemerintah pusat mengenai penataan Kawasan Puncak.
"Puncak, kalau dibranding dengan baik bisa jadi wisata dunia. Bahkan bisa dibandingkan dengan Genting Island di Malaysia," ungkap Ade Yasin.
Ia mengeluhkan mengenai kemacetan yang kerap terjadi di Jalur Puncak, sehingga membuat status kawasan di selatan Kabupaten Bogor sebagai salah satu destinasi wisata nasional justru dicabut.
"Kami berharap, teman-teman di DPR RI bisa ikut menyuarakan agar Puncak bisa dijadikan national branding supaya bisa mendunia di kemudian hari," terang politisi PPP itu.
Baca Juga: Ada Tujuh Titik Pemeriksaan, Ganjil Genap di Jalur Puncak Turunkan Volume Kendaraan
Ade Yasin mengatakan, pembenahan yang sudah dilakukan oleh Pemkab Bogor dan pemerintah pusat beberapa waktu lalu, belum mampu mengentaskan masalah macet di Puncak.
Sehingga, kini Pemkab Bogor bersama Polres Bogor memberlakukan ganjil-genap di Jalan Raya Puncak, untuk menekan kemacetan di kawasan tersebut, meski menimbulkan pro dan kontra.
"Saya rasa perlu kebijakan khusus. Jadi pada satu sisi fungsi konservasi bisa berjalan karena kita ada hulu dan pariwisata juga bisa berjalan dengan baik," kata Ade Yasin.
Berita Terkait
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Jejak Don Rare di Desa Les: Merawat Tradisi Bali Utara Bersama Astra
-
Nyoman Nadiana dan Konsep Keberlanjutan untuk Desa Les di Mata Dunia
-
Kisah Bli Nyoman Merawat Alam di Desa Sejahtera Astra, Les Buleleng Bali
-
Bli Nyoman dan Desa Les: Ketika sebuah Desa Tumbuh tanpa Kehilangan Akarnya
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi