- Try Sutrisno, Wakil Presiden keenam RI era Orde Baru, wafat pada usia 90 tahun, 2 Maret 2026.
- Beliau menjabat periode 1993–1998 mendampingi Presiden Suharto hingga masa krisis 1997–1998.
- Sebelumnya, Try Sutrisno memiliki karier militer panjang termasuk pernah menjabat sebagai Panglima ABRI.
Suara.com - Kabar duka datang dari dunia politik Indonesia. Try Sutrisno wafat di usia 90 tahun pada Senin, 2 Maret 2026. Sosok yang dikenal sebagai Wakil Presiden RI era Orde Baru ini kembali menjadi sorotan publik. Lalu, Try Sutrisno Wakil Presiden siapa?
Try Sutrisno adalah Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia yang menjabat pada periode 1993–1998. Ia mendampingi Presiden Suharto dalam masa akhir pemerintahan Orde Baru.
Wakil Presiden di Era Orde Baru
Try Sutrisno terpilih sebagai Wakil Presiden dalam Sidang Umum MPR tahun 1993. Saat itu, ia mendampingi Presiden Suharto yang kembali terpilih untuk masa jabatan ketujuhnya.
Masa kepemimpinan tersebut menjadi periode penting dalam sejarah Indonesia karena berakhir dengan krisis ekonomi 1997–1998 yang memicu reformasi dan lengsernya Presiden Suharto.
Sebagai wakil presiden, Try Sutrisno dikenal sebagai figur militer yang disiplin dan tegas. Latar belakangnya yang kuat di dunia TNI membuatnya dipercaya menduduki posisi strategis tersebut di tengah situasi politik dan keamanan yang dinamis.
Karier Militer yang Panjang
Sebelum menjadi wakil presiden, Try Sutrisno memiliki perjalanan karier militer yang panjang. Ia pernah menjabat sebagai Pangdam Jaya, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), hingga Panglima ABRI periode 1988–1993.
Pengalamannya dalam bidang pertahanan dan keamanan menjadi salah satu alasan ia dinilai layak mendampingi Presiden saat itu. Ia termasuk tokoh militer senior yang berpengaruh pada masanya.
Baca Juga: Istana Sampaikan Duka Cita Mendalam Atas Wafatnya Wakil Presiden Ke-6 RI Try Sutrisno
Wafat di Usia 90 Tahun
Try Sutrisno meninggal dunia pada usia 90 tahun setelah sempat menjalani perawatan. Ia mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto (RSPAD) Jakarta.
Kepergiannya menjadi duka bagi keluarga, kolega, serta sejumlah tokoh nasional yang mengenalnya sebagai pribadi sederhana dan berdedikasi pada negara.
Jenazah almarhum dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan. Prosesi pemakaman dilakukan dengan penghormatan kenegaraan sebagai bentuk penghargaan atas jasa-jasanya.
Sosok yang Dikenal Sederhana
Di luar jabatan dan karier militernya, Try Sutrisno dikenal sebagai pribadi yang sederhana. Ia tidak banyak tampil di panggung politik setelah era Reformasi. Namun, namanya tetap dikenang sebagai bagian penting dari sejarah pemerintahan Indonesia di era Orde Baru.
Setelah tidak lagi menjabat sebagai wakil presiden pada 1998, Try Sutrisno lebih banyak beraktivitas sebagai tokoh senior yang sesekali memberikan pandangan mengenai isu kebangsaan dan pertahanan.
Namanya akan selalu tercatat dalam sejarah politik Indonesia sebagai salah satu tokoh penting di masa transisi besar bangsa ini. Dari karier militer hingga kursi wakil presiden, perjalanan hidupnya mencerminkan dinamika politik Indonesia di penghujung era Orde Baru.
Kepergian Try Sutrisno di usia 90 tahun menjadi penanda berakhirnya satu lagi bab penting dalam sejarah kepemimpinan nasional.
Berita Terkait
-
Mengenang Kiprah Try Sutrisno, Wapres ke-6 RI Berpulang di Usia 90 Tahun
-
Istana Sampaikan Duka Cita Mendalam Atas Wafatnya Wakil Presiden Ke-6 RI Try Sutrisno
-
Kabar Duka, Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno Meninggal Dunia di RSPAD Pagi Ini
-
Panglima TNI Kunjungi PPAD, Pererat Silaturahmi dan Apresiasi Peran Purnawirawan
-
Gibran Kunjungi Try Sutrisno di Tengah Isu Pemakzulan, Cium Tangan Disorot
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
DPR Siapkan Panja Khusus Awasi Program MBG, Ini Alasannya
-
Gelap Mata karena Tunangan Digoda: Sabetan Samurai Pemuda Lumajang Berakhir 12 Jahitan
-
Sihir Messi Sampai ke Bogor: Cerita Warga Ciampea Terharu Emosi di Alun-Alun Tegar Beriman
-
Bukan Bebas, Kejagung Pastikan Febrie Adriansyah Tetap Tersangka Usai Pelimpahan dari Polri
-
Siapa 'Tamu Tak Diundang' yang Disinggung Prabowo dalam Pidatonya?
-
6 Cara Membersihkan Sepatu Sekolah Putih yang Kotor agar Bersih seperti Baru
-
Marak Kepala Daerah Kena OTT, Tito: Integritas Tak Bisa Dijamin Meski Dipilih Rakyat
-
Transformasi Digital Sukses, Bisnis Madu Asal Lampung Manfaatkan QRIS dan Pembiayaan BRI
-
Lionel Scaloni Menyebut Argentina Bangkit Akibat Kesalahan Fatal Pelatih Inggris
-
Bukan Cuma Tubuh, Ini 5 Alasan Fermentasi Makanan Ramah untuk Lingkungan