Suara.com - Restoran cepat saji McDonald's telah mengumumkan akan menjual semua cabangnya di Rusia sebagai tanggapan atas perang yang sedang berlangsung di Ukraina.
McDonald's yang pertama kali dibuka di Rusia 30 tahun lalu ketika Uni Soviet runtuh, memiliki 847 toko di negara itu, mempekerjakan sekitar 62.000 orang
Rantai makanan cepat saji asal Amerika Serikat (AS) itu pertama kali menutup tokonya pada Maret 2022 lalu, menyusul protes internasional atas invasi Vladimir Putin ke Ukraina.
McDonald's mengatakan akan memastikan karyawannya di Rusia dibayar sampai perusahaan dijual, dan pekerja akan memiliki pekerjaan di masa depan dengan pembeli potensial.
Tidak seperti merek makanan cepat saji besar lainnya di Rusia yang dimiliki oleh pewaralaba, termasuk KFC, Pizza Hut, dan Burger King, McDonald's memiliki 84 persen lokasi di Rusia.
Rusia menyumbang sembilan persen dari pendapatan McDonald's di seluruh dunia dan tiga persen dari laba operasinya.
Meninggalkan negara itu, McDonald's diperkirakan akan menelan biaya sekitar £1 miliar.
Jaringan tersebut membuka cabang pertamanya di Lapangan Pushkin Moskow pada tahun 1990, saat 30.000 orang mengantri untuk mendapatkan Big Mac pertama mereka.
Namun, karena upah Rusia yang rendah, ini adalah kemewahan di negara itu pada saat itu.
Baca Juga: McDonalds Tutup Restoran di Rusia, PHK 62 Ribu Karyawan
Sejumlah perusahaan Barat lainnya telah setuju untuk menjual cabang mereka di Rusia atau menyerahkannya kepada manajer lokal menyusul sanksi berat yang dijatuhkan pada negara tersebut setelah invasi gila Vladimir Putin.
Coca-Cola, Pepsi, dan Starbucks termasuk di antara perusahaan yang menarik diri dari Rusia pada minggu-minggu awal perang.
Perusahaan besar lainnya yang telah menangguhkan layanan mereka di Rusia atau menarik diri dari negara itu termasuk Apple, Disney, H&M, Ikea, Netflix, PlayStation, Spotify dan TikTok .
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
Terkini
-
Dari Rollover hingga Digital Trust, Begini Strategi Indosat Menindaklanjuti Putusan MK
-
Debut Gila Mitchell Baker, Media Vietnam: Ancaman Serius, Senjata Mematikan Timnas Indonesia
-
4 Zodiak yang Diprediksi Menarik Keberuntungan Hari Ini 29 Juli 2026, Kamu Termasuk?
-
Ke Depan Tak Ada Lagi Kecelakaan Kereta Api , KAI Kembangkan Teknologi Baru
-
Petaka MBG: 211 Siswa Kediri Tumbang Keracunan, Program Dihentikan Sementara
-
Memori HP Penuh, Kenapa Kita Seolah Merasa Berat Menghapus File Lama?
-
Kena OTT KPK, Intip Kekayaan Rp21,3 M Bupati Pemalang: Punya Harley Hingga 18 Properti
-
Mal Meledak Hebat Usai Gempa M 7,1 Guncang Jepang, Fasilitas Nuklir Terdampak?
-
Rupiah Jadi Prioritas, Bank Indonesia Optimalkan Instrumen Moneter untuk Jaga Stabilitas Ekonomi
-
7 Tanaman Pembawa Sial Menurut Feng Shui, Dianggap Bisa Menghambat Rezeki