Suara.com - Ada tren baru tidak biasa yang kini tengah digandrungi oleh para orangtua di China. Mereka memakaikan anak helm korektif agar kepala si kecil bundan dan estetis.
Dilansir dari Oddity Central, tren terbaru yang melanda China melibatkan orang tua yang memanfaatkan tengkorak lembut bayi mereka untuk memastikan bahwa mereka memiliki kepala bulat, bukan kepala datar yang ditakuti.
Sejumlah perusahaan telah memanfaatkan preferensi bentuk kepala yang aneh dengan menawarkan berbagai produk pengoreksi kepala, mulai dari helm hingga tikar dan bantal khusus yang dirancang untuk mencegah perataan kepala bayi.
Ironisnya, kepala datar pernah dianggap sangat beruntung sehingga anak-anak dipaksa untuk tidur dengan kepala di atas buku, tetapi bentuknya sudah ketinggalan zaman.
Menurut Tencent News, tren kepala bulat baru mencapai puncak popularitas bulan ini, dengan orang tua baru berbondong-bondong ke toko fisik dan online untuk membeli tutup kepala korektif untuk bayi mereka.
Helm dan cetakan khusus dimaksudkan untuk dipakai hampir sepanjang hari, untuk memperbaiki kepala bayi, terutama bagian punggung yang rata. Tikar dan bantal khusus, di sisi lain, dimaksudkan untuk mencegah kepala bayi menjadi rata.
“Saya pikir memakai helm kepala memiliki fungsi yang sama dengan memakai kawat gigi, yaitu untuk memperbaiki bagian tubuh dan membuatnya lebih indah,” tulis seorang ibu di China yang memiliki 'perlengkapan koreksi kepala' khusus yang dibuat untuk putrinya.
“Saya memiliki kepala yang datar, dan saya tahu betapa menyakitkannya bagi perempuan yang mengejar kecantikan. Saya tidak ingin anak saya tumbuh dan menyesali bagian dirinya yang ini.”
Perangkat pengoreksi tengkorak yang dibuat khusus yang dikembangkan oleh fasilitas medis dapat berharga hingga $ 4.300, tetapi produk yang lebih murah dapat dibeli di platform belanja online populer seperti T-mall atau Taobao.
Baca Juga: Bocah 7 Tahun Dianiaya Pacar Ayah, Polisi Tunggu Hasil Visum
Staf dari toko online mengatakan kepada South China Morning Post bahwa mereka telah menerima umpan balik positif tentang produk mereka dan merekomendasikan agar orang membelinya sesegera mungkin, jika ada kebutuhan, karena mereka cenderung terjual dengan cepat.
“Kami memiliki bantal pengaturan bentuk kepala profesional dari Korea Selatan,” kata anggota staf. “Jika bayi Anda berusia tiga bulan, akan ada perubahan nyata dalam waktu sekitar 45 hari. Semakin tua bayi, semakin lambat tengkorak mereka berkembang.”
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- Sheila Marcia Akui Pakai Narkoba Karena Cinta, Nama Roger Danuarta Terseret
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
7 Sampo Selsun untuk Atasi Ketombe dan Rambut Rontok, Mana yang Paling Efektif?
-
6 Shio Paling Banyak Cuan Pada 3 Januari 2026
-
5 Rekomendasi Body Spray untuk Atasi Jerawat Punggung, Mulai dari Rp 70 Ribuan
-
5 Sunscreen untuk Pria yang Nggak Bikin Wajah Abu-Abu, Nyaman Dipakai Harian
-
7 Vitamin Penambah Nafsu Makan untuk Dewasa Paling Ampuh, Harga Mulai Rp9 Ribuan
-
5 Sepatu Nike Ori Diskon hingga 75 Persen di JD Sports, Harga Promo Jadi Rp300 Ribuan
-
Waspada! Ini 12 Gejala Super Flu pada Anak, Virus Mulai Merebak di Indonesia
-
5 Calming Spray untuk Atasi Jerawat Meradang saat Aktivitas di Luar
-
5 Rekomendasi Walking Shoes Lokal Murah 2026: Mulai Rp100 Ribuan, Cocok Buat Gaji UMR
-
5 Pasta Gigi Murah untuk Memutihkan Gigi, Cocok untuk yang Suka Ngopi dan Merokok