Suara.com - Warm Up Vacation resmi diperkenalkan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk membangkitkan sektor pariwisata di Pulau Dewata.
Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf, Nia Niscaya mengungkap jika Warm Up Vacation merupakan program di mana turis asing bisa langsung mendarat di Bali, dan melakukan berbagai kegiatan baik di dalam maupun luar kamar hotel karantina yang telah ditetapkan.
Program ini sengaja dihadirkan seiring dengan aktifnya kembali penerbangan internasional ke Bali yang telah berlangsung sejak 4 Februari lalu.
"Sebenarnya adalah karantina. Tapi apa yang membedakan? Warm Up Vacation ini prinsipnya adalah bubble. Jadi mereka (turis asing) yang datang bersama bisa bertemu dengan sesama merekanyang datang bersamaan, melakukan aktivitas tidak hanya di kamar tapi juga di luar kamar," ungkap dia dalam Weekly Press Briefing yang digelar Senin (7/2/2022).
Meski begitu saat ini, Kemenparekraf baru bekerja sama dengan lima hotel dalam menghadirkan fasilitas karantina Warm Up vacation untuk para turis asing. Kelima hotel tersebut adalah Grand Hyatt Hotel Nusa Dua, The Westin Nusa Dua, Royal Tulip Hotel, Griya Santrian Sanur, dan Viceroy Ubud.
Natinya masing-masing hotel, lanjut Nia akan menyediakan beberapa lantai khusus untuk turis asing yang masuk dalam program Warm Up Vacation.
"Mereka (turis asing) bebas bergerak di area yang didedikasikan di bubble. Lantai 1-4 adalah titik bubble. Jadi, jika di lantai 1 ada kolam renang atau pantai, mereka bisa bebas aktivitas di sana, seperti berenang," terang Nia.
Program tersebut memang masih dalam percobaan, namun ke depannya, Kemenparekraf akan menambah daftar hotel lainnya agar lebih banyak pilihan. Saat ini, program Warm Up Vacation dibanderol dengan harga Rp10 juta hingga Rp15 juta untuk karantina 5 hari 4 malam.
"Harga tersebut sudah all in, termasuk juga dengan breakfast," tutur Nia.
Baca Juga: Berapa Lama Masa Karantina dari Luar Negeri? Catat Baik-baik Aturannya Sesuai Peraturan Terbaru!
Namun, bagi mereka yang tidak ingin mengikuti program tersebut, karantina mandiri masih bisa diikuti di hotel-hotel atau vila yang ada di Bali. Tentu saja, mereka tidak bisa bebas bergerak, karena hanya boleh berada di dalam kamar saja.
"Turis asing juga bisa tetap karantina di hotel atau vila di Bali, tetapi mereka hanya bisa di kamar saja, tidak boleh keluar. Sementara Warm Up Vacation itu merupakan karantina, tapi tidak seperti karantina karena turis bebas beraktivitas di area bubble," tutup Nia.
Berita Terkait
-
Bursa Kripto CFX Perkuat Komitmen Keberlanjutan Melalui Aksi Pelestarian Laut di Bali
-
Viral WNA Diduga Tentara IDF di Bali, Arya Wedakarna Malah Jadi Pengikut PM Israel
-
Tampang 3 WNA Diduga Tentara Israel Kasari Staff Gym di Bali, Pemilik: Kalian Pembunuh Bayi
-
Blunder Anak John Herdman Berujung Kekalahan Bali United, Johnny Jansen Pasang Badan
-
Teriakan Anggota Paskibraka Sayang-sayang Pak Koster Bikin Netizen Geli: Gak Mungkin dari Hati
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Korupsi KUR BSI Rp9,5 Miliar di OKI, Uang Pengganti 3 Terdakwa Tembus Rp9 Miliar
-
Buaya Muara 3 Meter Mendadak Muncul di Pantai Pasir Putih Cihara
-
Tenis Meja Indonesia Bidik 8 Besar di Asian Games 2026
-
Gempa NTT, PDIP Kirim Bantuan Khusus untuk Ibu Hamil dan Anak
-
Diisukan Ada OTT KPK, Begini Kondisi Kompleks Pemkab Bogor Malam Ini
-
Yasonna Laoly Dukung Kewarganegaraan Ganda Terbatas Usulan Prabowo: Demi Kepentingan Nasional
-
Purbaya: Pembatasan Subsidi BBM Hemat Anggaran 10 Persen
-
Sudah Beroperasi Tanpa Tarif, Tol Betung-Tempino-Jambi Seksi Bayung Lencir-Pijoan Segera Bertarif
-
Siapa yang Menentukan Audit BPK di 3 Daerah Sumsel? Ini yang Kini Didalami KPK
-
Minta Praperadilan Febrie Ditolak, Kejagung: Tak Ada Duplikasi Penetapan Tersangka