Suara.com - Sistem ekonomi di setiap negara berbeda-beda, begitu juga dengan sejarah sistem ekonomi Indonesia yang memiliki perkembangannya tersendiri.
Berikut ini sejarah perkembangan sistem ekonomi Indonesia dari masa ke masa yang perlu diketahui, mengutip Ruang Guru, Kamis (28/10/2021).
1. Ekonomi nasional pada 1945 hingga 1959
Saat itu BPUPKI berembuk untuk membahas isi UUD 1945 dan mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. Salah satunya adalah pasal 33 tentang Kesejahteraan Sosial, yang saat ini dipakai sebagai landasan sistem ekonomi.
Mohammad Hatta adalah sosok yang berperan merencanakan pasal itu. Bung Hatta kemudian menjelaskan, bahwa ekonomi berlandaskan semangat kolektivisme.
Ini mengartikan perekonomian rakyat berdasarkan koperasi, yang di atasnya ada pemerintah yang mengatur usaha produksi untuk kesejahteraan rakyat.
Di saat negara ini sedang mempersiapkan sistem ekonomi, Belanda masih berusaha merebut kemerdekaan dengan menggelar agresi militer.
Saat itu ada kebijakan yang disebut Gunting Syafruddin, yang dibuat oleh Menteri Keuangan saat kabinet Hatta, Syafruddin Prawiranegara, sekaligus pencetus kebijakan mata uang pertama di Indonesia.
Saat itu Syafruddin menggunting mata uang NICA dan de Javasche Bank pecahan 5 gulden ke atas. Nantinya, bagian sebelah kiri masih bisa dipakai sebagai alat pembayaran, sementara yang kanan ditukar obligasi negara senilai setengah mata uangnya.
Sebagai contoh, jika punya uang 10 gulden, dan digunting jadi dua, maka 5 gulden (dari bagian kiri) dan yang kanan ditukar obligasi senilai 5 gulden.
Baca Juga: Evermos: UKM Adalah Pendorong Penting Masa Depan Ekonomi Indonesia
Tujuannya untuk nyeimbangin antara jumlah uang yang ada, dan barang yang beredar. Intinya agar tidak terjadi inflasi, harga tidak mahal sekaligus agar mata uang tidak turun.
Setelahnya perubahan dari ekonomi kolonial ke ekonomi nasional bisa sangat dirasakan di masa kabinet Natsir.
Ada banyak tokoh yang berkontribusi mulai dari Soemitro Djojohadikoesoemo, Mohammad Hatta, Syafruddin Prawiranegara, Djuanda, dan Jusuf Wibisono.
2. Ekonomi terpimpin pada masa 1959 hingga 1966
Ini adalah periode yang berat di masa kepemimpinan Presiden Soekarno pada 21 Februari 1957, karena saat itu adalah masa yang gelap.
Lantaran buruh mogok kerja, pendapatan negara turun, inflasi naik karena harga pada mahal dan nilai rupiah kecil. Saat itu, Indonesia yang penghasil beras terbesar harus impor, dengan kenaikan harga mancapai 650 persen.
Pada masa itu sistem ekonomi dikuasai negara, dengan disebut sistem ekonomi etatisme atau ekonomi terpimpin. Lalu dibuatlah Dewan Perancang Nasional (Depernas) yang diketuai Mohammad Yamin.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
Terkini
-
5 Rekomendasi Promo Alat Elektronik di Opening Hartono Pakuwon Mall Jogja, Diskon hingga 80 Persen!
-
5 Rekomendasi Hair Oil Penumbuh Rambut untuk Lansia, Akar Jadi Kuat
-
Apa Pendidikan Aurelie Moeremans? Berani Tulis Buku Broken Strings tentang Grooming
-
9 Potret Aurelie Moeremans yang Jadi Korban Grooming Usia 15 Tahun
-
Silsilah Keluarga Aurelie Moeremans, Jadi Korban Grooming Usia 15 Tahun
-
5 Perawatan Rambut Sehat Versi dr Tirta, Ampuh Cegah Rontok di Usia Matang
-
7 Trigger Warning Buku Broken Strings karya Aurelie Moeremans
-
Sinopsis Broken Strings, Buku Aurelie Moeremans yang Angkat Isu Grooming
-
Apa Arti Broken Strings? Judul Buku Aurelie Moeremans yang Memilukan
-
Biodata dan Agama Aurelie Moeremans yang Rilis Buku Broken Strings