Lifestyle / male
Bimo Aria Fundrika
Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Pexels// Artem Podrez)

Suara.com - Seorang suami yang telah bercerai dengan istrinya tidak dapat dengan bertemu dengan putrinya sebelum ia mendapatkan vaksin Covid-19. Hal itu berdasarkan putusan hakim pengadilan setelah ia bercerai.

Dilansir dari Metro UK, sang ayah, yang identitasnya belum terungkap, mengunjungi putrinya setiap akhir pekan sampai perselisihan hak asuh dengan ibunya baru-baru ini terjadi.

Hakim Mahkamah Agung New York County Matthew Cooper memutuskan bahwa sang ayah tidak akan diizinkan untuk melihat putrinya kecuali dia divaksinasi atau menyerahkan hasil tes Covid-19 setiap minggu.

"Bahaya dari tidak divaksinasi secara sukarela selama akses dengan seorang anak sementara virus Covid-19 tetap menjadi ancaman bagi kesehatan dan keselamatan anak-anak tidak dapat diremehkan.”

Baca Juga: Satu Tahun Tutup, Penyeberangan Nunukan-Malaysia Segera Kembali Dibuka

Ilustrasi perceraian. (Rex/ Mirror)

Sang ayah, yang tinggal di Long Island, wajib divaksinasi lengkap atau melakukan tes PCR setiap minggu. Dia juga harus mendapatkan tes antigen dua mingguan dalam waktu 24 jam setelah mengunjungi putrinya, yang tinggal di Manhattan, setiap akhir pekan.

"Sayangnya, dan menurut saya, minoritas yang cukup besar, memanfaatkan informasi yang salah, teori konspirasi, dan gagasan kacau tentang "kebebasan individu", telah menolak semua permohonan untuk divaksinasi," tulis Cooper.

Pengacara sang ayah, Lloyd Rosen, berpendapat bahwa keputusan Cooper menjadi preseden yang berbahaya.

"Klien saya bukan ahli teori konspirasi," kata Rosen. “Dia memiliki kekhawatiran tentang vaksin. Dia mendengar tentang efek samping. Dia pernah memiliki reaksi buruk terhadap vaksin flu.'

Tetapi pengacara sang ibu, Evan Schein, memuji keputusan Cooper.

Baca Juga: Vlaminggo ala Kelurahan Kranji, Layanan Vaksin Malam Khusus yang Sibuk Bekerja

"Ini sangat penting yang menyoroti saat-saat luar biasa yang kita jalani dan menegaskan bahwa kepentingan terbaik anak adalah yang terpenting," kata Schein kepada New York Post.

Komentar